Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) dan perusahaan roket komersial milik miliarder Elon Musk, SpaceX, meluncurkan tim yang terdiri dari empat astronot baru dalam penerbangan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada Jumat (23/4). Mereka merupakan awak pertama yang meluncur menuju orbit dengan pendorong roket yang didaur ulang dari penerbangan luar angkasa sebelumnya.
Kapsul Crew Dragon perusahaan, Endeavour, melayang ke langit menjelang fajar yang gelap di atas roket SpaceX Falcon 9 tak lama sebelum pukul 06.00 pagi waktu setempat dari Pusat Antariksa Kennedy NASA di Cape Canaveral, Florida.
Para kru akan tiba di stasiun luar angkasa, yang mengorbit sekitar 400 km di atas Bumi, pada Sabtu (24/4) pagi, setelah penerbangan hampir 24 jam.
Misi tersebut menandai tim stasiun luar angkasa operasional kedua yang diluncurkan oleh NASA di atas kapsul Dragon Crew sejak AS kembali menerbangkan astronot ke luar angkasa dari tanah Amerika tahun lalu, menyusul jeda sembilan tahun pada akhir program pesawat luar angkasa AS di 2011.
Baca juga: NASA Memilih SpaceX untuk Mengembangkan Pendaratan di Bulan
Ini juga merupakan penerbangan awak ketiga yang diluncurkan ke orbit di bawah kemitraan publik-swasta NASA dengan SpaceX, perusahaan roket yang didirikan dan dimiliki oleh Musk yang juga kepala eksekutif produsen mobil listrik Tesla.
Pertama adalah misi uji coba keluar dan mundur yang hanya membawa dua astronot ke orbit Mei lalu, diikuti oleh empat awak penuh pertama SpaceX pada November.
Tim Kru 2 ini terdiri dari dua astronot NASA yakni komandan misi Shane Kimbrough (53) dan pilot Megan McArthur (49) bersama dengan astronot Jepang Akihiko Hoshide (52) dan sesama spesialis misi Thomas Pesquet (43) seorang insinyur Prancis dari Agen Luar Angkasa Eropa. (Straitstimes/OL-5)
Teleskop SPHEREx milik NASA mendeteksi molekul organik seperti air dan karbon dioksida pada komet antarbintang 3I/ATLAS, membuka peluang riset asal-usul kehidupan.
NASA merilis citra terbaru Hubble yang mengungkap Nebula Telur, fase langka sebelum nebula planet terbentuk. Fenomena kosmik ini terjadi 1.000 tahun cahaya dari Bumi.
NASA memulai uji coba teknologi sayap CATNLF menggunakan jet F-15B. Inovasi ini dirancang untuk mengurangi hambatan udara dan menekan biaya bahan bakar pesawat komersial.
NASA ungkap tantangan teknis di balik terbatasnya jadwal peluncuran Artemis 2. Simak mengapa misi berawak pertama ke Bulan dalam 50 tahun ini sangat bergantung pada mekanika orbital dan cuaca.
Melalui Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan menemukan bahwa planet raksasa gas ternyata memiliki kapasitas pertumbuhan yang jauh melampaui teori-teori sebelumnya.
Analisis terbaru data Voyager 2 mengungkap mengapa sabuk radiasi Uranus sangat kuat. Ternyata, ada peristiwa cuaca antariksa langka saat misi berlangsung.
Pelajari seberapa cepat pesawat luar angkasa harus melaju untuk keluar dari Tata Surya. Temukan fakta ilmiah di balik kecepatan lepas Bumi dan Matahari.
Pejabat Badan Antariksa Kenya (KSA) menduga cincin logam besar adalah puing-puing roket yang masuk kembali ke atmosfer.
Blue Origin, perusahaan antariksa milik Jeff Bezos, mengumumkan roket besar mereka, New Glenn, akan memulai debutnya pada 2025.
Beberapa warga Israel terluka akibat pecahan peluru rudal pencegat di Bnei Brak, yang terletak di sebelah timur Tel Aviv.
KELOMPOK Libanon Hizbullah mengeklaim menyerang dengan roket pasukan Zionis yang bertugas di Israel utara, Senin (18/11/2024).
SpaceX akan meluncurkan roket Starship untuk keenam kalinya pada 18 November 2024 dari Starbase di Texas Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved