Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Uni Eropa Tinjau Operasi Angkatan Lautnya di Laut Merah

Media Indonesia
30/3/2026 21:06
Uni Eropa Tinjau Operasi Angkatan Lautnya di Laut Merah
Kapal tanker yang tenggelam di Laut Merah akibat serangan Houthi.(Al Jazeera)

UNI Eropa (UE) kemungkinan akan meninjau kembali mandat operasi angkatan lautnya di Laut Merah jika gerakan Houthi di Yaman kembali melancarkan serangan terhadap kapal-kapal komersial di kawasan tersebut.

"Jika situasinya berubah (jika serangan kembali terjadi), pembahasan mengenai mandat selalu dapat dilakukan," lapor portal berita Euractiv pada Senin (30/3) mengutip seorang diplomat yang tidak disebutkan namanya.

Namun demikian, lanjutnya, masih terlalu dini untuk membicarakan perubahan spesifik apa pun.

Eropa menghadapi tekanan yang semakin besar untuk memperluas misi Laut Merah hingga ke Teluk Persia di tengah tuntutan politik yang berkaitan dengan melonjaknya harga minyak dan gas, menurut laporan Euractiv.

Meski demikian, para pemimpin Uni Eropa khawatir bahwa intervensi militer dapat menyeret blok tersebut ke dalam konflik regional.

Pada Sabtu (28/3), kelompok Houthi meluncurkan roket ke Israel untuk pertama kali sejak eskalasi di kawasan Teluk Persia. 

Juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, mengatakan kelompok tersebut akan terus menargetkan Israel hingga menghentikan operasinya di Iran dan Libanon.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Gerakan Ansar Allah Yaman atau Houthi menyerang Israel dengan rudal untuk kedua kali dalam sehari dan akan melanjutkan serangan sampai Israel menghentikan serangannya terhadap Iran dan Libanon.

Pernyataan itu disampaikan oleh juru bicara militer Houthi, Brigjen Yahya Saree, pada Sabtu.

"Kami melakukan operasi militer kedua sebagai bagian dari Perang Jihad Suci menggunakan rudal jelajah dan drone," kata Saree kepada saluran TV Al Masirah.

"Operasi ini menargetkan beberapa sasaran militer utama musuh Zionis di wilayah Palestina selatan yang diduduki," imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa Houthi akan melanjutkan operasi militer dalam beberapa hari mendatang sampai musuh kriminal menghentikan agresinya terhadap Iran dan Libanon. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya