Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan mengirim setidaknya 20 juta lebih dosis vaksin Covid-19 ke luar negeri pada akhir Juni 2021. Itu menandai pertama kalinya Amerika Serikat membagikan vaksin yang diizinkan untuk penggunaan domestik.
Langkah tersebut menandai poros penting dari Gedung Putih ketika pemerintah berupaya menggunakan pasokan vaksin negara itu sebagai alat diplomatik dengan prospek pandemi yang semakin cerah di dalam negeri.
Biden, pada Senin (17/5), mengumumkan bahwa pemerintahannya akan mengirimkan dosis vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech, Moderna dan Johnson & Johnson, selain 60 juta dosis AstraZeneca yang telah direncanakannya untuk diberikan ke negara lain. Berbeda dengan yang lain, suntikan AstraZeneca belum diizinkan untuk digunakan di Amerika Serikat.
"Sama seperti dalam Perang Dunia Kedua, Amerika adalah gudang demokrasi, dalam pertempuran melawan pandemi Covid-19, negara kita akan menjadi gudang vaksin," kata Biden.
Presiden berada di bawah tekanan untuk membagikan vaksin untuk membantu mengatasi epidemi yang memburuk dari India hingga Brasil, di mana para ahli kesehatan khawatir varian virus korona yang lebih menular dapat merusak keefektifan suntikan yang tersedia.
Biden mencatat bahwa tidak ada negara lain yang akan mengirim lebih banyak vaksin ke luar negeri selain Amerika Serikat. "Kami ingin memimpin dunia dengan nilai-nilai kami dengan menunjukkan inovasi, kecerdikan, dan kesopanan mendasar rakyat Amerika," kata Biden.
Gedung Putih belum memberikan rincian tentang negara mana yang akan menerima suntikan tersebut. Biden mengatakan bahwa Jeff Zients, yang mengepalai upaya vaksin AS, kini juga akan memimpin upaya vaksin global.
Amerika Serikat telah memberikan lebih dari 272 juta dosis vaksin Covid-19 dan mendistribusikan lebih dari 340 juta, menurut data federal yang diperbarui pada Senin pagi. (CNA/Nur/OL-09)
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian pada Januari lalu masih menjadi perdebatan dan menyisakan pertanyaan. Memantik diskursus publik dan refleksi serius.
Presiden AS Donald Trump tegaskan kendali penuh atas opsi militer terhadap Iran dan bantah rumor penolakan dari Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine.
Iran peringatkan AS bahwa serangan sekecil apa pun dianggap agresi. Teheran siaga penuh sambil tetap upayakan negosiasi nuklir intensif di Jenewa Kamis ini.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Sistem rudal bahu tersebut disebut akan dipasok Rusia ke Iran secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari kontrak bernilai ratusan juta euro.
Menteri Luar Negeri Venezuela menuntut pembebasan segera Nicolas Maduro yang ditangkap pasukan AS. Simak perkembangan terbaru pasca-kudeta Januari 2026.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved