Senin 22 Maret 2021, 23:36 WIB

Israel Cabut Izin Perjalanan Menlu Palestina usai Bertemu ICC

Mediaindonesia.com | Internasional
Israel Cabut Izin Perjalanan Menlu Palestina usai Bertemu ICC

AFP/Mohammed Abed.
Anak-anak Palestina bermain di samping rumah mereka di Kota Gaza, Senin (22/3).

 

PEMERINTAH Palestina pada Senin (22/3) mengatakan Israel telah mencabut izin perjalanan menteri luar negeri setelah dia bertemu dengan kepala jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) Fatou Bensouda.

Pengadilan ICC yang bermarkas di Den Haag, Belanda, yang sering menghadapi kritik oleh Israel, bulan ini membuka penyelidikan formal atas dugaan kejahatan perang di wilayah Palestina.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Maliki bertemu dengan Bensouda pada Kamis. Tetapi sekembalinya ke Tepi Barat yang diduduki pada Minggu (21/3), kartu VIP-nya ditarik, kata para pejabat Palestina.

Kartu tersebut merupakan identifikasi yang dikeluarkan untuk pejabat Palestina. Kartu itu memfasilitasi perjalanan di pos perbatasan yang dikendalikan oleh Israel.

Perdana Menteri Palestina Mohammed Shtayyeh mengutuk pelecehan terhadap Maliki dan timnya karena menjadi sasaran sekembalinya mereka dari pertemuan dengan jaksa ICC.

 

Badan keamanan Israel Shin Bet menolak berkomentar, tetapi sumber-sumber Israel yang tidak mau disebut namanya mengatakan kepada AFP bahwa Maliki telah kehilangan izinnya karena dia berupaya merugikan negara Yahudi itu dengan bertemu jaksa ICC.

Ammar Hijazi, seorang ajudan Maliki, mengatakan kelompok itu diblokade selama dua jam dan selama satu setengah jam mereka ditanyai tentang kunjungan ke ICC. "Mereka memberi tahu kami bahwa itu merupakan masalah sensitif bagi mereka dan mereka tidak akan mengizinkan kami bergerak dengan mudah."

Pengadilan kejahatan perang permanen satu-satunya di dunia, ICC, didirikan pada 2002 untuk mengadili kejahatan terburuk kemanusiaan ketika pengadilan lokal tidak mau atau tidak dapat turun tangan.

Bensouda mengatakan penyelidikannya akan mencakup situasi sejak 2014 di Jalur Gaza yang diblokade Israel serta Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki.

Palestina, yang telah menjadi pihak negara ICC sejak 2015, menyambut baik penyelidikan tersebut dan mengatakan mereka tidak akan meminta penangguhan apa pun.

Israel bukan anggota dan telah menolak penyelidikan tersebut dengan mengatakan pengadilan tidak memiliki yurisdiksi atas warganya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, seorang kritikus vokal ICC, mengatakan keputusan untuk membuka penyelidikan itu dianggap inti dari anti-Semitisme dan menyatakan Israel diserang.

Pada Jumat, ICC memberi waktu satu bulan kepada Israel dan Palestina untuk meminta pengadilan menunda penyelidikan kejahatan perangnya, asalkan mereka dapat membuktikan bahwa mereka melakukan penyelidikan sendiri. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Atta Kenare.

Hizbullah Libanon Nilai Ebrahim Raisi sebagai Perisai Lawan Israel

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 Juni 2021, 17:36 WIB
Erdogan mengatakan dia yakin kerja sama antara kedua negara akan semakin diperkuat dan dia siap bekerja sama dengan...
CHRIS STOWERS/AFP/GETTY IMAGES

Tiongkok Tekan Tujuh Staf Perdagangan Taiwan di Hong Kong

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 20 Juni 2021, 17:20 WIB
Pihak berwenang Hong Kong yang di bawah kendali Tiongkok memaksa tujuh pegawai Taiwan menandatangani janji bawah Taiwan adalah wilayah...
STR / AFP

Tiongkok Telah Beri Suntikan 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 20 Juni 2021, 16:50 WIB
Jumlah suntikan dosis Covid-19 yang diberikan di Tiongkok telah melewati angka satu miliar atau lebih dari sepertiga dari dosis Covid-19 di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perlindungan Ganda terhadap Virus Korona dan Flu

DALAM perlombaan vaksin, perusahaan AS Novavax terlambat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya