Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAMA ini, terumbu karang dikenal karena keindahan warna, keragaman ikan, dan struktur fisiknya yang kompleks. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan peran karang yang selama ini luput dari pandangan. Karang ternyata bertindak sebagai penjaga waktu atau "konduktor" bagi penghuni terkecil di lautan.
Studi yang dipimpin Dr. Herdís G. R. Steinsdóttir dan Dr. Miguel J. Frada dari Hebrew University of Jerusalem menunjukkan terumbu karang mengatur ritme harian mikroba di sekitarnya. Karang menentukan kapan mikroba muncul, menghilang, hingga kapan mereka berganti peran sepanjang hari.
Untuk mengungkap fenomena ini, tim peneliti memantau perairan di utara Teluk Aqaba, Laut Merah. Mereka mengambil sampel setiap enam jam sekali, baik di musim dingin maupun musim panas, guna membandingkan kondisi air di atas terumbu karang dengan laut lepas di sekitarnya.
Hasilnya mengejutkan. Bakteri, mikroalga, hingga predator mikroskopis menunjukkan ayunan harian yang sangat kuat. Pola ini berulang hari demi hari, menandakan bahwa terumbu karang bukanlah dekorasi laut yang pasif, melainkan pengatur kehidupan yang aktif.
“Ritme mikroba harian ini sama kuatnya, dan terkadang lebih kuat, dibandingkan perbedaan musiman,” kata Dr. Steinsdóttir. “Hal ini menunjukkan waktu (jam pengambilan sampel) adalah faktor kritis saat mempelajari komunitas mikroba yang terkait dengan terumbu karang.”
Penelitian ini mengungkap beberapa fakta unik mengenai interaksi karang dan mikroba.
Dr. Frada menjelaskan temuan ini mengubah cara pandang ilmuwan terhadap ekosistem laut. “Kami menemukan bahwa terumbu karang tidak hanya dikelilingi secara pasif oleh mikroba. Karang secara aktif menyusun kehidupan mikroba dalam dimensi waktu, menciptakan pola harian yang berulang antar musim,” ungkapnya.
Pemahaman mengenai ritme mikroba ini menjadi krusial di tengah ancaman pemanasan global dan polusi. Karena mikroba merespons perubahan dengan cepat, pergeseran dalam pola harian mereka bisa menjadi sinyal peringatan dini adanya kerusakan pada terumbu karang sebelum tanda-tanda fisik terlihat jelas.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances ini memberikan gambaran paling mendalam sejauh ini tentang kehidupan berbasis waktu di sekitar terumbu karang. Ternyata, bahkan organisme terkecil di samudera pun hidup mengikuti "jam" yang ditetapkan oleh terumbu karang. (Earth/Z-2)
Ilmuwan WHOI mengungkap mengapa hiu betah di kedalaman laut. Ternyata, ikan bigscale pomfret menjadi jembatan makanan antara zona dalam dan permukaan.
Penelitian baru menemukan penyebab kelaparan massal singa laut di California bukan hanya karena kurangnya ikan. Namun turunnya kualitas gizi mangsa.
Ribuan pohon mangrove, bambu, dan tanaman langka menghijaukan wilayah pesisir dan daratan Jawa Tengah hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Upaya menjaga ekosistem pesisir dan laut terus digencarkan lewat Gerakan Penanaman Mangrove Serentak Mageri Segoro 2025, yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Penelitian University of Gothenburg mengungkap pemulihan ekosistem laut Koster di Swedia setelah larangan bottom trawling.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved