Senin 14 Juni 2021, 10:23 WIB

Joe Biden Minta Tiongkok Beri Akses Tim WHO ke Lab di Wuhan

 Nur Aivanni | Internasional
Joe Biden Minta Tiongkok Beri Akses Tim WHO ke Lab di Wuhan

Chris Jackson / POOL / AFP
Presiden AS Joe Biden mendesak Tiongkok buka akses bagi tim investagsi WHO ke laboratorium di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden, pada Minggu (13/6), mengatakan Tiongkok harus lebih transparan terkait asal-usul virus korona tipe baru atau Covid-19.

Tiongkok juga diminta mengizinkan akses tim investigasi WHO ke laboratorium di Wuhan, Provinsi Hubei.

"Kami belum memiliki akses ke laboratorium untuk menentukan apakah saya belum mencapai kesimpulan karena komunitas intelijen kami belum yakin apakah ini dari pasar kelelawar yang berinteraksi dengan hewan dan lingkungan yang menyebabkan Covid-19 ini atau apakah itu eksperimen yang gagal di laboratorium," kata Biden.

"Penting untuk mengetahui jawabannya," kata Biden kepada wartawan pada akhir KTT para pemimpin G7 di Inggris.

Para pemimpin G7 telah menyerukan studi berbasis sains yang transparan, termasuk di Tiongkok, tentang asal usul covid-19, yang akan diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Misi penelitian yang dipimpin WHO di Wuhan awal tahun 2020 menyimpulkan virus Sars-CoV-2 kemungkinan besar menular ke manusia dari hewan - baik langsung dari kelelawar atau melalui mamalia lain, mungkin yang dijual di pasar makanan laut dan produk segar Huanan di Wuhan, Provinsi Hubei.

Vaksin Covid-19

Negara-negara G7 mengonfirmasi janji untuk memberikan setidaknya satu miliar dosis tambahan vaksin Covid-19 selama tahun depan. Mereka menyusun rencana untuk mengatasi pandemi di masa depan.

Janji vaksin itu adalah elemen paling dramatis dari upaya blok tersebut untuk bekerja sama untuk mengakhiri pandemi Covid-19 yang tertuang dalam komunike bersama yang dikeluarkan pada akhir pertemuan KTT.

Mereka berjanji, antara lain, untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan memperpendek siklus pengembangan vaksin yang aman dan efektif dari 300 hari menjadi 100 hari.

"Total komitmen G7 sejak awal pandemi menyediakan total lebih dari dua miliar dosis vaksin, dengan komitmen sejak terakhir kali kami bertemu pada Februari 2021, termasuk di sini di Teluk Carbis, menyediakan satu miliar dosis selama tahun depan," bunyi komunike tersebut.

Banyak dari dosis tersebut akan mengalir melalui Covax, sistem pembelian vaksin global yang didukung oleh Organisasi Kesehatan Dunia dan Gavi, aliansi vaksin. (Straits Times/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP/Henghameh Fahimi.

New York Post Ungkap Rahasia Israel Menyabotase Nuklir Iran

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 21:26 WIB
Operasi Mossad dilakukan tanpa kerja sama...
AFP.

Suriah Tuduh Israel Serang Pelabuhannya

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Desember 2021, 20:56 WIB
Dia mengkritik Israel dengan alasan bahwa Zionis di wilayah tersebut mengejar tujuan jahat...
Antara/Rivan Alaw Lingga

Makin Simpel, Bikin KTP WNI di Luar Negeri Cuma 2 Menit 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 07 Desember 2021, 20:54 WIB
WNI bisa melakukan perekaman sidik jari, biometrik dan foto dilakukan dalam hitungan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya