Selasa 12 Oktober 2021, 20:21 WIB

India Anjurkan Darurat Vaksin Covid-19 Lokal untuk Anak di Bawah 12 Tahun

Mediaindonesia.com | Internasional
India Anjurkan Darurat Vaksin Covid-19 Lokal untuk Anak di Bawah 12 Tahun

AFP/Punit Paranjpe
Seorang petugas kesehatan bersiap untuk memberikan dosis vaksin covid-19 di Rumah Sakit Rajawadi di Mumbai pada Selasa (19/1).

 

India menganjurkan penggunaan darurat vaksin covid-19 buatan perusahaan lokal Bharat Biotech pada anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Keputusan itu dibuat ketika India mengalihkan fokusnya untuk memvaksin anak-anak, setelah menyuntikkan lebih dari 950 juta dosis vaksin pada orang dewasa dari sekitar 1,4 miliar penduduknya.

Menurut Dr Gagandeep Kang, profesor di Christian Medical College, Vellore, anak-anak dengan penyakit bawaan harus divaksin sesegera mungkin karena kini sudah tersedia vaksin dengan imunogenisitas pada anak-anak dan memiliki basis data keamanan yang besar pada orang dewasa.

Imugenisitas adalah kemampuan suatu substansi dalam memicu respons kekebalan dalam tubuh manusia.

"Bagi anak-anak sehat yang berisiko lebih rendah tertular covid-19, lebih aman untuk menunggu sampai lebih banyak orang dewasa divaksin," kata Kang.

Bharat Biotech memulai uji coba Covaxin pada anak-anak pada Juni setelah gelombang kedua covid-19 akibat varian Delta yang menyebabkan sistem perawatan kesehatan di India ambruk.

Data dari kelompok usia 2 hingga 18 tahun telah ditinjau secara menyeluruh oleh Organisasi Pengendalian Standar Obat Pusat dan sebuah komite ahli di bidangnya yang telah memberikan rekomendasi positif, kata perusahaan itu kepada Reuters.

Bharat Biotech belum secara terbuka mengungkap data kemanjuran dan keamanan vaksinnya pada anak-anak.

Covaxin, yang menggunakan virus korona yang tidak aktif dengan penguat kekebalan, merupakan satu di antara tiga vaksin yang digunakan di India untuk memvaksinasi orang dewasa.

Lebih dari 110 juta dosis Covaxin telah didistribusikan dan perusahaan tersebut sedang dalam proses memperoleh izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tanpa persetujuan WHO, vaksin dua dosis tersebut tidak akan diizinkan untuk digunakan di seluruh dunia.

Sejauh ini, hanya vaksin berbasis DNA dari produsen obat Zydus Cadila yang diizinkan untuk penggunaan darurat pada anak-anak berusia minimal 12 tahun. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP/Mohammed Abed.

Israel akan Tambah 3.000 Izin lagi bagi Pedagang Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 22:26 WIB
Badan Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab untuk urusan sipil di wilayah Palestina, COGAT, mengatakan jumlah izin pedagang...
AFP/Khalil Mazraawi.

Didera Isu Korupsi, Ikhwanul Muslimin bakal Terpecah Menjadi Dua?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:49 WIB
Mounir menunjuk Osama Suleiman dan Sohaib Abdel-Maqsoud yang berbasis di London sebagai juru bicara kelompok...
AFP/Joseph Prezioso.

Bulan Depan, AS Suntik Vaksin Covid-19 kepada Anak Usia 5-11

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:21 WIB
Tim ahli CDC akan bertemu pada 2-3 November mendatang. Badan tersebut diharapkan untuk membuat rekomendasi segera...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Rakyat Kalimantan Selatan Menggugat Gubernur

Sebanyak 53 warga terdampak bencana banjir dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan menggugat Gubernur Sahbirin Noor.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya