Senin 02 Agustus 2021, 19:25 WIB

Penyanyi Hong Kong Anthony Wong Dituduh Tindak Pidana Korupsi

Mediaindonesia.com | Internasional
Penyanyi Hong Kong Anthony Wong Dituduh Tindak Pidana Korupsi

taiwannews.com.tw
Anthony Wong

 

Lembaga anti korupsi Hong Kong pada Senin (2/8) menuduh penyanyi dan aktivis pro-demokrasi terkenal, Anthony Wong, dengan "tindak pidana korupsi" pada kampanye pemilu 2018.

Tuduhan itu menjadi tindakan hukum terbaru yang dilakukan otoritas Hong Kong terhadap upaya pembangkangan.

Komisi Independen Pemberantasan Korupsi (ICAC) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Wong telah memberi "hiburan untuk mengajak orang memilih" aktivis pro-demokrasi Au Nok-hin dalam pemilihan legislatif 2018.

"Dalam kampanye itu, Wong menyanyikan dua lagu di panggung. Di akhir penampilannya, dia mengajak peserta kampanye untuk memilih Au dalam pemilihan," tulis ICAC, seraya menambahkan Wong telah melanggar Peraturan Korupsi dan Tindak Ilegal Pemilu.

Jika terbukti bersalah, penyanyi itu bisa dipenjara maksimal tujuh tahun dan didenda 500.000 dolar HK (sekitar Rp928,26 juta), menurut peraturan tersebut.

Wong, 59 tahun, yang mulai dikenal publik ketika berduet dengan Tat Ming Pair pada tahun 1980-an, tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya.

Au, yang memenangi pemilihan, juga dituntut. Keduanya dijadwalkan akan menjalani sidang pengadilan pada Kamis untuk menyampaikan pembelaan.

Au tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentarnya. Dia dipenjara 10 bulan pada April karena menyelenggarakan pertemuan tanpa izin.

Au ditangkap bersama 46 tokoh pro-demokrasi lainnya pada tahun ini atas dugaan konspirasi melakukan subversi berdasarkan undang-undang keamanan nasional yang dikeluarkan pada Juni tahun lalu untuk melarang pemisahan diri, subversi, terorisme, dan kolusi dengan pihak asing.

Pemerintah Hong Kong yang didukung Beijing mengatakan aksi protes pro-demokrasi mengancam stabilitas di bekas koloni Inggris itu dan tindakan terhadap beragam orang diperlukan untuk menegakkan undang-undang tersebut.

Dikenal sebagai penulis lagu dengan lirik yang sedih, Wong adalah pendukung kuat gerakan "Payung" pro-demokrasi Hong Kong pada 2014 dan protes anti Tiongkok pada 2019.

Dia juga menjadi advokat yang vokal untuk hak-hak LGBT.

Saat tampil menghibur dalam kampanye pada 2018, menurut video yang diunggah di halaman Facebook Au, Wong mengatakan kepada penonton sebelum menyanyikan lagu "A forbidden fruit per day" (satu buah terlarang per hari). "Lagu ini tentang pilihan, apakah masyarakat punya pilihan."

Selama bertahun-tahun, banyak aktivis pro-demokrasi terkemuka di kota itu telah ditahan, dipenjara atau dipaksa mengasingkan diri.

Surat kabar pro-demokrasi ternama, Apple Daily, ditutup pada Juni setelah beberapa editor seniornya ditangkap atas dasar keamanan nasional.

Jumat lalu, Tong Ying-kit, orang pertama yang divonis berdasarkan undang-undang keamanan, dihukum sembilan tahun penjara oleh majelis sembilan hakim dalam kasus terorisme dan hasutan untuk memisahkan diri dari Tiongkok. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

AFP

PM Australia Enggan Berbicara dengan Presiden Prancis di Pertemuan PBB

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 21 September 2021, 14:36 WIB
Padahal, Prancis tengah geram dengan Australia atas pembatalan kontrak pertahanan senilai US$40 miliar, yang dapat mengancam...
AFP/Parlemen Libanon.

Parlemen Libanon Setujui Pemerintahan Baru

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 21 September 2021, 14:30 WIB
Krisis ekonomi telah menghabiskan cadangan bank sentral, mendevaluasi mata uang lebih dari 90%, dan menjatuhkan tiga dari empat warga di...
AFP/Omar Haj Kadour.

Dua Komandan Jihadis Tewas dalam Serangan AS di Suriah

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 21 September 2021, 14:27 WIB
Serangan itu menargetkan kendaraan di jalan yang mengarah dari kota Idlib ke...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Awas Banjir Mengancam Kota Jakarta

KEKHAWATIRAN selalu menyelimuti sebagian warga Provinsi DKI Jakarta jika musim hujan kembali datang.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya