Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat siap untuk menerima ribuan warga Afghanistan. Kurang dari sebulan sebelum Amerika Serikat akan mengakhiri perang terlamanya, Departemen Luar Negeri AS memperluas penerimaan pengungsi di luar sekitar 20.000 warga Afghanistan yang telah mendaftar di bawah program untuk penerjemah yang membantu pasukan dan diplomat AS.
Departemen Luar Negeri mengatakan prioritas yang lebih besar sekarang juga akan diberikan kepada warga Afghanistan yang dipekerjakan oleh organisasi media yang berbasis di AS atau organisasi non-pemerintah atau pada proyek-proyek yang didukung oleh dana AS.
"Warga Afghanistan yang bekerja dengan Amerika Serikat atau Pasukan Bantuan Keamanan Internasional di beberapa titik sejak 2001 menghadapi ketakutan akut akan penganiayaan atau pembalasan yang kemungkinan akan tumbuh ketika pasukan koalisi meninggalkan negara itu," kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken kepada wartawan.
"Kami memiliki tanggung jawab khusus untuk individu-individu ini. Mereka mendukung kami. Kami akan mendukung mereka," ucapnya.
Namun dia mengakui tugas berat ke depan bagi para pencari suaka yang pertama-tama harus meninggalkan Afghanistan dan dalam banyak kasus harus menunggu lebih dari satu tahun untuk pemrosesan visa.
"Anda benar -- Ini sangat sulit," ucap Blinken.
"Seperti yang kita lihat lagi dan lagi, orang harus melakukan hal-hal yang sangat sulit untuk memastikan mereka dapat menemukan keselamatan dan keamanan, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk membantu mereka, termasuk membuat jalur kedatangan yang berbeda ke Amerika Serikat untuk kelompok orang ini menjadi mungkin," tuturnya.
Baca juga: AS: Afghanistan akan Jadi Negara Paria Jika Taliban Ambil Kendali
Blinken mengatakan Amerika Serikat juga akan mengizinkan lebih banyak warga Afghanistan yang bertugas sebagai penerjemah atau peran pendukung lainnya untuk pasukan koalisi pimpinan AS tetapi tidak memenuhi persyaratan sebelumnya.
Penerbangan kedua dari 400 penerjemah Afghanistan dan keluarga mereka tiba pada Senin di Amerika Serikat, setelah 200 orang mendarat pada Senin sebagai bagian dari apa yang disebut Operasi Pengungsi Sekutu.
Tidak seperti penerjemah, Amerika Serikat mengatakan tidak memiliki rencana segera untuk menerbangkan warga Afghanistan yang baru memenuhi syarat bahkan ketika Taliban merebut semakin banyak daerah perbatasan.
Pelamar tidak dapat meminta langsung untuk datang ke Amerika Serikat tetapi harus memiliki rujukan dari pemberi kerja saat ini atau sebelumnya. Begitu mereka berhasil sampai di luar Afghanistan, kata seorang pejabat AS, pemrosesan akan memakan waktu satu tahun hingga 14 bulan.
Pejabat AS lainnya mengatakan Washington telah meminta negara-negara lain termasuk Pakistan untuk menjaga perbatasan mereka tetap terbuka bagi mereka.(AFP/OL-5)
Presiden AS Donald Trump menyoroti risiko keselamatan yang mungkin mengintai para pemain timnas Iran selama turnamen Piala Dunia 2026 berlangsung.
Garda Revolusi Iran (IRGC) bersumpah tidak akan berhenti menyerang pangkalan AS dan Israel sampai musuh dikalahkan total. Simak update situasi terbaru di sini.
PRANCIS berada dalam posisi dilematis di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Emmanuel Macron mengkritik serangan militer terhadap Iran
Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan Iran hanya mengincar kemenangan atas AS dan Israel. Ia menuntut ganti rugi serangan dan pencabutan sanksi ekonomi.
Iran berencana menyerang pusat data dan infrastruktur serat optik di negara Arab yang digunakan militer AS. Ketegangan Timur Tengah meningkat pascaserangan Israel.
Presiden Masoud Pezeshkian ungkap 3 syarat akhiri perang dengan AS dan Israel. Militer Iran ancam serang titik ekonomi di Teluk Persia jika pelabuhan diincar.
Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu lebih dari empat jam untuk memadamkan api.
Banjir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat semakin parah dan meluas mengakibatkan ribuan rumah terus terandam banjir yang kerap terjadi tiap tahun
Berdasar catatan BPBD Pati, akibat banjir tersebut sebanyak 2.921 rumah warga terdampak dan 432 keluarga (1.060 jiwa) hingga saat ini masih mengungsi.
Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ketinggian air akibat luapan Kali Ciliwung yang merendam pemukiman warga sejak Jumat (23/10 malam.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved