Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
REGULATOR obat-obatan Uni Eropa pada Selasa (16/3 mengatakan pihaknya sangat yakin bahwa manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar daripada risiko yang mungkin ditimbulkan.
Sementara jutaan dosis vaksin yang dikembangkan dengan Universitas Oxford itu telah diberikan, sejumlah orang mengalami pembekuan darah. Hal itu mendorong negara-negara termasuk tiga negara terbesar Uni Eropa, Jerman, Prancis dan Italia untuk menghentikan suntikan tersebut.
Tetapi European Medicines Agency (EMA) bersikeras bahwa negara-negara harus terus menggunakan vaksin tersebut.
"Kami masih sangat yakin bahwa manfaat vaksin AstraZeneca dalam mencegah covid-19 dengan risiko terkait rawat inap dan kematian lebih besar daripada risiko efek samping ini," kata Kepala EMA Emer Cooke, Selasa (16/3).
"Saat ini tidak ada indikasi bahwa vaksinasi menyebabkan kondisi ini," tambahnya.
Cooke mencatat bahwa regulator sedang melihat efek samping yang terkait dengan semua vaksin. Prancis dan Italia menyambut baik kabar tersebut.
"Pernyataan awal hari ini dari EMA sangat menggembirakan," kata pernyataan bersama dari Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi.
Suntikan AstraZeneca, di antara yang termurah yang tersedia, dianggap sebagai vaksin pilihan untuk negara-negara miskin. Laporan mengenai pembekuan darah itu pun berdampak di luar Eropa.
baca juga: Penggunaan Vaksin AstraZeneca Ditangguhkan di Swedia
Negara lain yang telah menghentikan atau menunda peluncuran vaksin tersebut termasuk Indonesia, Venezuela, Swedia, dan Belanda - dengan Siprus, Lithuania, Luksemburg, dan Swedia menjadi yang terbaru bergabung dalam daftar tersebut.
Sementara itu, kematian akibat virus korona di seluruh Eropa telah melewati angka 900.000 pada Selasa. Itu menjadikannya wilayah global yang paling parah terkena dampak, menurut penghitungan AFP. (AFP/OL-3)
Dia menambahkan bahwa pinjaman Uni Eropa sebesar 106 miliar dolar AS dan memorandum dengan Dana Moneter Internasional (IMF) berisiko gagal.
NINTENDO dikabarkan tengah menyiapkan versi baru dari konsol generasi terbarunya, Nintendo Switch 2, dengan desain baterai yang dapat diganti sendiri oleh pengguna.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Para petani menerapkan metode panen cerdas iklim dan pemetikan selektif dengan tangan untuk menjaga cita rasa serta memperpanjang umur simpan buah.
Jerman pastikan tidak bergabung dalam misi militer di Selat Hormuz. Menlu Johann Wadephul tegaskan Berlin pilih solusi negosiasi ketimbang keterlibatan tempur.
Iran juga menuduh Uni Eropa melakukan kemunafikan dan standar ganda setelah kepala kebijakan luar negeri blok tersebut mengkritik serangan Hizbullah terhadap Israel.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved