Kamis 23 September 2021, 12:27 WIB

Bahas Krisis Rohingya, Menlu Sampaikan Dua Hal yang Perlu Jadi Perhatian Dunia

Nur Aivanni | Internasional
Bahas Krisis Rohingya, Menlu Sampaikan Dua Hal yang Perlu Jadi Perhatian Dunia

AFP/Munir Uz zaman
Sebuah keluarga Roingya beristirahat di tenda penampungan di Cox's Bazar, Bangladesh.

 

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi menghadiri pertemuan High Level Event on Rohingya Crisis di sela-sela sidang Majelis Umum PBB, Rabu (22/9). 

Dalam pertemuan tersebut, dia menyampaikan apresiasi dari Indonesia kepada pemerintah dan rakyat Bangladesh yang telah bersedia menampung pengungsi Rohingya.

"Saya menyampaikan rakyat Rohingya sudah menderita cukup lama dan, sampai saat ini, belum ada perkembangan perbaikan yang signifikan. Kondisi pengungsi Rohingya sangat mengkhawatirkan terlebih di masa pandemi ini. Situasi di Cox’s Bazar sangat rentan terpapar covid-19 dan tingkat vaksinasi masih rendah," katanya saat menyampaikan keterangan pers secara virtual, Kamis (23/9).

Baca juga: Di Pertemuan Menlu G20, Retno Ingatkan Taliban Penuhi Janjinya

Untuk diketahui, pertemuan tersebut dihadiri Menlu Brunei sebagai Utusan Khusus ASEAN untuk Myanmar, Menlu Turki, Menlu Gambia, Menlu Inggris, dan Sekjen OKI. 

Acara itu diselenggarakan bersama oleh Bangladesh, Turki, Arab Saudi, Indonesia, Gambia, Inggris, Irlandia, Uni Eropa, dan Sekretariat OKI.

Dalam pertemuan mengenai Rohingya itu, Retno menyampaikan dua hal yang harus menjadi perhatian dunia internasional. Pertama, bantuan untuk mengatasi covid-19. 

"Untuk itu, vaksinasi, alat kesehatan dan obat-obatan harus disalurkan segera ke Cox’s Bazar. Masyarakat Internasional harus bekerja sama untuk memastikan pengungsi Rohingya dapat segera memperoleh akses vaksin," ucapnya.

Kedua, kata Retno, masyarakat internasional harus dapat membantu menciptakan kondisi yang mendukung bagi kembalinya pengungsi Rohingnya ke rumah mereka, yaitu di Myanmar. 

"Dalam konteks inilah, saya menekankan pentingnya segera diselesaikan krisis politik yang saat ini terjadi di Myanmar, antara lain melalui implementasi Five Points of Consensus. Krisis politik yang berkepanjangan akan menghambat upaya repatriasi," terangnya.

Selain itu, Retno juga mendorong masyarakat internasional untuk mendukung kerja AHA Center yang saat ini sedang melakukan penyaluran bantuan kemanusiaan di Myanmar termasuk kepada rakyat Rohingya di Myanmar.

"Sebagai catatan, dapat saya sampaikan bahwa dalam setiap pertemuan yang membahas krisis politik di Myanmar, Indonesia selalu mengingatkan bahwa masih adanya satu PR besar yang jangan sampai dikesampingkan, yaitu penyelesaian masalah Rohingya," ungkapnya. (OL-1)

Baca Juga

AFP

Angkatan Bersenjata Sudan Tahan Perdana Menteri dan Pejabat Lainnya

👤Nur Aivanni 🕔Senin 25 Oktober 2021, 16:21 WIB
Puluhan demonstran membakar ban mobil saat mereka berkumpul di jalan-jalan ibu kota untuk memprotes penahanan tersebut, menurut seorang...
Ist/Greenbiz

ASEAN Harus Siap Hadapi Disrupsi Ekonomi dengan Sejumlah Tantangan

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 25 Oktober 2021, 16:16 WIB
Digitalisasi bergantung sekali pada energi. Sedangkan energi sendiri harus ditunjang availability. Dekarbonisasi adalah kunci untuk...
Biro Pers Sekretariat Presiden/ Rustam

Presiden: ASEAN Harus Maju Bersama

👤Andhika prasetyo 🕔Senin 25 Oktober 2021, 15:58 WIB
Yang pertama adalah penanganan kesehatan yang tidak boleh mengendur meski situasi sudah mulai...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Proyek Strategis Terus Melaju

Pemerintah perlu melakukan berbagai langkah extraordinary agar realisasi PSN dapat berjalan lebih maksimal.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya