Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PERBEDAAN pandangan soal penggaran hak asasi manusia (HAM) antara Selandia Baru dan Tiongkok menjadi hal ‘yang sulit untuk didamaikan’.
Pernyataan tersebut disampaikan Perdana Menteri (PM) Selandia Baru Jacinda Ardern, Senin (3/5), setelah Wellington mendapat kritik dari negara sekutunya yang tergabung dalam Five Eyes yang dipimpin Amerika Serikat (AS).
Pemerintah Ardern mendapat kritik dari Five Eyes dinilai bersikap lembek terhadap Tiongkok yang melakukan pelanggaran HAM terhadap etnik muslim Uighur di Xinjiang, Tiongkok.
Di KTT Bisnis Tiongkok yang digelar di Auckland, Selandia baru, dalam pidatonya, Ardern sempat mengungkapkan keprihatinannya terhadap apa yang terjadi di Provinsi Xinjiang, Tiongkok.
Ardern mengatakan Selandia Baru telah menyuarakan "keprihatinan besar" terhadap Tiongkok terkait perlakuan terhadap orang-orang Uighur di Provinsi Xinjiang.
Ia juga mengkritik sikap dan kebijakan Beijing yang mengikis kebebasan demokrasi di Hong Kong.
Namun sebagai pemimpin sayap kiri-tengah, Ardern mengatakan Wellington memiliki kebijakan luar negeri yang independen dan bebas memilih apakah hal sebagai bagian dari kebijakan umum atau didiskusinya dengan para pejabat Tiongkok.
Terlepas dari bagaimana masalah hak asasi manusia ditangani, Ardern tetap mengakui ada beberapa masalah yang tidak akan pernah disepakati antara negaranya dan Tiongkok.
"Tidak akan luput dari perhatian siapa pun di sini bahwa ketika peran China di dunia tumbuh dan berubah, perbedaan antara sistem kami - dan kepentingan serta nilai-nilai yang membentuk sistem itu - menjadi semakin sulit untuk didamaikan," katanya.
"Ini adalah tantangan yang kami, dan banyak negara lain di kawasan Indo-Pasifik, tetapi juga di Eropa dan kawasan lain, juga sedang bergulat," ucap Ardern.
Ardern mengatakan menunjukkan area perbedaan dengan Beijing adalah "bagian tak terpisahkan dari Selandia Baru yang tetap setia pada siapa kita sebagai sebuah bangsa".
"Kami perlu mengakui bahwa ada beberapa hal yang tidak, tidak bisa, dan tidak akan disetujui Tiongkok dan Selandia Baru," katanya. "Kebutuhan ini tidak akan merusak hubungan kita, ini hanyalah kenyataan." (AFP/OL-09)
DUA sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Eropa, Polandia dan Italia memutuskan tidak bergabung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Teheran tak akan tunduk pada tuntutan berlebihan AS terkait program nuklir, di tengah negosiasi dan meningkatnya ketegangan kawasan.
Menteri Energi AS Chris Wright sebut hubungan AS-Venezuela akan berubah drastis pasca penangkapan Nicolas Maduro. Fokus pada reformasi minyak dan kerja sama energi.
Presiden Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri KTT perdana Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang akan digelar di Amerika Serikat pekan depan.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan lawatan ke AS pada 19 Februari 2026, termasuk rencana penandatanganan kesepakatan tarif dagang Indonesia-AS.
Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Front Muslim Muda Banten (FMMB) mengutuk keras tindakan pemerintah Tiongkok terhadap masyarakat muslim yang ada di Uighur.
Tiongkok mengubah nama ratusan desa di wilayah Xinjiang sebagai sebuah upaya menghapus makna budaya dan agama bagi etnis Uighur,
Salah satu perwakilan massa dari Aliansi Mahasiswa Islam Bersatu (AMIB), Amril, menduga Abdulhakim dan organisasinya mendukung Israel dibandingkan Palestina.
Sebagai Direktur Eksekutif Pusat Studi Uighur, Abdulhakim Idris diduga menjadi corong kepentingan negara barat.
POLISI antihuru hara berpatroli di lingkungan perkotaan dekat ibu kota India pada Rabu (2/8), setelah meletusnya dua kasus kerusuhan sektarian yang telah menewaskan enam orang.
Wang Xiaohing berdalih tindakan ini untuk memberantas kekuatan kriminal dan menopang keamanan politik, serta kontrol sosial di seluruh negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved