Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron, Senin (26/4), mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa dia sangat khawatir dengan kondisi kesehatan tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny.
Dalam pembicaraan dengan Putin, Macron mengaku sangat khawatir dengan kondisi Navalny, yang mengakhiri aksi mogoknya pada Jumat (23/4), serta berharap hak-hak dasar tokoh oposisi itu dihormati.
Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 di Perawatan Intensif Meningkat di Prancis
Dalam pembicaraan dengan Putin, Macron juga mengungkapkan dukungan Prancis bagi negara-negara Eropa setelah Rusia mengusir satu diplomat Italia dan 20 diplomat Rep Ceko.
Macron juga meminta Putin untuk berkomitmen meredakan ketegangan dengan Ukraina melalui penarikan pasukan dari wilayah perbatasan, menyepakati gencatan senjata, dan membuka kembali dialog. (AFP/OL-1)
Pemerintah Prancis mengerahkan kapal-kapal angkatan laut, termasuk kelompok serang kapal induknya ke Mediterania,
Secara keseluruhan, Prancis akan mengerahkan delapan kapal perang, kelompok kapal induk, dan dua kapal induk helikopter ke wilayah tersebut.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Langkah ini diambil seiring dengan upaya AS dalam menjalankan kampanye bersama dengan Israel melawan Iran.
Presiden Macron nyatakan solidaritas untuk Spanyol setelah Trump ancam putus perdagangan akibat penolakan penggunaan pangkalan militer untuk serangan ke Iran.
Presiden Emmanuel Macron mengumumkan transformasi besar kebijakan pertahanan nuklir Prancis. Delapan negara Eropa akan bergabung dalam strategi "Advanced Deterrence".
Inggris sebut Epibatidine digunakan untuk meracuni Alexei Navalny. Ini cara kerja racun katak asal Amerika Selatan ini dan dampaknya bagi tubuh manusia.
Lyudmila Navalnaya menyebut temuan toksin katak panah pada jasad Alexei Navalny membuktikan putranya dibunuh.
Pengadilan di Moskow memerintahkan penangkapan in absentia terhadap Yulia Navalnaya, istri dari politisi oposisi Alexey Navalny, dengan tuduhan berpartisipasi dalam organisasi ekstremis.
Majalah Forbes memasukkannya sebagai salah satu orang terkaya di struktur militer Rusia.
Para pendukung Navalny di Rusia, meskipun tanpa harapan untuk perubahan politik, menemukan dukungan bersama dalam menghadapi pemerintahan keras Vladimir Putin.
Yulia Navalnaya meneruskan perjuangan suaminya, Alexei Navalny melawan Putin dengan gerakan Siang Melawan Putin, di mana warga ke TPS memilih kandidat selain Putin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved