Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Iran Apresiasi Karangan Bunga hingga Surat dari Warga Indonesia

Abi Rama
18/3/2026 17:05
Iran Apresiasi Karangan Bunga hingga Surat dari Warga Indonesia
Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.(instagram/ @iraninindonesia)

DUTA Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada masyarakat Indonesia atas berbagai bentuk dukungan yang diberikan di tengah situasi konflik yang tengah dihadapi negaranya.

Dalam pernyataannya, Boroujerdi mengungkapkan bahwa dukungan tersebut datang dalam berbagai bentuk, mulai dari karangan bunga, surat, hingga kunjungan langsung ke Kedutaan Besar Iran di Jakarta.

“Masyarakat Indonesia yang terhormat telah mendukung kami dengan berbagai cara, mulai dari mengirim ratusan karangan bunga hingga mengirimkan ratusan ribu surat, dan datang langsung ke kedutaan untuk menyampaikan belasungkawa,” ujarnya dalam unggahan media sosial @iraninindonesia, Rabu (18/3).

Boroujerdi menilai, bentuk solidaritas dari masyarakat Indonesia memiliki arti penting bagi rakyat Iran, terutama di tengah kondisi yang ia sebut penuh tekanan.

Ia menyebut dukungan tersebut menjadi sumber kekuatan moral bagi negaranya, khususnya setelah adanya korban dalam konflik yang ia gambarkan sebagai situasi yang berat.

“Kepada Anda semua, kami menyampaikan terima kasih,” katanya.

Selain menyampaikan terima kasih, Boroujerdi juga mengimbau masyarakat Indonesia yang ingin memberikan bantuan agar menyalurkannya melalui jalur resmi yang telah disediakan oleh kedutaan.

“Kami telah mengumumkan nomor rekening atas permintaan Anda untuk membantu wilayah-wilayah yang terkena dampak di Iran yang tersedia di halaman media sosial resmi kedutaan,” katanya.

Singgung Situasi Konflik yang Tengah Terjadi

Dalam kesempatan yang sama, Boroujerdi juga menyinggung situasi yang terjadi di Iran sejak akhir Februari. Ia menyebut negaranya berada dalam kondisi serangan yang intens.

“Sejak 28 Februari, negara saya berada di bawah serangan brutal dan kejam,” ujarnya.

Ia juga mengklaim bahwa sejumlah fasilitas sipil terdampak dalam konflik tersebut, termasuk permukiman warga dan infrastruktur publik.

Namun demikian, berbagai klaim terkait situasi konflik tersebut masih memerlukan verifikasi dari pihak internasional.

Boroujerdi turut menyinggung pertanyaan yang kerap ia terima terkait kapan konflik akan berakhir. Menurutnya, hal tersebut menjadi perhatian banyak pihak, termasuk masyarakat internasional.

“Pertanyaan yang sering diajukan kepada saya adalah kapan dan bagaimana perang ini akan berakhir,” katanya. (Instagram: @iraninindonesia/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik