Selasa 18 Mei 2021, 10:52 WIB

Militer AS Tawarkan Vaksin Johnson & Johnson untuk Pasukan Korsel

Basuki Eka Purnama | Internasional
Militer AS Tawarkan Vaksin Johnson & Johnson untuk Pasukan Korsel

AFP/ Frederic J. BROWN
Seorang tenaga kesehatan menyiapkan vaksin covid-19 Johnson & johnson di California, Amerika Serikat.

 

MILITER Amerika Serikat (AS) menawarkan untuk memasok sejumlah vaksin covid-19 Johnson & Johnson untuk pasukan Korea Selatan (Korsel). Hal itu diungkapkan kementerian pertahanan Korsel, Senin (17/5).

Tawaran itu muncul ketika Korsel berjuang menghadapi kekurangan pasokan vaksin covid-19.

Tawaran itu disampaikan beberapa hari sebelum Presiden Korsel Moon Jae-in mengunjungi Washington untuk pertemuan tingkat tinggi pertamanya dengan Presiden AS Joe Biden, di tengah seruan agar Moon mendapatkan lebih banyak dan lebih cepat vaksin covid-19 buatan AS.

Baca juga: Biden Siap Kirim 20 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Luar Negeri

Kantor berita Korea Selatan Yonhap, yang mengutip sumber pemerintah yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Pasukan AS-Korea Selatan (USFK) telah menawarkan untuk memberikan 13.000 dosis vaksin Johnson & Johnson.

Namun, pihak kementerian pertahanan Korsel menolak mengonfirmasi jumlah dosis vaksin yang ditawarkan USFK tetapi mengatakan sedang mendiskusikan dengan USFK dan otoritas kesehatan mengenai cara untuk dapat menggunakan vaksin tersebut.

"USFK telah menyampaikan kesediaannya untuk menyediakan vaksin Johnson & Johnson untuk vaksinasi tentara kami," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Juru bicara USFK Kolonel Lee Peters menolak mengonfirmasi tawaran tersebut tetapi ia mengatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan pemerintah Korsel dalam penggunaan vaksin covid-19 yang diizinkan pemerintah AS.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel merujuk pertanyaan tentang masalah ini ke kementerian kesehatan, yang tidak menanggapi permintaan komentar.

Pada Maret, USFK mengatakan pihaknya mulai memberikan vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson kepada pasukan dan anggota afiliasinya, setelah ada otorisasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS, Februari.

Kekurangan pasokan global dan penundaan pengiriman vaksin telah menimbulkan ketidakpastian dalam peluncuran vaksin covid-19 di Korsel.

Hal itu memperdalam skeptisisme publik atas target Korsel untuk mencapai kekebalan kawanan pada November.

Kementerian urusan keamanan makanan dan obat Korsel memberikan persetujuan akhir untuk vaksin covid-19 Johnson & Johnson pada April, setelah menandatangani kesepakatan mengimpor vaksin itu untuk enam juta orang. Akan tetapi, belum ada tanggal pasti untuk pengiriman vaksin buatan Johnson & Johnson tersebut. (Ant/OL-1)

Baca Juga

 AFP/Hazem Bader.

Orang Badui Israel Anggap Janji-Janji Pemerintah Baru itu Palsu

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 12:33 WIB
Sebagian besar dari hampir 300.000 orang Badui Israel tinggal di Negev yang gersang di selatan negara itu, di pinggiran masyarakat...
AFP/Jim Watson

AS Tengah Persiapkan Sanksi Baru untuk Rusia

👤Nur Aivanni 🕔Senin 21 Juni 2021, 10:01 WIB
"Kami mengumpulkan sekutu Eropa dalam upaya bersama untuk mengenakan biaya pada Rusia untuk penggunaan bahan kimia terhadap salah satu...
AFP/Handout / various sources

Hadiri Konferensi Keamanan, Pemimpin Junta Myanmar Tiba di Moskow

👤Nur Aivanni 🕔Senin 21 Juni 2021, 07:14 WIB
Pemimpin Junta Min Aung Hlaing meninggalkan ibu kota Naypyidaw, Minggu (20/6), dengan penerbangan khusus untuk menghadiri Konferensi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jangan Gagap Lindungi Nasabah di Era Digital

ERA pandemi covid-19 berdampak pada berpindahnya aktivitas masyarakat di area digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya