Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Recep Tayyip Erdogan, pada Jumat, mengatakan Turki telah mengadakan pembicaraan pertamanya dengan Taliban di Kabul. Pembicaraan tersebut diadakan di bagian militer bandara Kabul, di mana kedutaan Turki ditempatkan sementara.
"Kami telah mengadakan pembicaraan pertama kami dengan Taliban, yang berlangsung 3,5 jam," kata Erdogan kepada wartawan.
"Jika perlu, kami akan memiliki kesempatan untuk mengadakan pembicaraan seperti itu lagi," ucapnya.
Menanggapi kritik domestik atas keterlibatan Turki dengan kelompok pemberontak itu, Erdogan mengatakan Ankara "tidak memiliki kemewahan" untuk berdiam diri di wilayah yang bergejolak itu.
"Anda tidak dapat mengetahui apa harapan mereka atau apa harapan kami tanpa berbicara. Apa itu diplomasi, kawan? Ini diplomasi,” tutur Erdogan.
Turki telah merencanakan untuk membantu mengamankan dan menjalankan bandara Kabul. Namun, pada Rabu, Turki mulai menarik pasukan keluar dari Afghanistan.
Baca juga: Permusuhan ISIS terhadap Taliban
Erdogan kemudian mengatakan dalam konferensi pers selama kunjungannya ke Bosnia dan Herzegovina bahwa Turki telah mengevakuasi warga sipil dan tentara Turki dari Afghanistan.
"Kami telah membawa warga sipil kami kembali. Sekarang sejumlah kecil staf teknis tetap ada (di sana). Di luar ini, semua tim kami telah ditarik dari Afghanistan," tukasnya, Jumat (27/8).
Sebelumnya, pada Jumat, Presiden Turki mengatakan Taliban ingin mengawasi keamanan di bandara, sambil menawarkan opsi kepada Ankara untuk menjalankan logistiknya.
Namun dia mengatakan serangan bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 85 orang, termasuk 13 tentara AS, di luar bandara pada hari-hari terakhir upaya evakuasi yang mendesak, menunjukkan pentingnya mengetahui rincian bagaimana hub udara akan diamankan.
"Mereka berkata: 'Kami akan memastikan keamanan, Anda mengoperasikan (bandara)'. Kami belum membuat keputusan tentang masalah ini," ucap Erdogan.
Pada Jumat, Erdogan juga mengkritik AS setelah serangan itu ketika dia menekankan pentingnya memastikan orang-orang Afghanistan hidup dalam damai.(AFP/OL-5)
Fenomena lithospheric dripping ini juga memperlihatkan suatu hubungan menarik antara pengangkatan dataran tinggi dan penurunan cekungan di area yang sama.
Penghentian penyelidikan antidumping oleh Turki menjadi penegasan atas meningkatnya kredibilitas produk baja nirkarat Indonesia di pasar internasional.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Presiden Donald Trump umumkan tarif impor 25% bagi negara mana pun yang berbisnis dengan Iran. Langkah ini diambil di tengah wacana opsi militer AS ke Teheran.
Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, membahas situasi Gaza dan rencana Pasukan Stabilisasi Internasional.
Menlu RI Sugiono menegaskan posisi Turki sebagai mitra strategis Indonesia sekaligus menyampaikan komitmen pemerintah memperdalam kerja sama bilateral.
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Afghanistan utara dekat Mazar-i-Sharif. Belum ada laporan korban.
Shehbaz menegaskan kembali bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tetapi terus menghadapi terorisme lintas batas yang berasal dari tanah Afghanistan.
Islamabad mengajukan agenda tunggal yang berfokus langsung pada pembongkaran jaringan teroris, terutama yang berafiliasi dengan faksi Gul Bahadur dan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Pertempuran darat sengit antara Afghanistan dan Pakistan terjadi setelah Pakistan menuntut Kabul mengendalikan kelompok militan yang meningkatkan serangan di Pakistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved