Rabu 20 Oktober 2021, 08:35 WIB

Konflik Israel-Palestina, Utusan PBB Sebut Nihil Solusi Damai

Nur Aivanni | Internasional
Konflik Israel-Palestina, Utusan PBB Sebut Nihil Solusi Damai

AFP
Warga berlindung di ruang bawah tanah sebuah bangunan di kota Israel Tel Aviv saat sirene alarm meraung setelah pukul 3:00 pagi, beberapa wa

 

KOORDINATOR Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland mengatakan kepada Dewan Keamanan pada Selasa bahwa tidak ada kemajuan yang dibuat menuju solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina.

"Stagnasi politik memicu ketegangan, ketidakstabilan dan rasa putus asa yang mendalam," kata Wennesland. "Kita seharusnya tidak memiliki ilusi tentang keadaan konflik Israel-Palestina saat ini," ucapnya, yang menggambarkan situasi di Wilayah Pendudukan Palestina (OPT) yang terus memburuk, tanpa kemajuan menuju solusi dua negara.

Dia melukiskan gambaran situasi yang "semakin putus asa" yang didefinisikan oleh ekstremis dan tindakan sepihak di semua sisi, yang meningkatkan risiko bagi warga Palestina, Israel, dan kawasan pada umumnya.

"Warga sipil Israel dan Palestina menderita dan membayar harga yang mahal untuk bertahannya konflik, termasuk pendudukan yang berlarut-larut," kata Wennesland.

Sementara itu, aktivitas pemukiman, penggusuran, penyitaan properti Palestina, dan pembatasan pergerakan lebih lanjut semakin menambah siklus kekerasan ketika warga sipil Israel terbunuh dan terluka dalam serangan Palestina.

Dalam laporannya, utusan PBB menggambarkan "bentrokan tiap malam" antara Israel dan Palestina, dan menekankan pentingnya meminta pertanggungjawaban semua pelaku kekerasan dan dengan cepat membawa mereka ke pengadilan.

Wennesland menyoroti rencana Israel untuk konstruksi di E1, yang terletak berdekatan dengan dan di timur laut Yerusalem Timur, dengan mengatakan bahwa unit-unit itu akan memutuskan hubungan antara Tepi Barat utara dan selatan. Hal itu secara signifikan merusak peluang untuk mendirikan negara Palestina yang layak dan berdampingan sebagai bagian dari solusi dua negara yang dinegosiasikan.

"Saya tegaskan kembali bahwa semua pemukiman ilegal menurut hukum internasional dan tetap menjadi penghalang besar bagi perdamaian," tegasnya.

Di sisi lain, koordinator khusus itu mengatakan bahwa pejabat Israel dan Palestina telah mengumumkan bahwa sekitar 4.000 orang Palestina yang tidak berdokumen di Tepi Barat akan dicatat dalam daftar penduduk Palestina dan menerima dokumen identitas. (Xinhua/OL-13)

 

Baca Juga

AFP/Timothy A Clary.

Amerika Serikat Menentang Rencana Pemukiman Baru, Israel Jalan Terus?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 21:31 WIB
Jadwal sidang 6 Desember awalnya dihapus dari internet pekan lalu setelah Israel berjanji kepada AS bahwa proyek tersebut tidak akan...
AFP/Fayez Nureldine.

Saudi Laporkan Kasus Pertama Covid-19 Varian Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 01 Desember 2021, 20:55 WIB
Sejak pandemi dimulai, Arab Saudi telah mencatat 549.000 kasus covid-19, sebanyak 8.836 di antaranya...
ANTARA/Pavlo Gonchar / SOPA Images via Reuters/Sipa USA/pri.

Waspada Omicron, Jepang Minta Maskapai Setop Terima Pemesanan Tiket

👤Nur Avianni 🕔Rabu 01 Desember 2021, 16:57 WIB
Pemerintah Jepang telah memperketat tindakan perbatasannya yang keras, dengan melarang masuknya semua non-warga negara yang datang dari 10...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya