Senin 03 Mei 2021, 11:03 WIB

Kendati Kritis Soal Uighur, Ardern Jaga Hubungan dengan Tiongkok

mediaindonesia.com | Internasional
Kendati Kritis Soal Uighur, Ardern Jaga Hubungan dengan Tiongkok

Marty MELVILLE / AFP
Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern.

 

PERBEDAAN pandangan soal penggaran hak asasi manusia (HAM) antara Selandia Baru dan Tiongkok menjadi hal ‘yang sulit untuk didamaikan’.

Pernyataan tersebut disampaikan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern, Senin (3/5), setelah Wellington mendapat kritik dari negara sekutunya yang tergabung dalam Five Eyes yang dipimpin Amerika Serikat (AS).

Pemerintah Ardern mendapat kritik dari Five Eyes dinilai bersikap lembek terhadap Tiongkok yang melakukan pelanggaran HAM terhadap etnik muslim Uighur di Xinjiang, Tiongkok.

Di KTT Bisnis Tiongkok yang digelar di Auckland, Selandia baru, dalam pidatonya, Ardern sempat mengungkapkan keprihatinannya terhadap apa yang terjadi di Provinsi Xinjiang, Tiongkok.  

Ardern mengatakan Selandia Baru telah menyuarakan "keprihatinan besar" terhadap Tiongkok terkait  perlakuan terhadap orang-orang Uighur di Provinsi Xinjiang.

 Ia juga mengkritik sikap dan kebijakan Beijing yang mengikis kebebasan demokrasi di Hong Kong.

Namun sebagai pemimpin sayap kiri-tengah, Ardern mengatakan Wellington memiliki kebijakan luar negeri yang independen dan bebas memilih apakah hal sebagai bagian dari kebijakan umum atau didiskusinya dengan para pejabat Tiongkok.

Terlepas dari bagaimana masalah hak asasi manusia ditangani, Ardern tetap mengakui ada beberapa masalah yang tidak akan pernah disepakati antara negaranya dan Tiongkok.

"Tidak akan luput dari perhatian siapa pun di sini bahwa ketika peran China di dunia tumbuh dan berubah, perbedaan antara sistem kami - dan kepentingan serta nilai-nilai yang membentuk sistem itu - menjadi semakin sulit untuk didamaikan," katanya.

"Ini adalah tantangan yang kami, dan banyak negara lain di kawasan Indo-Pasifik, tetapi juga di Eropa dan kawasan lain, juga sedang bergulat," ucap Ardern.

Ardern mengatakan menunjukkan area perbedaan dengan Beijing adalah "bagian tak terpisahkan dari Selandia Baru yang tetap setia pada siapa kita sebagai sebuah bangsa".

"Kami perlu mengakui bahwa ada beberapa hal yang tidak, tidak bisa, dan tidak akan disetujui Tiongkok dan Selandia Baru," katanya. "Kebutuhan ini tidak akan merusak hubungan kita, ini hanyalah kenyataan."  (AFP/OL-09)

Baca Juga

AFP/Punit Paranjpe.

India Uji Coba Rudal Balistik dengan Jangkauan 5.000 Km

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 17:13 WIB
Ketegangan dengan Tiongkok telah meningkat sejak 20 tentara India tewas dalam bentrokan di perbatasan Himalaya yang disengketakan pada Juni...
 Sam Yeh / AFP

Tiongkok Menentang Hubungan Militer Antara AS dan Taiwan

👤Nur Aivanni 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 16:43 WIB
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengonfirmasi bahwa sejumlah kecil tentara Amerika Serikat hadir di...
Ahmed Mustafa / AFP

Menlu AS Kecam Pengambilalihan Pemerintahan oleh Militer Sudan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 13:58 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengecam pengambilalihan pemerintahan oleh militer Sudan dan penangkapan para pemimpin...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya