Senin 26 Juli 2021, 08:56 WIB

AS Siap Lanjutkan Serangan Udara untuk Dukung Pasukan Afghanistan

Nur Aivanni | Internasional
AS Siap Lanjutkan Serangan Udara untuk Dukung Pasukan Afghanistan

WAKIL KOHSAR / AFP
Anggota militer Afghanistan menaiki helikopter siap melakukan operasi memerangi kelompok Taliban di Provinsi Helmand, Afghanistan.

 

AMERIKA Serikat (AS) akan melanjutkan serangan udara untuk mendukung pasukan Afghanistan memerangi Taliban yang gencar melakukan serangan di seluruh negeri.

Sejak awal Mei 2021, kekerasan meningkat setelah pemberontak melancarkan serangan besar-besaran hanya beberapa hari setelah pasukan asing pimpinan AS memulai penarikan terakhir mereka yang sekarang hampir selesai.

Dalam serangan beberapa bulan terakhir, kelompok Taliban berhasil merebut sejumlah distrik, penyeberangan perbatasan dan mengepung beberapa ibu kota provinsi.

"AS telah meningkatkan serangan udara untuk mendukung pasukan Afghanistan selama beberapa hari terakhir, dan kami siap untuk melanjutkan tingkat dukungan yang meningkat ini dalam beberapa minggu mendatang jika Taliban melanjutkan serangan mereka," kata Kepala Komando Pusat Angkatan Darat AS, Jenderal Kenneth McKenzie, kepada wartawan di Kabul.

McKenzie mengakui bahwa ada hari-hari yang sulit di depan bagi pemerintah Afghanistan. "Taliban berusaha menciptakan rasa keniscayaan tentang serangan mereka. Mereka salah," katanya.

"Kemenangan Taliban bukan tidak bisa dihindari," katanya, seraya menambahkan militer AS akan terus memberikan dukungan logistik kepada angkatan udara Afghanistan bahkan setelah akhir 31 Agustus 2021 ketika semua pasukan asing diperkirakan akan pergi.

Para ahli mengatakan faktor kunci yang membantu Taliban merebut petak wilayah yang luas dalam waktu singkat adalah kurangnya dukungan udara reguler dari pasukan AS kepada pasukan Afganistan.

Tetapi pada Minggu (25/7), McKenzie berjanji untuk mendukung angkatan udara Afghanistan ke depan. Angkatan udara AS, katanya, juga akan mempertahankan kemampuan untuk menyerang ke Afghanistan melawan dua kelompok lainnya Negara Islam (IS) dan Al-Qaeda.

McKenzie mengatakan akan menjadi jelas dalam beberapa hari dan minggu ke depan apakah pemerintah Afghanistan akan dapat mempertahankan negara itu dari Taliban.

"Saya tidak berpikir itu akan menjadi jalan yang mudah, (tapi) saya tidak menerima narasi bahwa akan ada perang saudara yang diperlukan," katanya.

Pernyataan McKenzie itu disampaikan ketika sekitar 22.000 keluarga mengungsi akibat pertempuran dalam sebulan terakhir di selatan kota Kandahar itu sendiri.

"Mereka semua telah pindah dari distrik kota yang bergejolak ke daerah yang lebih aman," kata Kepala Departemen Pengungsi Provinsi Dost Mohammad Daryab kepada AFP.

Pada Minggu (25/7), pertempuran berlanjut di pinggiran kota Kandahar, dan McKenzie mengakui bahwa angkatan udara AS telah melakukan serangan udara di provinsi tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Warga Kandahar Hafiz Mohammad Akbar mengatakan rumahnya telah diambil alih oleh Taliban setelah dia melarikan diri. "Mereka memaksa kami pergi. Saya sekarang tinggal bersama 20 anggota keluarga saya di sebuah kompleks tanpa toilet," kata Akbar. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Alberto Pizzoli

Paus Fransiskus Kecam Serangan di Norwegia, Afghanistan dan Inggris

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 22:04 WIB
Paus Fransiskus pada Minggu (17/10) mengecam serangan yang baru saja terjadi di Norwegia, Afghanistan dan...
AFP/Dean Kassim

Brunei Catat Angka Tertinggi Kasus Harian Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 20:43 WIB
Brunei mencatat angka tertinggi kasus harian covid-19, yakni 504 kasus, pada Minggu (17/10), sehingga totalnya menjadi 10.860...
AFP/Yuri Kadobnov

Rekor Baru Kasus Harian Covid-19 Rusia, Tembus 34.303

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 19:01 WIB
Rusia melaporkan rekor 34.303 kasus harian covid-19 sejak awal pandemi, menurut data Satgas covid-19 pemerintah pada Minggu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mengenal Skandal Menghebohkan Pandora Papers

Rahasia kekayaan para elite kaya yang berasal dari 200 negara dan wilayah di dunia terungkap melalui dokumen Pandora Papers

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya