Selasa 12 Oktober 2021, 17:17 WIB

Banjir Landa Tambang Batu Bara di Tiongkok, 15 Orang Tewas 

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Banjir Landa Tambang Batu Bara di Tiongkok, 15 Orang Tewas 

AFP
Petugas berupaya melakukan evakuasi di tengah banjir yang melanda wilayah Tiongkok.

 

SEBANYAK 15 orang dilaporkan tewas selama hujan lebat dan banjir yang melanda Shanxi, wilayah utara Tiongkok utara pada awal bulan ini.

Wilayah yang cenderung kering itu sudah diguyur hujan dalam sepekan terakhir. Banjir melanda wilayah kaya batu bara pun berpotensi mengakibatkan krisis energi nasional. Diketahui pada Juli lalu, terjadi banjir besar di wilayah Henan yang menewaskan lebih dari 300 orang.
 
“Sedikitnya 60 pertambangan batu bara di provinsi tersebut harus ditutup sementara karena banjir. Namun, saat ini ada empat tambang yang sudah kembali beroperasi normal,” ujar pejabat manajemen darurat setempat, Wang Qirui, dalam konferensi pers.

Baca juga: Terkendali, Tiongkok Laporkan tak ada Kasus Lokal Baru Covid-19

Lebih lanjut, dia melaporkan sekitar 19.000 bangunan hancur akibat cuaca ekstrem, dengan 18.000 bangunan lainnya rusak parah. "15 orang tewas akibat bencana itu dan tiga orang masih dinyatakan hilang," tambahnya.

Setidaknya 1,75 juta penduduk di seluruh provinsi telah terkena dampak banjir, dengan 120.000 dievakuasi dengan aman, menurut Wang.

Beberapa foto yang diterbitkan surat kabar Shanxi Evening News, menunjukkan polisi lalu lintas menggendong anak-anak sekolah saat mengarungi banjir setinggi pinggang. Wilayah Shanxi dilanda hujan tiga kali lipat dari rata-rata curah hujan bulanan pada Oktober ini. 

Baca juga: Topan Kompasu Mendekat, Masyarakat Hong Kong Lakukan Antisipasi

Pemerintah provinsi menyatakan bahwa curah hujan di wilayah tersebut telah memecahkan rekor di beberapa daerah. Adapun beberapa wilayah di Tiongkok juga mengalami banjir parah. Seperti, ribuan orang yang terpaksa dievakuasi dari Hubei dan Sichuan akibat hujan deras pada musim panas ini.

Kalangan ahli menilai peristiwa cuaca aneh, seperti banjir besar dan kekeringan, semakin menjadi ancaman di wilayah Tiongkok. Secara umum, kondisi itu disebabkan perubahan iklim.(Straitstimes/OL-11)

 

Baca Juga

Paul ELLIS / AFP

Inggris Mencatat 44.985 Kasus Baru Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:57 WIB
Dengan begitu, jumlah total kasus virus korona di negara Inggris menjadi 8.734.934, menurut angka resmi yang dirilis pada Sabtu...
AFP/Handout / Colombian army

Gembong Narkoba Paling Diburu di Kolombia Ditangkap

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 10:30 WIB
Penangkapan Otoniel itu merupakan kemenangan besar bagi pemerintahan Presiden Ivan Duque, yang negaranya merupakan pengimpor kokain...
AFP

Junta Myanmar Tegaskan tidak Ada Negosiasi dengan Pembangkang

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 24 Oktober 2021, 09:25 WIB
Negara di Asia Tenggara itu berada dalam kekacauan sejak kudeta, Februari lalu. Lebih dari 1.100 orang tewas dalam tindakan keras terhadap...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya