Kamis 26 Agustus 2021, 10:50 WIB

Kerusuhan di Perbatasan Gaza-Israel, 20 Warga Palestina Terluka

Nur Aivanni | Internasional
Kerusuhan di Perbatasan Gaza-Israel, 20 Warga Palestina Terluka

AFP
Warga Palestina berunjukrasa di perbatasan Gaza-Israel yang menimbulkan bentrokan dengan tentara Israel, Rabu (25/8)

 

SEKITAR 20 warga Palestina terluka dalam kerusuhan yang terjadi dengan pasukan Israel di perbatasan Gaza pada Rabu, menurut sumber-sumber medis.

Tentara Israel telah memperkuat divisi Gaza setelah kekerasan di perbatasan pada Sabtu, yang membuat seorang perwira Israel dalam kondisi kritis karena luka tembak dan menewaskan seorang warga Palestina berusia 32 tahun.

Ada indikasi bahwa Hamas, yang telah memerintah jalur yang diblokade Israel sejak 2007, ingin mencegah aksi protes pada Rabu meningkat.

Personel keamanan Hamas membentuk rantai manusia yang berusaha mencegah warga Palestina mendekati pagar perbatasan, meskipun bentrokan dengan pasukan Israel meletus ketika beberapa orang menerobos penghalang, melemparkan granat dan batu ke arah tentara, menurut seorang wartawan AFP.

Sumber medis Gaza mengatakan Israel menembakkan peluru tajam sebagai tanggapannya. Tentara Israel mengatakan di Twitter bahwa sekitar 1.000 perusuh dan demonstran turun ke jalan pada Rabu dan beberapa melemparkan bahan peledak dan membakar ban. Adapun perkiraan lain jumlah kerumunan tersebut sebanyak 3.000.

Saat berbicara kepada AFP menjelang demonstrasi pada Rabu, Juru Bicara Militer Israel Amnon Shefler mengatakan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan kerusuhan kekerasan itu terjadi lagi, seperti yang mereka lakukan pada Sabtu, di mana tentara menghadapi ancaman yang mematikan.

Israel menyerang empat sasaran Hamas dengan serangan udara pada Sabtu malam dan sekali lagi pada Senin-Selasa malam, sebagai tanggapan atas peluncuran balon pembakar yang memicu beberapa kebakaran di wilayah Eskhol, Israel.

Tidak ada korban yang dilaporkan dari serangan Israel yang terbaru itu.

Mesir, mediator utama antara Israel dan Hamas, menutup penyeberangan Rafah ke Gaza setelah kekerasan yang terjadi pada Sabtu.

Aksi protes itu terjadi tiga bulan setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir mengakhiri konflik yang berlangsung selama 11 hari antara Hamas dan Israel. Itu merupakan pertempuran terburuk antara kedua pihak dalam beberapa tahun. (AFP/OL-13)

Baca Juga: Muhammad Kece Ditahan di Rutan Bareskrim Polri

Baca Juga

Medcom.id/Annisa Ilustrasi virus korona (covid-19).

Malaysia Deteksi Kasus Pertama Varian Omicron

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 03 Desember 2021, 14:15 WIB
Portal berita Malaysiakini melaporkan, siswa tersebut saat ini dikarantina bersama dengan lima orang lainnya yang berada di bus bersama...
Medcom.id

AS Tidak Yakin akan Kesepakatan Nuklir Iran

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 03 Desember 2021, 09:58 WIB
Perdana Menteri Israel Naftali Bennett telah menyerukan penghentian pembicaraan, yang dilanjutkan pada hari Senin. Blinken menolak...
Medcom.id

Iran: Kesepakatan Nuklir Tergantung Niat Baik Pihak Barat

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Jumat 03 Desember 2021, 09:38 WIB
AS, yang secara sepihak menarik diri dari kesepakatan pada 2018, hanya berpartisipasi dalam pembicaraan secara tidak langsung atas desakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya