Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Myanmar yang menentang kudeta militer ramai-ramai menjual barang bekas secara daring. Hasil penjualan tersebut akan disalurkan ke pemerintahan bayangan bagi gerakan protes dan tujuan politik terkait lainnya.
Ini merupakan salah satu alternatif cara yang lebih aman dan substantif, untuk menunjukkan protes warga terhadap kudeta militer. Adapun barang bekas yang dijual mulai dari pakaian dan mainan, hingga peralatan musik dan peralatan outdoor.
Rekan-rekan dari negara asing juga didorong untuk menyumbang. Penggalangan dana di dalam Myanmar juga bertujuan meningkatkan kesadaran politik. Dalam hal ini, menolak penggulingan pemerintah yang dipimpin Aung San Suu Kyi.
Baca juga: Junta Militer Myanmar Tuduh Suu Kyi Langgar UU Rahasia
Pengguna Facebook terpantau memanfaatkan jejaring sosial tersebut untuk menjual barang milik mereka. Pesan yang disampaikan ialah semua uang yang terkumpul akan digunakan untuk mendanai Komite Mewakili Pyidaungsu Hluttaw (CPRH). Komite tersebut dibentuk oleh anggota parlemen terpilih yang dihentikan oleh kudeta militer.
Komite itu mengklaim sebagai satu-satunya pemerintah yang sah di Myanmar. Serta, menolak junta militer yang berkuasa, karena tidak memiliki kedudukan hukum. Di sisi lain, junta telah melarang komite tersebut dan menyatakannya sebagai pengkhianat.
Dibentuk tak lama setelah kudeta 1 Februari, CRPH membutuhkan dana besar untuk menjalankan kegiatan organisasi di dalam negeri. Berikut, upaya diplomatik di luar negeri. Namun, otoritas berwenang terus mempersempit akses Internet, yang akhir-akhir ini hanya terbatas pada sejumlah kecil rumah tangga.
Baca juga: Para Pemimpin ASEAN Siap Bahas Kondisi Politik Myanmar
Pekan lalu, seorang remaja putri menawarkan koleksi musik dan memorabilia K-pop, terutama dari grup musik EXO. Siapa pun yang tertarik harus menunjukkan kepadanya tanda terima untuk sumbangan ke CRPH. Lalu, ada yang menjual koleksi LEGO Marvel Super Heroes.
“Itu tidak terlalu mahal, tapi sulit untuk dikumpulkan. Kalau kamu tunjukkan slip donasi CRPH, kamu pilih apa saja dan akan kuberikan,” pesan si penjual.
Sekelompok orang lainnya mengiklankan koleksi novel, puisi dan buku motivasi. Hasilnya kembali disumbangkan untuk perjuangan melawan kudeta militer. Selain itu, berbagai layanan juga ditawarkan untuk membantu biaya perjuangan.(CNA/OL-11)
Gerakan No Kings ramai di Amerika Serikat lewat aksi demonstrasi besar. Sebenarnya apa itu No Kings dan apa tujuan di balik gerakan ini?
Robert De Niro ikut aksi “No Kings” di New York, bagian dari protes nasional terhadap kebijakan Trump terkait Iran dan imigrasi yang dinilai kontroversial.
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
Juru bicara Departemen Keuangan AS membantah adanya motif tersembunyi dalam langkah pencabutan sanksi terhadap kroni junta Myanmar.
FENOMENA autokratisasi secara global yang terjadi saat ini memasuki gelombang ketiga. Pemerintah otoriter lahir dengan cara 'memanfaatkan' sistem demokrasi.
MANTAN Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra, yang berstatus terdakwa, dibebaskan secara bersyarat setelah menjalani hukuman enam bulan dari satu tahun hukumannya.
Bantuan yang diberikan Amerika Serikat ke Gabon akan dihentikan setelah kudeta militer bulan lalu.
KEMENTERIAN Luar Negeri Prancis pada Kamis (14/9), mengumumkan bahwa seorang warganya yang ditahan selama kudeta di Niger telah dibebaskan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved