Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Terumbu Karang, Sang Konduktor yang Mengatur Ritme Hidup Mikroba Laut

Thalatie K Yani
03/1/2026 11:17
Terumbu Karang, Sang Konduktor yang Mengatur Ritme Hidup Mikroba Laut
Ilustrasi(freepik)

SELAMA ini, terumbu karang dikenal karena keindahan warna, keragaman ikan, dan struktur fisiknya yang kompleks. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan peran karang yang selama ini luput dari pandangan. Karang ternyata bertindak sebagai penjaga waktu atau "konduktor" bagi penghuni terkecil di lautan.

Studi yang dipimpin Dr. Herdís G. R. Steinsdóttir dan Dr. Miguel J. Frada dari Hebrew University of Jerusalem menunjukkan terumbu karang mengatur ritme harian mikroba di sekitarnya. Karang menentukan kapan mikroba muncul, menghilang, hingga kapan mereka berganti peran sepanjang hari.

Mengamati Detak "Jam" Terumbu Karang

Untuk mengungkap fenomena ini, tim peneliti memantau perairan di utara Teluk Aqaba, Laut Merah. Mereka mengambil sampel setiap enam jam sekali, baik di musim dingin maupun musim panas, guna membandingkan kondisi air di atas terumbu karang dengan laut lepas di sekitarnya.

Hasilnya mengejutkan. Bakteri, mikroalga, hingga predator mikroskopis menunjukkan ayunan harian yang sangat kuat. Pola ini berulang hari demi hari, menandakan bahwa terumbu karang bukanlah dekorasi laut yang pasif, melainkan pengatur kehidupan yang aktif.

“Ritme mikroba harian ini sama kuatnya, dan terkadang lebih kuat, dibandingkan perbedaan musiman,” kata Dr. Steinsdóttir. “Hal ini menunjukkan waktu (jam pengambilan sampel) adalah faktor kritis saat mempelajari komunitas mikroba yang terkait dengan terumbu karang.”

Pola Unik Siang dan Malam

Penelitian ini mengungkap beberapa fakta unik mengenai interaksi karang dan mikroba.

  • Penyaringan Alami: Terumbu karang secara konsisten memiliki jumlah bakteri dan mikroalga yang lebih sedikit dibandingkan laut lepas. Hal ini menunjukkan adanya proses aktif seperti pemangsaan dan penyaringan oleh karang.
  • Lonjakan Malam Hari: Kelompok protista heterotrof (predator kecil pemakan bakteri) melonjak hingga 80 persen setelah matahari terbenam.
  • Sinyal Tengah Hari: Jejak genetik Symbiodiniaceae, keluarga alga yang hidup di dalam jaringan karang, mencapai puncaknya pada tengah hari. Hal ini berkaitan erat dengan metabolisme karang yang mengikuti pergerakan matahari.

Dr. Frada menjelaskan temuan ini mengubah cara pandang ilmuwan terhadap ekosistem laut. “Kami menemukan bahwa terumbu karang tidak hanya dikelilingi secara pasif oleh mikroba. Karang secara aktif menyusun kehidupan mikroba dalam dimensi waktu, menciptakan pola harian yang berulang antar musim,” ungkapnya.

Signifikansi bagi Kesehatan Laut

Pemahaman mengenai ritme mikroba ini menjadi krusial di tengah ancaman pemanasan global dan polusi. Karena mikroba merespons perubahan dengan cepat, pergeseran dalam pola harian mereka bisa menjadi sinyal peringatan dini adanya kerusakan pada terumbu karang sebelum tanda-tanda fisik terlihat jelas.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances ini memberikan gambaran paling mendalam sejauh ini tentang kehidupan berbasis waktu di sekitar terumbu karang. Ternyata, bahkan organisme terkecil di samudera pun hidup mengikuti "jam" yang ditetapkan oleh terumbu karang. (Earth/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik