Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa, meminta negara-negara untuk melarang semua pengembalian paksa warga Afghanistan ke negara mereka yang dilanda konflik. Hal itu disampaikan menyusul pengambilalihan militer oleh Taliban yang memicu kepanikan di Kabul.
Badan pengungsi PBB mengatakan telah merilis imbauan untuk tidak kembali bagi warga Afghanistan, bersikeras tidak ada warga negara Afghanistan yang harus dipaksa untuk kembali, termasuk pencari suaka yang klaimnya ditolak.
"Di tengah memburuknya situasi keamanan dan hak asasi manusia di sebagian besar negara dan keadaan darurat kemanusiaan yang sedang berlangsung, UNHCR menyerukan kepada negara-negara untuk menghentikan pemulangan paksa warga negara Afghanistan yang sebelumnya telah ditentukan tidak membutuhkan perlindungan internasional," kata Shabia Mantoo, juru bicara UNHCR kepada wartawan di Jenewa.
Dia menyambut baik fakta bahwa sejumlah negara Eropa telah menghentikan semua pengembalian paksa ke Afghanistan, dan menyuarakan harapan bahwa negara lain akan segera mengikutinya.
Puluhan ribu orang telah mencoba melarikan diri dari Afghanistan untuk melarikan diri dari pemerintahan Islam garis keras di bawah Taliban, atau takut akan pembalasan langsung karena berpihak pada pemerintah yang didukung AS yang memerintah selama dua dekade terakhir.
Baca juga : Lebih dari 600 Warga Afghanistan Berdesakan dalam Pesawat Militer AS
Bahkan sebelum kekacauan dalam beberapa hari terakhir, Mantoo mengatakan lebih dari 550.000 warga Afghanistan telah mengungsi akibat konflik dan ketidakamanan sejak awal tahun.
"Sementara warga sipil sejauh ini hanya melarikan diri secara sporadis dalam jumlah yang lebih sedikit ke negara-negara tetangga Afghanistan, situasinya terus berkembang pesat," katanya.
Taliban telah berusaha meyakinkan masyarakat internasional bahwa warga Afghanistan tidak boleh takut kepada mereka, tetapi PBB menyuarakan keprihatinan mendalam atas risiko pelanggaran hak terhadap warga sipil, khususnya perempuan dan anak perempuan dan mereka yang dianggap terkait dengan pemerintah Afghanistan, organisasi internasional atau pasukan militer.
"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberikan semua kemungkinan dukungan kepada mereka yang mungkin dalam bahaya," kata juru bicara kantor hak asasi PBB Rupert Colville kepada wartawan.
Dia juga mendesak Taliban untuk menghormati janji yang dibuat untuk menjadi inklusif, dan untuk memungkinkan perempuan dan anak perempuan untuk bekerja dan pergi ke sekolah. (AFP/OL-7)
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Sedikitnya 20 orang tewas dan lebih dari 500 terluka setelah gempa 6,3 SR mengguncang Mazar-e-Sharif, Afghanistan Utara.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 mengguncang wilayah utara Afghanistan dekat kota Mazar-i-Sharif. USGS memperingatkan potensi korban jiwa ratusan dan kerusakan meluas.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Afghanistan utara dekat Mazar-i-Sharif. Belum ada laporan korban.
Shehbaz menegaskan kembali bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tetapi terus menghadapi terorisme lintas batas yang berasal dari tanah Afghanistan.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved