Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
UNI Eropa mengoreksi pernyataan sebelumnya tentang pasukan Rusia yang berjaga di sepanjang perbatasan Ukraina, dari 150.000 kemudian diralat menjadi sekitar 100.000 pasukan. Tetapi dalam pernyataan daring yang direvisi tersebut, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell masih memperingatkan bahwa penambahan pasukan Rusia sangat mengkhawatirkan.
"Risikonya akan eskalasi lebih lanjut jelas," kata Borrell, Senin (19/4).
Sebelumnya, dalam pernyataannya kepada wartawan setelah pembicaraan yang melibatkan menteri luar negeri Ukraina, Borrell mengatakan bahwa Rusia telah mengumpulkan lebih dari 150.000 pasukan di sepanjang perbatasan Ukraina dan di sSmenanjung Krimea yang dianeksasi. Namun dia menolak mengungkapkan sumber angka tersebut.
Dalam sebuah pernyataan daring pada Senin malam, angka yang dikutip oleh Borrell telah direvisi menjadi lebih dari 100.000. Sebuah catatan kaki menjelaskan bahwa angka tersebut telah dikoreksi, tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut.
Ketegangan meningkat atas penambahan pasukan Rusia di sekitar tetangganya di barat daya ketika intensifikasi bentrokan dengan separatis yang didukung Moskow memicu kekhawatiran kembalinya pertempuran yang meluas di Ukraina.
Militer Moskow mengatakan sedang melakukan latihan di sepanjang perbatasannya sebagai tanggapan atas tindakan aliansi militer Barat NATO yang mengancam Rusia.
baca juga: Rusia Berkomitmen untuk Solusi Damai di Ukraina
Penambahan pasukan oleh Rusia itu terjadi ketika bentrokan antara pasukan Ukraina dan separatis yang didukung Moskow telah berkobar di timur dalam beberapa pekan terakhir, yang menghancurkan gencatan senjata yang ditengahi tahun lalu. Kiev telah memerangi separatis pro-Rusia di wilayah Donetsk dan Lugansk timur sejak 2014, setelah perebutan Krimea oleh Moskow. (AFP/Ol-3)
)
Uni Eropa mengusulkan sanksi baru terhadap Rusia dengan menargetkan pelabuhan di negara ketiga, termasuk Pelabuhan Karimun di Indonesia, dalam paket sanksi ke-20.
Selain penetapan status teroris bagi IRGC, Uni Eropa juga memperluas daftar sanksi individu. Sebanyak 15 pejabat dari sektor keamanan dan peradilan Iran secara resmi masuk dalam daftar hitam.
PARA menteri luar negeri Uni Eropa untuk pertama kali dalam pertemuan pada Kamis (29/1) menyebut Amerika Serikat sebagai ancaman bagi benua tersebut.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved