Selasa 06 April 2021, 17:30 WIB

Tolak Sanksi Myanmar, Rusia Peringatkan Potensi Konflik Sipil

Nur Aivanni | Internasional
Tolak Sanksi Myanmar, Rusia Peringatkan Potensi Konflik Sipil

AFP
Aksi protes warga Myanmar terhadap kudeta militer yang belum berakhir.

 

RUSIA menentang sanksi terhadap junta militer di Myanmar. Negara tersebut memperingatkan bahwa tindakan hukuman dapat memicu perang saudara skala besar di negara itu.

"Ancaman dan tekanan, termasuk penggunaan sanksi terhadap otoritas Myanmar saat ini, tidak memiliki masa depan dan sangat berbahaya," bunyi laporan kantor berita Interfax yang mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia.

Kebijakan semacam itu dinilai akan mendorong warga Burma menuju konflik sipil besar-besaran. Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta militer pada 1 Februari lalu.

Baca juga: Dukung Aksi Protes, Warga Myanmar Ramai-Ramai Jual Barang Bekas

Gerakan kudeta telah menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dan menggagalkan eksperimen negara tersebut dengan iklim demokrasi.

Menurut kelompok pemantau lokal, lebih dari 550 orang dilaporkan tewas dalam kerusuhan anti kudeta. Kekuatan internasional berupaya menambah tekanan terhadap militer Myanmar, dengan menargetkan kepentingan bisnisnya.

Baca juga: PBB Minta Dunia Cegah Perang Sudara di Myanmar

Namun, sejauh ini sanksi maupun seruan untuk menahan diri tidak menunjukkan tanda-tanda meredam kekuasaan junta. Di lain sisi, militer Myanmar berusaha untuk mengatasi kerusuhan yang meluas.

Rusia berusaha untuk mengembangkan hubungan dengan junta militer. Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexander Fomin diketahui bergabung dalam parade tahunan pada Maret lalu, yang menampilkan kehebatan militer Myanmar.

Ketika rezim militer mengadakan parade dalam rangka Hari Angkatan Bersenjata, lebih dari seratus orang tewas. Pada parade tersebut, Rusia memamerkan peralatannnya, termasuk tank T-72, jet tempur MiG-29 dan helikopter Mi-24.(AFP/OL-11)

 

 

Baca Juga

Jordanian Royal Palace / AFP

Pangeran Hamzah Tampil Perdana Dengan Raja Abdullah II

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 08:25 WIB
Pangeran Yordania Hamzah, pada Minggu, tampil di depan publik untuk pertama kalinya sejak ia menjalani tahanan rumah pekan lalu,...
AFP/Atta Kenare

Badan Atom Iran Sebut Fasilitas Nuklir Diserang Aksi Terorisme

👤Nur Aivanni 🕔Senin 12 April 2021, 07:28 WIB
Kamalvandi mengatakan telah terjadi kecelakaan di bagian sirkuit listrik fasilitas pengayaan di kompleks Natanz dekat...
campaignasia.com

Facebook Habiskan US$23 Juta untuk Keamanan Mark Zuckerberg

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 12 April 2021, 05:00 WIB
Pengajuan baru ke Securities and Exchange Commission menunjukkan bahwa Facebook menghabiskan lebih dari US$23 juta pada tahun lalu untuk...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Modal Bikin Bank Baru kian Besar

 Di ketentuan RPOJK Bank Umum, bagi perbankan yang baru mau berdiri, diwajibkan memenuhi modal inti Rp10 triliun, termasuk untuk pendirian bank digital.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya