Senin 04 Oktober 2021, 09:54 WIB

Delapan Orang Tewas di India Pasca-Bentrokan Aksi Protes Petani

 Nur Aivanni | Internasional
Delapan Orang Tewas di India Pasca-Bentrokan Aksi Protes Petani

Narinder NANU / AFP
Para petani di Negara Bagian Punjab, India, juga memprotes pemerintah setempat dan mendesak padi mereka dibeli pemerintah.

 

SEDIKITNYA delapan orang tewas di India utara pada Minggu (3/10) setelah bentrokan pecah saat aksi protes petani, kata para pejabat kepada media lokal.

Bentrok tersebut menjadi eskalasi mematikan terkait perlawanan para petani yang menolak undang-undang pertanian yang kontroversial dalam setahun terakhir.

Kejadian diawali saat para petani berkumpul untuk demonstrasi di Distrik Lakhimpur Kheri, Negara Bagian Uttar Pradesh, saat bersamaan Menteri Dalam Negeri Junior, Ajay Mishra, dan Wakil Kepala Menteri Negara Bagian, Keshav Prasad Maurya, akan berkunjung.

Ketika iring-iringan kendaraan pejabat datang bentrok pun terjadi. Iring-ringan kendaraan merupakan bagian dari konvoi Wakil Kepala Menteri Mishra.

"Delapan orang tewas dalam insiden Lakhimpur hari ini. Dari delapan, empat orang adalah petani dan empat lainnya adalah orang yang berada di dalam kendaraan," kata Direktur Jenderal Polisi Uttar Pradesh, Mukul Goel, kepada saluran berita televisi CNN-News18.

Kelompok tani mengatakan bahwa putra Mishra telah berada di dalam mobil dalam konvoi menteri tersebut, atau mobil yang dikendarai putra Mishra menabrak empat pengunjuk rasa. Empat petani yang berunjuk rasa tewas.

Demonstran yang marah pun kemudian membakar mobil itu. Bentrokan yang tak terhindari pun menambah empat orang lagi yang tewas dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Video yang dibagikan di media sosial konon dari protes menunjukkan petani dan mobil yang berlumuran darah terbakar.

Namun Mishra membantah klaim yang dinyatakan para petani tersebut. Mishra justru mengatakan kepada media lokal bahwa para demonstran telah menyerang konvoi tersebut.

Para demostran juga menyerang tiga pekerja dari partai yang berkuasa, Partai Bharatiya Janata, dan seorang pengemudi.

Kepala Menteri Uttar Pradesh, Yogi Adityanath, menyebut insiden itu sangat miris dan disayangkan seraya meminta ketenangan.

"Sebelum melompat ke kesimpulan apa pun, harap tunggu penyelidikan yang sedang berlangsung dan tindakan selanjutnya," cuitnya di Twitter pada Minggu (3/10) malam dalam bahasa Hindi.

Layanan internet di daerah itu diputus, dan jalan-jalan ke ibu kota negara bagian Uttar Pradesh, Lucknow, ditutup untuk meredam pecahnya kekerasan lebih lanjut, lapor media lokal.

Para pemimpin oposisi dan ketua serikat petani mengatakan mereka sedang menuju ke Lakhimpur Kheri.

Para petani pekan lalu menandai peringatan pertama persetujuan presiden terhadap undang-undang yang menderegulasi sektor pertanian, yang telah lama menjadi ladang ranjau politik dan mempekerjakan sekitar dua pertiga dari 1,3 miliar penduduk India.

Pemerintah Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan industri itu sangat tidak efisien dan membutuhkan reformasi. Tetapi para pengunjuk rasa khawatir perubahan itu akan membuat mereka bergantung pada perusahaan besar. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Jaafar Ashtiyeh.

Pemukiman Israel akan Percepat Implementasi Ultimatum Presiden Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 21:36 WIB
Abbas berargumen bahwa jika kondisi itu tidak terpenuhi, pengakuan atas Palestina terkait perbatasan pada 1967 mungkin bisa...
PETIT TESSON / POOL / AFP

Uni Eropa akan Buka Misi Diplomatik Bersama di Afghanistan

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 17:30 WIB
Barat telah lama mencari cara untuk terlibat dengan Taliban setelah kelompok itu mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada...
Hector RETAMAL / AFP

Taliban Keluarkan Dekrit Wanita Tidak Boleh Dipaksa Menikah

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 04 Desember 2021, 14:38 WIB
Pemerintah Taliban Afghanistan mengeluarkan dekrit tentang hak-hak perempuan yang menyatakan bahwa perempuan tidak boleh dianggap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya