Selasa 20 Juli 2021, 00:10 WIB

Berbagai Negara Gunakan Pegasus Israel Intip Puluhan Ribu Ponsel

Henry Hokianto | Internasional
Berbagai Negara Gunakan Pegasus Israel Intip Puluhan Ribu Ponsel

AFP/Jack Guez.
Seorang wanita menelepon lewat iPhone di depan kantor NSO Israel di Herzliya, dekat Tel Aviv.

 

PERUSAHAAN Israel dituduh memasok spyware ke pemerintah sehingga dikaitkan dengan 50.000 daftar nomor ponsel, termasuk milik para aktivis, jurnalis, eksekutif bisnis, dan politisi di seluruh dunia. Ini disampaikan sejumlah laporan pada Minggu (18/7). 

Grup NSO Israel dan malware Pegasus miliknya telah lama menjadi berita utama sejak 2016, ketika para peneliti menuduhnya membantu memata-matai seorang pembangkang di Uni Emirat Arab. Pengungkapan pada Minggu tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap masalah privasi dan hak serta mengungkapkan sejauh mana perangkat lunak perusahaan swasta Israel dapat disalahgunakan oleh kliennya secara internasional. 

Tingkat penggunaan Pegasus dilaporkan oleh The Washington Post, The Guardian, Le Monde, dan kantor berita lain yang berkolaborasi dalam penyelidikan kebocoran data. Tidak tanggung-tanggung sekitar lebih dari 50.000 nomor ponsel kini telah diidentifikasi dan dianggap sebagai orang yang diminati oleh klien dari NSO sejak 2016. 

Baca juga: Donald Trump Sebut Hitler Lakukan Banyak Kebaikan
 

The Post mengatakan daftar itu dibagikan organisasi berita oleh Forbidden Stories yang bersifat nirlaba berbasis di Paris dan Amnesty International. Surat kabar itu mengatakan jumlah total ponsel dalam daftar yang benar-benar ditargetkan atau diawasi tidak diketahui.

The Post mengatakan bahwa 15.000 nomor yang berada di daftar tersebut berasal dari Meksiko termasuk politisi, perwakilan serikat prakerja, jurnalis, dan kritikus pemerintah. Tidak hanya di Meksiko, situs berita investigasi India The Wire melaporkan bahwa 300 nomor ponsel yang digunakan di India, termasuk nomor menteri pemerintah, politisi oposisi, jurnalis, ilmuwan, dan aktivis hak asasi manusia. 

Sebanyak 40 nomor yang diidentifikasi di India merupakan milik para jurnalis. Sebelumnya, pemerintah India membantah pada 2019 bahwa mereka telah menggunakan malware untuk memata-matai warganya setelah WhatsApp mengajukan gugatan di Amerika Serikat terhadap NSO dan menuduhnya menggunakan platform perpesanan untuk melakukan spionase dunia maya.

The Post mengatakan analisis forensik dari 37 smartphone dalam daftar menunjukkan telah ada upaya dan berhasil dalam peretasan perangkat, termasuk dua wanita yang dekat dengan jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang dibunuh pada 2018 oleh regu pembunuh Saudi. Di antara daftar nomor tersebut juga bisa ditemukan sejumlah nomor milik wartawan dari berbagai perusahaan media internasional seperti Agence France-Presse, The Wall Street Journal, CNN, The New York Times, Al Jazeera, France 24, Radio Free Europe, Mediapart, El Pais, Associated Press, Le Monde, Bloomberg, The Economist, Reuters, dan Voice of America, kata Guardian.

Baca juga: Polisi Israel Bentrok dengan Demonstran Palestina saat Peringatan Yahudi

Ini bukan pertama kali terdapat laporan tentang Pegasus yang meretas telepon wartawan. Citizen Lab, pusat penelitian di Universitas Toronto, dan Amnesty Internasional juga sudah pernah melaporkan hal tersebut. (OL-14)

Baca Juga

Tuwaedaniya MERINGING / AFP

Thailand Catat Rekor Harian 18.912 Kasus Covid-19 Baru

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 14:48 WIB
Thailand juga melaporkan 178 kematian baru, yang juga merupakan rekor harian, menjadikan total kematian mencapai 4.857...
STR / AFP

Unjuk Rasa Tuntut Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Mundur

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 14:39 WIB
Sekitar 200 hingga 300 pengunjuk rasa berkumpul di pusat kota Kuala Lumpur pada Sabtu (31/7) pagi untuk menuntut pengunduran diri Perdana...
AFP/Anna Moneymaker.

Wapres AS akan Kunjungi Singapura dan Vietnam Bulan Depan

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Sabtu 31 Juli 2021, 14:08 WIB
Harris akan menjadi wakil presiden pertama yang pernah mengunjungi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya