Rabu 02 Juni 2021, 04:40 WIB

Hamas Siap Lakukan Pertukaran Tahanan dengan Israel

Mediaindonesia | Internasional
Hamas Siap Lakukan Pertukaran Tahanan dengan Israel

AFP/EMMANUEL DUNAND
Ilustrasi gedung yang hancur di Gaza akibat serangan militer

 

YAHYA Sinwar, kepala kelompok perlawanan Palestina, Hamas, menyatakan adanya "peluang nyata untuk membuat kemajuan" dalam pertukaran tahanan dengan Israel.

Setelah pertemuan dengan kepala intelijen Mesir Abbas Kamel di Gaza, pada Senin (31/5), Sinwar mengatakan Hamas siap untuk terlibat dalam pembicaraan serius untuk mencapai pertukaran tersebut.

Pada April 2016, Hamas mengatakan telah menangkap empat tentara Israel. Mereka menyembunyikan identitas mereka kecuali Oron Shaul, seorang tentara Israel yang hilang sejak serangan Israel pada 2014 di Gaza.

Kamel tiba di Jalur Gaza pada Senin pagi untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin Hamas mengenai gencatan senjata baru-baru ini dengan Israel, rekonstruksi Gaza, dan pertukaran tahanan.

Baca juga: Warga Gaza Ambil Risiko Beri Makan Anjing saat Diserang Israel

Menurut Khalil al-Hayya, wakil pemimpin Hamas di Gaza, pembicaraan dengan Kamel membahas tentang membangun kemitraan strategis dengan Mesir.

Al-Hayya menekankan bahwa kelompoknya dengan tegas menolak menghubungkan masalah pertukaran tahanan dengan masalah apa pun yang terkait dengan gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza.

Pada Minggu (30/5), Kamel bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk membahas gencatan senjata dan rekonstruksi Gaza di wilayah Palestina.

Kunjungan itu dilakukan ketika Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengunjungi Kairo untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Mesir.

Gencatan senjata yang ditengahi Mesir yang mulai berlaku pada dini hari tanggal 21 Mei telah mengakhiri pemboman Israel selama 11 hari di Jalur Gaza.

Serangan Israel di Gaza dan Tepi Barat menewaskan sedikitnya 289 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, dan meninggalkan jejak kehancuran. Pusat kesehatan dan kantor media serta sekolah termasuk di antara bangunan yang menjadi sasaran serangan.(Ant/OL-4)

Baca Juga

AFP

Soal Pakta Keamanan, Prancis Tuduh Australia-AS Berdusta

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 19 September 2021, 08:15 WIB
PRANCIS menuduh Australia dan Amerika Serikat berbohong dalam krisis atas pakta...
AFP/David Gray

267 Demonstran Australia Penentang Lockdown Ditahan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 20:45 WIB
Australia tengah berjuang melawan wabah varian Delta COVID-19 sejak pertengahan Juni dengan memberlakukan penguncian ketat di Sydney,...
nytimes.com

10 Ribu Migran Mayoritas dari Haiti Tinggal di Bawah Jembatan Texas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 16:48 WIB
Lebih dari 10.000 migran sebagian besar warga Haiti ditempatkan di sebuah kamp kumuh di bawah jembatan di Texas selatan pada Jumat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya