Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTREAN panjang terjadi di supermarket dan pom bensin wilayah Yangon pada Selasa waktu setempat. Situasi itu menyusul deklarasi pemerintah bayangan Myanmar terkait perang defensif rakyat melawan junta.
Dalam pesan video yang disiarkan secara virtual, penjabat Presiden Pemerintah Persatuan Nasional (NUG), Duwa Lashi La, menyatakan keadaan darurat, yang hanya akan berakhir jika pemerintahan sipil kembali berkuasa.
Lebih lanjut, dia memperingatkan pegawai negeri agar tidak pergi ke kantor. Serta, mendesak warga untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu dan menyimpan kebutuhan pokok.
Baca juga: Pemerintah Bayangan Myanmar Serukan Perlawanan terhadap Junta Militer
Dia pun meminta kelompok perlawanan bersenjata anti-junta untuk menumpas pasukan junta di wilayah masing-masing. Berikut, organisasi etnis bersenjata Myanmar untuk segera menyerang junta melalui berbagai metode.
"Saya percaya bahwa negara-negara tetangga kami, negara-negara ASEAN, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan semua negara lain di seluruh dunia, memahami bahwa kami melakukannya karena kebutuhan," pungkas Duwa.
Pengumuman itu memicu panic buying di wilayah Yangon. Banyak orang langsung membeli beras, minyak goreng, makanan kering, hingga obat-obatan. Antrean panjang kendaraan juga terpantau di sekitar SPBU, lantaran masyarakat berusaha mengamankan stok bahan bakar.
Deklarasi NUG muncul seminggu sebelum pertemuan Majelis Umum PBB di New York. Adapun NUG bersaing dengan junta militer, agar diakui sebagai perwakilan sah Myanmar. NUG terdiri dari anggota parlemen yang digulingkan kudeta militer sejak Februari lalu.
Baca juga: Utusan Khusus Tiongkok Kunjungi Myanmar Selama Seminggu
Struktur NUG juga mencakup kalangan aktivis dan intelektual masyarakat sipil yang bersekutu. Baik NUG maupun junta militer Myanmar saling menuding satu sama lain sebagai teroris.
ASEAN diketahui tengah mengatur bantuan kemanusiaan untuk Myanmar, setelah blok tersebut menunjuk Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam Erywan Yusof, sebagai utusan khusus untuk memfasilitasi dialog politik. Proposal gencatan senjata selama empat bulan di Myanmar bertujuan memastikan keselamatan pekerja kemanusiaan yang memberikan bantuan.
Gagasan tersebut tidak ditentang junta militer. Di lain sisi, belum diketahui apakah deklarasi NUG akan memicu gelombang bentrokan bersenjata. Lebih dari 170 pasukan pertahanan rakyat (PDF) semi-otonom lokal telah melancarkan serangan gerilya terhadap pasukan dan petugas polisi dalam beberapa bulan terakhir.(Straitstimes/OL-11)
Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 79,9 persen. Pengamat menilai keberanian pemberantasan korupsi diapresiasi.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily membuka P3N Angkatan ke-27 dengan harapan melahirkan pemimpin nasional berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Prabowo juga melantik Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK).
KPU proses penyusunan peraturan teknis penyelenggaraan pemilu atau legal drafting akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan dilakukan secara terbuka.
Koalisi masyarakat sipil mendesak Presiden Prabowo Subianto menarik militer dari wilayah dan urusan sipil, dengan mengembalikan TNI dalam fungsi konstitusionalnya.
Wamenkum Sebut RUU KUHAP Berasal dari Usulan Masyarakat
KANTOR Kontras di Jalan Kramat II, Kwitang, Jakarta Pusat didatangi tiga orang tidak dikenal pada Minggu (16/3) dini hari, sekitar pukul 00.16 WIB
KETUA Komisi I DPR RI Utut Adianto menyikapi adanya kritik dan aksi protes yang disampaikan Koalisi Masyarakat Sipil, khususnya KontraS terhadap revisi UU TNI.
PENURUNAN skor dan peringkat Indonesia dalam indeks demokrasi 2024 yang dirilis Economist Intelligence Unit (EIU) menunjukkan adanya proses otoritarianisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved