Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB), pada Selasa, meminta negara-negara untuk melarang semua pengembalian paksa warga Afghanistan ke negara mereka yang dilanda konflik. Hal itu disampaikan menyusul pengambilalihan militer oleh Taliban yang memicu kepanikan di Kabul.
Badan pengungsi PBB mengatakan telah merilis imbauan untuk tidak kembali bagi warga Afghanistan, bersikeras tidak ada warga negara Afghanistan yang harus dipaksa untuk kembali, termasuk pencari suaka yang klaimnya ditolak.
"Di tengah memburuknya situasi keamanan dan hak asasi manusia di sebagian besar negara dan keadaan darurat kemanusiaan yang sedang berlangsung, UNHCR menyerukan kepada negara-negara untuk menghentikan pemulangan paksa warga negara Afghanistan yang sebelumnya telah ditentukan tidak membutuhkan perlindungan internasional," kata Shabia Mantoo, juru bicara UNHCR kepada wartawan di Jenewa.
Dia menyambut baik fakta bahwa sejumlah negara Eropa telah menghentikan semua pengembalian paksa ke Afghanistan, dan menyuarakan harapan bahwa negara lain akan segera mengikutinya.
Puluhan ribu orang telah mencoba melarikan diri dari Afghanistan untuk melarikan diri dari pemerintahan Islam garis keras di bawah Taliban, atau takut akan pembalasan langsung karena berpihak pada pemerintah yang didukung AS yang memerintah selama dua dekade terakhir.
Baca juga : Lebih dari 600 Warga Afghanistan Berdesakan dalam Pesawat Militer AS
Bahkan sebelum kekacauan dalam beberapa hari terakhir, Mantoo mengatakan lebih dari 550.000 warga Afghanistan telah mengungsi akibat konflik dan ketidakamanan sejak awal tahun.
"Sementara warga sipil sejauh ini hanya melarikan diri secara sporadis dalam jumlah yang lebih sedikit ke negara-negara tetangga Afghanistan, situasinya terus berkembang pesat," katanya.
Taliban telah berusaha meyakinkan masyarakat internasional bahwa warga Afghanistan tidak boleh takut kepada mereka, tetapi PBB menyuarakan keprihatinan mendalam atas risiko pelanggaran hak terhadap warga sipil, khususnya perempuan dan anak perempuan dan mereka yang dianggap terkait dengan pemerintah Afghanistan, organisasi internasional atau pasukan militer.
"Kami menyerukan kepada masyarakat internasional untuk memberikan semua kemungkinan dukungan kepada mereka yang mungkin dalam bahaya," kata juru bicara kantor hak asasi PBB Rupert Colville kepada wartawan.
Dia juga mendesak Taliban untuk menghormati janji yang dibuat untuk menjadi inklusif, dan untuk memungkinkan perempuan dan anak perempuan untuk bekerja dan pergi ke sekolah. (AFP/OL-7)
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
Hubungan Pakistan dan Afghanistan mencapai titik terendah. Islamabad meluncurkan serangan udara ke Kabul dan Kandahar sebagai balasan atas agresi Taliban.
MILITER Pakistan mengeklaim menewaskan sedikitnya 70 militan dalam serangan di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan pada Minggu (22/2) pagi.
PAKISTAN kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan dengan dalih memburu militan.
SERANGAN udara Pakistan ke wilayah Afghanistan kembali memicu ketegangan di perbatasan. Islamabad menyebut operasi itu menyasar kamp militan
Pakistan melancarkan serangan udara ke Nangarhar dan Paktika di Afghanistan. Kabul menuduh warga sipil tewas dan terluka, sementara Islamabad mengklaim operasi menargetkan TTP dan ISKP.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved