Rabu 28 Juli 2021, 22:52 WIB

Afrika Selatan Kecam Israel Berstatus Pengamat Resmi di Uni Afrika

Mediaindonesia.com | Internasional
Afrika Selatan Kecam Israel Berstatus Pengamat Resmi di Uni Afrika

AFP/Jaafar Ashtiyeh.
Tentara Israel membubarkan demonstran Palestina di desa Ain al-Helwa, Lembah Yordan, selama protes terhadap pemukiman Israel, Selasa (27/7).

 

AFRIKA Selatan pada Rabu (28/7) dengan keras menolak keputusan sepihak minggu lalu oleh Komisi Uni Afrika (UA) untuk memberikan Israel status pengamat resmi di organisasi kontinental tersebut.

Dalam pernyataan tegas, kekuatan utama benua itu yang tahun lalu memegang kepresidenan UA bergilir setiap tahun mengaku terkejut dengan keputusan Komisi UA yang tidak adil dan tidak beralasan untuk memberikan status pengamat Israel di organisasi itu.

UA memberikan Israel status pengamat pada Kamis pekan lalu. Langkah ini diharapkan kedua pihak akan memungkinkan Israel untuk lebih membantu UA memerangi pandemi virus korona dan terorisme di benua itu.

"Keputusan untuk memberikan status pengamat kepada Israel bahkan lebih mengejutkan dalam satu tahun saat orang-orang Palestina yang tertindas diburu oleh pengeboman yang merusak dan melanjutkan pemukiman ilegal di tanah itu," kata Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan. Negara itu mengecam langkah itu sebagai tidak dapat dijelaskan dan tidak bisa dipahami.

Baca juga: Israel akan Keluarkan 16.000 Izin Kerja untuk Warga Palestina

Afrika Selatan mendukung perjuangan Palestina dengan hubungan diplomatik formal yang didirikan pada 1995, setahun setelah berakhirnya apartheid, dan menarik kedutaannya di Tel Aviv pada 2019. Palestina sudah memiliki status pengamat di UA dan bahasa pro-Palestina biasanya ditampilkan dalam pernyataan yang disampaikan pada KTT tahunan UA.

Komisi UA mengambil keputusan secara sepihak tanpa berkonsultasi dengan anggotanya, menurut Afrika Selatan.
Afrika Selatan akan meminta Moussa Faki Mahamat, ketua Komisi UA, untuk memberi tahu negara-negara anggota tentang keputusan tersebut dan berharap masalah itu akan dibahas di tingkat kepala negara dan pemerintahan.

Baca juga: Hukum Gaza, Israel Kurangi Zona Penangkapan Ikan

"Afrika Selatan sangat yakin bahwa selama Israel tidak mau merundingkan rencana perdamaian tanpa prasyarat, negara itu tidak boleh memiliki status pengamat di AU," katanya. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Antara/Hefri Anies

Moratorium Penangkapan Ikan di LCS dicabut, Kemenlu Pastikan Tindak Tegas Jika ada Pelanggaran

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 19 September 2021, 19:15 WIB
"Apabila kegiatan penangkapan ikan dilakukan di EEZ (Zona Ekonomi Ekslusif) Indonesia akan dilakukan penegakan hukum,"...
AFP/Delil Souleiman.

ISIS Klaim Serang Pipa Gas Suriah

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 19 September 2021, 18:35 WIB
Serangan terhadap pipa gas pada Jumat (18/9) malam dengan alat peledak menyebabkan stasiun itu berhenti beroperasi untuk...
AFP/Ted Aljibe.

Manny Pacquiao Umumkan Maju sebagai Calon Presiden Filipina 2022

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 19 September 2021, 18:26 WIB
Kemampuan tinjunya bersama dengan memerangi kemiskinan dan korupsi kemungkinan akan menjadi tema utama...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya