Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Dari Labuan Bajo sampai Afrika, Ini 20 Destinasi Wisata Terbaik  Tahun 2026

Cornelius Juan Prawira
12/12/2025 09:37
Dari Labuan Bajo sampai Afrika, Ini 20 Destinasi Wisata Terbaik  Tahun 2026
Pulau Pandar(Dok.Mi)

KEINDAHAN wisata Indonesia kembali menjadi sorotan global pada 2026. Labuan Bajo, popularitasnya naik karena menawarkan laut biru jernih, gugusan pulau eksotis, dan akses menuju habitat komodo. Kombinasi budaya lokal dan alam menjadikan Indonesia masuk destinasi utama wisatawan dunia.

Tahun 2026 bukan hanya Indonesia. Perjalanan global dilakukan jurnalis BBC untuk menyambangi berbagai destinasi di seluruh dunia. Masing-masing menawarkan pengalaman spektakuler dengan pelestarian budaya, lingkungan, dan komunitas lokal.

20 Tempat Terbaik Dunia untuk Dijunjungi 2026

Dari gurun Afrika hingga pulau-pulau Polinesia, berikut 20 tempat terbaik di dunia untuk dikunjungi pada 2026: 

1. Abu Dhabi, Uni Emirat Arab

Tahun 2026 menjadi masa emas bagi Abu Dhabi, terutama bagi pecinta seni dan budaya. Distrik Budaya Saadiyat memasuki fase penting dengan dibukanya museum digital raksasa TeamLab Phenomena, menyusul Museum Nasional Zayed yang merayakan sejarah dan visi pendiri negara. Museum Sejarah Alam Abu Dhabi dan Guggenheim Abu Dhabi juga menambah daya tarik kota ini. Di luar museum, Pulau Yas berkembang menjadi pusat hiburan global dengan zona bertema Harry Potter di Warner Bros World, perluasan wahana air, hingga rencana Disneyland pertama di Timur Tengah.

2. Aljazair

Aljazair, “putri tidur” pariwisata Afrika, akhirnya bangun. Negara ini membuka akses visa kedatangan untuk tur terorganisir, memperkenalkan maskapai domestik baru, dan memperkuat pelestarian budaya termasuk 460.000 pengrajin nasional. Destinasi unggulannya: Aljir yang sarat sejarah, situs Romawi Timgad dan Djémila yang masih sepi, serta kota oasis Djanet yang menjadi gerbang menuju lautan pasir Sahara yang megah.

 3. Lembah Colchagua, Cile

Dua jam dari Santiago, Lembah Colchagua identik dengan anggur kelas dunia, hacienda bersejarah, dan lanskap indah dari Andes hingga Samudra Pasifik. Kejayaan kulinernya dipandu oleh nama besar seperti Francis Mallmann, sementara kebun anggur seperti Clos Apalta menawarkan akomodasi mewah di tengah tanaman Carménère dan Cabernet. Tambahkan rodeo gaucho dan langit cerah untuk pengamatan bintang, dan Colchagua menjadi surga pecinta budaya dan anggur.

4. Kepulauan Cook

Negara Polinesia kecil yang ramah dan damai ini menawarkan surga laguna biru, gunung hijau, dan budaya yang hangat. Tahun 2026 diwarnai peningkatan pelestarian lingkungan, termasuk perluasan perlindungan Marae Moana serta penghentian eksplorasi tambang laut dalam hingga 2032. Akses baru dari Brisbane dan Honolulu membuat Rarotonga dan Aitutaki semakin mudah dijangkau.

 5. Kosta Rika

Negara tropis dengan salah satu keanekaragaman hayati terkaya di dunia ini berada di momen penting. Rencana Dekarbonisasi Nasional dan perluasan kawasan lindung darat-laut menjadikan Kosta Rika destinasi regeneratif. Di Semenanjung Osa, wisatawan bisa menjumpai jaguar, hiu migrasi, monyet, hutan bakau, dan eco-lodge yang menggabungkan petualangan dengan pelestarian.

6. Hebrides, Skotlandia

Kepulauan ini menawarkan kombinasi sempurna antara alam liar Atlantik, lingkaran batu kuno Calanais, dan tradisi penyulingan wiski yang tengah berkembang pesat. Di Barra, pengunjung bisa mendarat di landasan pacu pantai, sementara Islay bersiap membuka penyulingan baru dan hotel bertema wiski pertama di pulau itu.

7. Ishikawa, Jepang

Setelah gempa 2024, Ishikawa bangkit kembali dengan ajakan untuk mengunjungi kawasan yang sedang memulihkan diri. Kanazawa menawarkan taman klasik, kerajinan emas, dan budaya tradisional. Noto mengajak pengunjung tinggal di rumah-rumah pertanian, ikut menanam padi, serta mendukung produsen sake legendaris yang kembali bangkit lewat inisiatif “Don’t Stop Noto Sake”.

8. Kepulauan Komodo, Indonesia

Salah satu kebanggaan Indonesia. Tahun 2026 menandai 45 tahun Taman Nasional Komodo dengan fokus besar pada konservasi naga Komodo dan terumbu karang yang rentan. Penerbangan langsung dari Singapura dan Malaysia menambah kemudahan akses. Wisatawan bisa menjelajah dengan kapal phinisi, snorkeling dengan pari manta, dan mendukung komunitas lokal melalui wisata berbasis konservasi.

9. Loreto, Baja California Sur, Meksiko

Loreto adalah contoh sukses konservasi berbasis komunitas. Taman Nasional Teluk Loreto melindungi paus biru, penyu laut, dan singa laut. Dua taman nasional baru akan memperluas kawasan lindung. Mantan nelayan menjadi pemandu alam yang memimpin tur kayak, pengamatan paus, dan proyek sains warga, membuat pengalaman wisata menjadi kolaborasi langsung dengan komunitas.

10. Montenegro

Teluk Kotor yang dramatis menjadi magnet utama, tetapi 2026 mendorong wisatawan menjelajahi pedalaman. Danau Skadar yang kaya burung migrasi, kota bersejarah Cetinje, hingga Pegunungan Prokletije yang hampir tak tersentuh. Pegunungan ini juga menjadi bagian dari jalur trekking “Peaks of the Balkans”.

11. Pantai Oregon, Amerika Serikat

Garis pantai 370 mil ini menawarkan tebing dramatis, mercusuar berkabut, dan paus bermigrasi. Oregon memperluas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dengan kursi roda pantai dan jalur Mobi-Mat. Transportasi umum, jalur sepeda, dan jaringan pengisian kendaraan listrik juga meningkat, membuat perjalanan lebih hijau dan inklusif.

12. Oulu, Finlandia

Menjadi Ibu Kota Kebudayaan Eropa 2026, Oulu menghadirkan festival sepanjang tahun. Seni publik, pameran kuliner Arktik, proyek climate art, dan kreativitas khas kawasan utara. Kota ini juga terkenal dengan budaya sauna dan suasana Arktik yang murni.

13. Philadelphia, AS

Tahun 2026 adalah ulang tahun ke-250 Amerika Serikat, dan Philadelphia menjadi pusat perayaan. Program “52 Weeks of Firsts” menghadirkan festival mingguan, sementara museum seni publik, pameran taman hiburan, hingga acara olahraga global seperti Piala Dunia FIFA menjadikan Philly hidup sepanjang tahun.

14. Phnom Penh, Kamboja

Dengan bandara baru terbesar dalam sejarah Kamboja, Phnom Penh bersiap menarik lebih banyak wisatawan. Kota ini berubah cepat: jalur tepi sungai baru, tuk-tuk listrik, kebangkitan arsitektur modern Vann Molyvann, serta bangkitnya gerakan kreatif Gen Z menjadikan ibu kota ini penuh energi baru.

15. Guimarães, Portugal

Dikenal sebagai tempat kelahiran Portugal, kota ini memadukan pusat abad pertengahan dengan seni modern dan semangat muda. Tahun 2026, Guimarães mendapat gelar Ibu Kota Hijau Eropa, menyoroti proyek lingkungan, ruang hijau baru, dan bangunan bersejarah yang direstorasi.

16. Samburu, Kenya

Wilayah konservasi Kenya utara ini menawarkan satwa liar langka “Samburu Special Five”, safari berbasis komunitas, dan pengalaman astrotourism pertama di Kenya lengkap dengan planetarium. Wisatawan dapat tidur di bawah langit ekuator dan belajar langsung dari komunitas Samburu.

17. Santo Domingo, Republik Dominika

Tuan rumah pesta olahraga besar 2026, Santo Domingo menghadirkan kota yang semakin hidup. Zona Colonial diperbarui, stadion direnovasi, dan musik merengue-bachata menghidupkan kota. Festival musik, pantai-pantai putih, dan hotel baru membuat kota ini makin bersinar.

18. Lembah Slocan, Kanada

Surganya alam liar Kanada kini memperkenalkan Japanese Canadian Legacy Trail, rute reflektif sepanjang 60 km tentang sejarah pengasingan warga Jepang-Kanada pada Perang Dunia II. Wisatawan dapat berhenti di museum, kebun memorial, dan desa alam di tengah lanskap pegunungan yang megah.

19. Uluru, Australia

Tahun 2026 memperkenalkan Uluru-Kata Tjuta Signature Walk, jalur 5 hari yang membuka akses ke wilayah sakral yang sebelumnya tertutup. Pengunjung akan tidur di eco-camp, belajar dari pemilik tanah Anangu, dan menikmati pertunjukan cahaya epik seperti Field of Light dan Wintjiri Wiru.

20. Uruguay

Negara kecil yang progresif ini menawarkan pantai tenang, kota kolonial, steak kelas dunia, dan kota Montevideo yang menjadi pusat budaya, musik, dan karnaval sepanjang 40 hari. Dengan listrik 98% energi terbarukan dan reputasi keamanan tinggi, Uruguay menawarkan wisata yang damai, ramah, dan penuh karakter. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya