Senin 07 Juni 2021, 03:45 WIB

Media Sosial Batasi dan Hapus Konten Palestina

Mediaindonesia.com | Internasional
Media Sosial Batasi dan Hapus Konten Palestina

AFP/Ahmad Gharabli.
Petugas keamanan Israel menembakkan granat kejut selama protes untuk mendukung aktivis Palestina yang ditangkap.

 

LONJAKAN besar dalam jumlah penonton dan pengikut di media sosial terkait tagar Sheikh Jarrah menunjukkan ada kehausan terhadap realitas Palestina. Namun media sosial juga banyak membatasi atau menghapus konten terkiat Palestina.

Keluarga Palestina di lingkungan itu mengatakan mereka diberi kunci rumah mereka oleh badan pengungsi Palestina PBB dan Yordania yang menguasai Jerusalem timur dari 1948 hingga 1967.

Bulan lalu, ketika ketegangan di Jerusalem meningkat selama peningkatan pertempuran Gaza, mahkamah agung Israel menunda sidang dalam kasus Sheikh Jarrah sampai pemberitahuan lebih lanjut.

 

Muhammad el-Kurd, aktivis Palestina, sebelum ditangkap polisi Israel, mengatakan dia tidak percaya pada peradilan Israel. Dia juga memperingatkan upaya nyata platform media sosial untuk membungkam aktivis Palestina, termasuk ketika mereka memposting rekaman pasukan keamanan Israel menggunakan kekerasan terhadap pengunjuk rasa.

Kelompok hak digital Sada Social mengatakan telah mendokumentasikan lebih dari 700 jaringan terkenan pembatasan akses atau penghapusan konten Palestina pada Mei saja. "Pada satu titik kami tidak dapat mempublikasikan apa pun tentang Sheikh Jarrah," kata Kurd.

"Kami menerima banyak peringatan bahwa akun kami akan dihapus, dan terkadang penayangan kami akan turun dari seperempat juta menjadi 90.000 atau hanya 5.000." Terlepas dari hambatan seperti itu, dia mengatakan bahwa dampak dari kampanye itu mengejutkannya.

 
 
"Saya tidak percaya bahwa suatu posting atau gambar dapat mengubah apa pun dalam kenyataan," katanya. "Tapi saya menemukan bahwa pertempuran pertama dan terakhir kami yakni kata-kata, pertempuran narasi, dan pertempuran opini publik.

"Kami tidak memiliki kemewahan untuk membatalkan masalah ini," tambahnya. "Begitu melakukannya, rumah kami bisa dicuri kapan saja." (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP

Soal Pakta Keamanan, Prancis Tuduh Australia-AS Berdusta

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 19 September 2021, 08:15 WIB
PRANCIS menuduh Australia dan Amerika Serikat berbohong dalam krisis atas pakta...
AFP/David Gray

267 Demonstran Australia Penentang Lockdown Ditahan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 20:45 WIB
Australia tengah berjuang melawan wabah varian Delta COVID-19 sejak pertengahan Juni dengan memberlakukan penguncian ketat di Sydney,...
nytimes.com

10 Ribu Migran Mayoritas dari Haiti Tinggal di Bawah Jembatan Texas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 16:48 WIB
Lebih dari 10.000 migran sebagian besar warga Haiti ditempatkan di sebuah kamp kumuh di bawah jembatan di Texas selatan pada Jumat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya