Selasa 19 Oktober 2021, 20:53 WIB

Perang Yaman Tujuh Tahun Bikin 10.000 Anak Tewas dan Cacat

Mediaindonesia.com | Internasional
Perang Yaman Tujuh Tahun Bikin 10.000 Anak Tewas dan Cacat

AFP/Mohammed Huwais.
Gadis-gadis Yaman ambil bagian dalam upacara menjelang perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, di ibu kota Yaman, Sanaa, pada Senin (18/10).

 

KONFLIK tujuh tahun di Yaman telah menewaskan atau melukai sedikitnya 10 ribu anak. Ini dikatakan UNICEF, Selasa (19/10), setelah misi ke negara itu.

"Konflik Yaman baru saja mencapai tonggak memalukan lain yaitu 10 ribu anak telah terbunuh atau cacat sejak pertempuran dimulai pada Maret 2015. Itu setara dengan empat anak setiap hari," juru bicara James Elder mengatakan pada briefing PBB di Jenewa saat mendesak diakhirinya konflik pertempuran.

Angka itu hanya termasuk korban anak-anak yang nasib mereka diketahui organisasi. Masih banyak banyak lagi yang lain.

"UNICEF sangat membutuhkan lebih dari US$235 juta untuk melanjutkan pekerjaan penyelamatan jiwa di Yaman hingga pertengahan 2022," kata Elder. "Jika tidak, badan tersebut akan dipaksa untuk mengurangi atau menghentikan bantuan vitalnya untuk anak-anak yang rentan. Pendanaan sangat penting. Kita dapat menarik garis yang jelas antara dukungan donor dan nyawa yang diselamatkan. Tetapi bahkan dengan dukungan yang meningkat, perang harus berakhir."

"Pada tingkat pendanaan saat ini dan tanpa akhir perang, UNICEF tidak dapat menjangkau semua anak-anak ini. Tidak ada cara lain untuk mengatakan ini, tanpa lebih banyak dukungan internasional, lebih banyak anak--mereka yang tidak bertanggung jawab atas krisis ini--akan mati," dia memperingatkan.

"Krisis kemanusiaan Yaman--yang terburuk di dunia--mewakili konvergensi tragis dari empat ancaman yakni konflik kekerasan dan berkepanjangan, kehancuran ekonomi, ayanan yang hancur untuk setiap sistem pendukung yaitu kesehatan, nutrisi, air dan sanitasi, perlindungan dan pendidikan, serta tanggapan PBB yang sangat kekurangan dana," lanjut Elder.

"Empat dari setiap lima anak membutuhkan bantuan kemanusiaan. Itu lebih dari 11 juta anak." Selain itu, "400.000 anak menderita kekurangan gizi akut yang parah. Lebih dari dua juta anak putus sekolah. Empat juta lain berisiko putus sekolah," kata Elder.

Baca juga: Serangan Koalisi Saudi Tewaskan 1.100 Pemberontak Yaman dalam Sepekan

Perang saudara Yaman dimulai pada 2014 ketika pemberontak Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa. Ini mendorong pasukan pimpinan Saudi untuk campur tangan dalam menopang pemerintah pada tahun berikutnya. Puluhan ribu orang tewas dan jutaan lain mengungsi. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Abbas Momani.

Ketika Pengendara Mobil Israel Tersesat di Wilayah Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 21:34 WIB
Polisi mengidentifikasi salah satu orang Israel sebagai penduduk permukiman Shiloh di Tepi Barat. Satu lagi tinggal di kota Elad yang...
AFP/Rodger Bosch.

Orang yang Pernah Terinfeksi Covid-19 tidak Kebal Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 20:58 WIB
Tren ini juga terlihat pada model yang memproyeksikan kasus-kasus tersebut terhadap populasi secara...
AFP/Punit Paranjpe.

India Umumkan Dua Kasus Pertama Varian Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 02 Desember 2021, 20:47 WIB
Kota terbesar di negara itu Mumbai pada Rabu memberlakukan karantina tujuh hari wajib untuk semua penumpang yang datang dari negara-negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya