Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN udara Israel di Suriah tengah menewaskan sembilan pejuang propemerintah, empat di antaranya warga Suriah dan lima warga negara yang belum ditentukan, kata pemantau perang yang berbasis di Inggris, Kamis (14/10).
Kantor berita negara Suriah SANA sebelumnya mengutip sumber militer yang mengatakan bahwa serangan Rabu (13/10) malam di dekat kota Palmyra telah menewaskan seorang tentara dan melukai tiga lain.
"Sekitar 11.34 malam (waktu setempat) musuh Israel melakukan agresi udara di daerah Palmyra, menargetkan menara komunikasi dan beberapa posisi di sekitarnya," kata sumber itu kepada SANA.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, pemantau yang berbasis di Inggris, mengatakan serangan itu menargetkan beberapa posisi Iran, di antaranya menara komunikasi, dekat pangkalan udara T4 di timur Palmyra.
Dilaporkan bahwa serangan itu menewaskan empat warga Suriah yang berperang bersama kelompok pro-Iran yang mendukung pemerintah Damaskus, termasuk satu tentara, serta lima lain yang kewarganegaraannya tidak segera jelas.
Pekan lalu, serangan rudal Israel di pangkalan udara yang sama menewaskan dua pejuang asing pro-Iran, Observatory melaporkan. SANA mengatakan enam tentara terluka dalam serangan itu.
Sejak pecahnya perang saudara Suriah pada 2011, Israel secara rutin melakukan serangan udara di dalam wilayah Suriah. Sebagian besar serangan itu menargetkan pasukan pemerintah Suriah serta pasukan sekutu Iran dan Lebanon.
Tentara Israel jarang mengakui serangan individu tetapi telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak akan membiarkan Suriah menjadi benteng musuh bebuyutannya, Iran. Sebelum serangan terakhir, kepala intelijen militer Israel, Mayor Jenderal Aharon Haliva, mengatakan Iran terus mempromosikan subversi dan teror di Timur Tengah.
Baca juga: Iran Ingatkan Israel tidak Ambil Langkah Militer Berisiko
"Kami akan terus menghalangi tindakan Iran untuk melindungi dan merusak kemampuannya, dan mengambil tindakan untuk mempertahankan kekuatan Israel," katanya dalam komentar yang disampaikan oleh militer.
(AFP/OL-14)
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Presiden AS Donald Trump klaim telah lumpuhkan kekuatan tempur Iran, termasuk hancurkan 154 kapal dan peluncur rudal, serta sebut perang telah dimenangkan militer AS.
Presiden Donald Trump memperpanjang jeda serangan ke fasilitas energi Iran selama 10 hari. Sementara itu, IAEA peringatkan risiko radiasi nuklir di Bushehr.
Ia menambahkan rancangan awal telah disiapkan, meski belum menjadi proposal resmi.
Teheran menyatakan bahwa kapal dari negara selain AS dan Israel tetap dapat melintasi Selat Hormuz.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menyampaikan bahwa kelompok itu akan melanjutkan apa yang dia gambarkan sebagai "pertempuran defensif" melawan Israel.
Komandan Polisi Dubai Dhahi Khalfan desak negara Teluk perkuat hubungan dengan Israel dan Barat, serta kritik negara Arab lain di tengah perang regional melawan Iran.
Ketua Parlemen Iran Qalibaf mengancam bakal menyerang infrastruktur vital negara kawasan jika terbukti membantu musuh menduduki salah satu pulau strategis milik Iran.
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflikĀ
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved