Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN memperingatkan Israel dalam surat kepada Kepala Dewan Keamanan PBB, Kamis (14/10), terhadap setiap serangan terhadap fasilitas nuklirnya. Ini dinyatakan Iran setelah musuh bebuyutannya itu menyatakan haknya untuk menggunakan kekuatan.
"Kami memperingatkan rezim Zionis terhadap kesalahan perhitungan atau langkah militer berisiko yang menargetkan Iran dan program nuklirnya," tulis duta besar Iran untuk PBB Majid Takht Ravanchi dalam surat yang diterbitkan oleh kantor berita Tasnim.
Dia menuduh Israel mengambil ancaman provokatif dan petualang ke tingkat yang mengkhawatirkan. "Ancaman sistematis dan eksplisit oleh rezim Zionis membuktikan bahwa ia bertanggung jawab atas serangan teroris terhadap program nuklir damai (Iran) di masa lalu".
Berbicara bersama Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Rabu, Menteri Luar Negeri Yair Lapid mengatakan bahwa Israel berhak menggunakan kekuatan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir. Dia menambahkan bahwa sebagai putra korban Holocaust, dia dan Blinken tahu ada saat-saat ketika negara harus menggunakan kekuatan untuk melindungi dunia dari kejahatan.
Blinken mengatakan, "Kami terus percaya bahwa diplomasi merupakan cara yang paling efektif. Kami siap untuk beralih ke opsi lain jika Iran tidak mengubah arah.
Pernyataan itu muncul di tengah dorongan untuk melanjutkan pembicaraan tentang menghidupkan kembali kesepakatan nuklir yang bermasalah antara Iran dan negara-negara besar yang telah mendukung kehidupan sejak 2018, ketika presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak menarik diri.
Presiden AS Joe Biden, yang menjabat pada Januari, telah mengisyaratkan kesediaan untuk kembali ke kesepakatan 2015, yang memberi Iran keringanan sanksi ekonomi dengan imbalan batasan yang jelas pada kegiatan nuklirnya.
Israel dengan keras menentang kebangkitan kesepakatan itu.
Baca juga: AS, UE, Israel Ambil Sikap Keras Terhadap Iran
Utusan Uni Eropa yang ditugasi mengoordinasikan pembicaraan mengenai kesepakatan itu. Enrique Mora bertemu dengan wakil menteri luar negeri Ali Bagheri di Teheran pada Kamis. (AFP/OL-14)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah Teheran memperingatkan akan menyerang pangkalan militer AS di Timur Tengah jika Donald Trump melancarkan aksi militer
PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trumpmembahas perkembangan pembicaraan Amerika dengan Iran.
KETEGANGAN Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat meski kedua negara menyepakati kelanjutan perundingan nuklir. Teheran menegaskan garis merahnya
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
PEMERINTAH Jerman mengecam keras langkah Kabinet Israel yang memperluas otoritas sipil di Tepi Barat.
GELOMBANG kecaman internasional kembali menghantam Israel setelah pemerintahnya mengesahkan aneksasi ilegal di Tepi Barat.
Kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia berujung kericuhan. Polisi tangkap 27 demonstran di Sydney di tengah tuduhan kekerasan aparat.
Langkah baru Israel perketat kontrol di Tepi Barat menuai kecaman global. Kebijakan ini dinilai melanggar hukum internasional dan mematikan solusi dua negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved