Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA menentang sanksi terhadap junta militer di Myanmar. Negara tersebut memperingatkan bahwa tindakan hukuman dapat memicu perang saudara skala besar di negara itu.
"Ancaman dan tekanan, termasuk penggunaan sanksi terhadap otoritas Myanmar saat ini, tidak memiliki masa depan dan sangat berbahaya," bunyi laporan kantor berita Interfax yang mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.
Kebijakan semacam itu dinilai akan mendorong warga Burma menuju konflik sipil besar-besaran. Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta militer pada 1 Februari lalu.
Baca juga: Dukung Aksi Protes, Warga Myanmar Ramai-Ramai Jual Barang Bekas
Gerakan kudeta telah menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan menggagalkan eksperimen negara tersebut dengan iklim demokrasi.
Menurut kelompok pemantau lokal, lebih dari 550 orang dilaporkan tewas dalam kerusuhan anti kudeta. Kekuatan internasional berupaya menambah tekanan terhadap militer Myanmar, dengan menargetkan kepentingan bisnisnya.
Baca juga: PBB Minta Dunia Cegah Perang Sudara di Myanmar
Namun, sejauh ini sanksi maupun seruan untuk menahan diri tidak menunjukkan tanda-tanda meredam kekuasaan junta. Di lain sisi, militer Myanmar berusaha untuk mengatasi kerusuhan yang meluas.
Rusia berusaha untuk mengembangkan hubungan dengan junta militer. Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin diketahui bergabung dalam parade tahunan pada Maret lalu, yang menampilkan kehebatan militer Myanmar.
Ketika rezim militer mengadakan parade dalam rangka Hari Angkatan Bersenjata, lebih dari seratus orang tewas. Pada parade tersebut, Rusia memamerkan peralatannnya, termasuk tank T-72, jet tempur MiG-29 dan helikopter Mi-24.(AFP/OL-11)
Sejumlah negara Eropa dilaporkan bahas pengembangan penangkal nuklir pertama sejak Perang Dingin, respons ancaman Rusia dan dinamika NATO.
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa atau PBB dan Rusia menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan perdana Board of Peace yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kremlin pastikan Rusia absen dari pertemuan perdana Board of Peace di Washington pada 19 Februari. Moskow masih pelajari urgensi badan pengelola Gaza tersebut.
Iran tingkatkan arsenal rudal balistik dengan bantuan Rusia. Rudal Kheibar Shekan kini mampu jangkau seluruh wilayah Israel, memicu ancaman konflik terbuka.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
Juru bicara Departemen Keuangan AS membantah adanya motif tersembunyi dalam langkah pencabutan sanksi terhadap kroni junta Myanmar.
FENOMENA autokratisasi secara global yang terjadi saat ini memasuki gelombang ketiga. Pemerintah otoriter lahir dengan cara 'memanfaatkan' sistem demokrasi.
MANTAN Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, yang berstatus terdakwa, dibebaskan secara bersyarat setelah menjalani hukuman enam bulan dari satu tahun hukumannya.
Bantuan yang diberikan Amerika Serikat ke Gabon akan dihentikan setelah kudeta militer bulan lalu.
KEMENTERIAN Luar Negeri Prancis pada Kamis (14/9), mengumumkan bahwa seorang warganya yang ditahan selama kudeta di Niger telah dibebaskan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved