Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Diplomatik Uni Eropa Josep Borrell, Jumat )15/10), mengatakan dirinya siap bertemu para pemimpin Iran di Brussels dalam upaya membangkitkan kesepakatan nuklir 2015 sembari memperingatkan Teheran bahwa telah tiba saatnya untuk kembali ke meja perundingan.
Mengakhiri lawatannya ke Washington, Borrell membantah adanya rencana B atau opsi militer, seperti yang dikatakan Amerika Serikat (AS) dan Israel, jika Teheran menolak kembali ke keseopakatan nuklir 2015.
"Saya mengetahui Iran ingin melanjutkan perundingan dengan saya dan sejumlah anggota JCPOA," ujar Borrell mengacu pada Rencana Aksi Komprehensif Bersama, nama perundingan nuklir 2015.
Baca juga: Iran Kecam PBB Tutup Mata terhadap Nuklir Israel
"Saya siap melakukannya namun waktu emakin menipis," lanjutnya.
Utusan khusus Uni Eropa Enrique Mora berada di Teheran, Kamis (14/10), untuk membahas percepatan perundingan antara Iran dan kekyatan dunia, yang telah terhenti sejak Juni lalu.
Teheran juga mengatakan siap kembali berunding di Brussels dalam beberapa hari ke depan. (AFP/OL-1)
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Presiden Prancis Emmanuel Macron memuji putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif Donald Trump.
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Uni Eropa mengecam pemerintah Amerika Serikat karena memberi waktu tambahan selama sebulan kepada Israel padahal sudah terlalu banyak orang di Jalur Gaza yang terbunuh.
SITUASI keamanan Eropa akan berada dalam bahaya nyata jika serangan balasan antara Israel dan Iran memengaruhi fasilitas produksi nuklir dan minyak.
KEPALA Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell menegaskan bahwa serangan Israel terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Libanon (UNIFIL) sama sekali tidak dapat diterima.
KEPALA Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa pada Rabu (2/10) menyatakan dukungan terhadap upaya Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dalam mencapai perdamaian.
Dia mengkhawatirkan Tepi Barat akan menjadi 'Gaza baru' yang kecamuk kekerasannya hingga sekarang belum berakhir.
Borrell juga menekankan bahwa gencatan senjata sangat mendesak segera dilakukan, agar langkah-langkah lebih lanjut bisa diambil terkait Gaza.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved