Selasa 12 Oktober 2021, 13:15 WIB

Amnesty Desak Iran Setop Eksekusi Pria Membunuh pada Umur 17

Mediaindonesia.com | Internasional
Amnesty Desak Iran Setop Eksekusi Pria Membunuh pada Umur 17

DOK Amnesty International.
Ilustrasi.

 

AMNESTY International pada Senin (11/10) meminta Iran untuk menghentikan rencana eksekusi seorang pria yang ditangkap pada usia 17 tahun dan dijatuhi hukuman mati dalam pengadilan yang dinilainya sangat tidak adil.
Arman Abdolali telah dipindahkan ke sel isolasi di penjara, Karaj, barat Teheran, dalam persiapan untuk eksekusi pada Rabu (13/10).

"Waktu semakin cepat habis. Pihak berwenang Iran harus segera menghentikan semua rencana untuk mengeksekusi Arman Abdolali," kata Diana Eltahawy, wakil direktur Amnesty untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, kelompok hak asasi yang berbasis di London.

"Penggunaan hukuman mati terhadap orang-orang yang berusia di bawah 18 tahun pada saat kejahatan itu dilakukan dilarang menurut hukum internasional dan merupakan serangan yang menjijikkan terhadap hak-hak anak," katanya dalam suatu pernyataan. Abdolali telah dijatuhi hukuman mati dua kali sebelumnya--pada Juli 2021 dan Januari 2020--tetapi eksekusinya dihentikan setelah kecaman internasional. Ia dihukum karena membunuh pacarnya.

"Tindakan global membantu menghentikan eksekusi Arman Abdolali yang dijadwalkan sebelumnya. Kami sekarang mendesak komunitas internasional, termasuk PBB dan UE, untuk segera turun tangan menyelamatkan nyawanya."

Amnesty mengatakan Abdolali pertama kali dijatuhi hukuman mati pada Desember 2015 setelah dinyatakan bersalah atas pembunuhan dalam pengadilan yang sangat tidak adil. Ini karena, kata Amnesty, pengadilan mengandalkan pengakuan yang tercemar oleh penyiksaan setelah pacarnya menghilang pada tahun sebelumnya.

Mahkamah Agung memberinya pengadilan ulang dalam kasus yang sebagian besar berfokus pada keraguan tentang kedewasaannya pada saat kejahatan, tambahnya dalam pernyataan itu. Pada persidangan ulang, pengadilan memutuskan bahwa tanggung jawab pidananya berdiri tanpa ada bukti untuk menentukan kedewasaannya bertahun-tahun setelah kejahatan.

Baca juga: Setelah Tiongkok, Iran Siap Sepakati Kerja Sama dengan Rusia

"Mengingat proses yang sangat cacat ini, Amnesty International juga meminta pihak berwenang Iran untuk membatalkan hukuman Arman Abdolali dan memberinya pengadilan ulang sesuai dengan standar pengadilan yang adil," kata kelompok itu. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Alberto Pizzoli

Paus Fransiskus Kecam Serangan di Norwegia, Afghanistan dan Inggris

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 22:04 WIB
Paus Fransiskus pada Minggu (17/10) mengecam serangan yang baru saja terjadi di Norwegia, Afghanistan dan...
AFP/Dean Kassim

Brunei Catat Angka Tertinggi Kasus Harian Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 20:43 WIB
Brunei mencatat angka tertinggi kasus harian covid-19, yakni 504 kasus, pada Minggu (17/10), sehingga totalnya menjadi 10.860...
AFP/Yuri Kadobnov

Rekor Baru Kasus Harian Covid-19 Rusia, Tembus 34.303

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 19:01 WIB
Rusia melaporkan rekor 34.303 kasus harian covid-19 sejak awal pandemi, menurut data Satgas covid-19 pemerintah pada Minggu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya