Minggu 14 Maret 2021, 07:11 WIB

UE Kembali Hadapi Kekurangan Pasokan Vaksin AstraZeneca

Nur Aivanni | Internasional
UE Kembali Hadapi Kekurangan Pasokan Vaksin AstraZeneca

AFP/Gent SHKULLAKU
Petugas kesehatan memasukkan dosis vaksin covid-19 buatan AstraZeneca untuk guru olahraga di Tirana, Albania, Sabtu (13/3/2021).

 

UNI Eropa menghadapi kekurangan vaksin covid-19 dalam program inokulasi virus korona setelah raksasa farmasi AstraZeneca  mengalami masalah produksi dan pembatasan ekspor vaksin.

Citra perusahaan tersebut telah terpukul dengan beberapa negara menangguhkan peluncuran vaksinnya karena khawatir vaksin tersebut menyebabkan pembekuan darah, meski Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan tidak ada alasan untuk berhenti menggunakannya.
Peristiwa itu menjadi pukulah terbaru bagi vaksn AstraZeneca yang merupakan vaksin termurah melawan pandemi covid-19 yang menyebabkan 2,6 juta orang meninggal dunia.

Jerman telah melaporkan dampak buruk akibat penundaan tersebut, negara bagian Thuringia membatalkan janji temu dan menangguhkan proyek percontohan bagi dokter umum untuk memberikan vaksin.

Sementara itu, Kepala badan pengendalian penyakit negara itu Robert Koch Institute, Lothar Wieler memperingatkan bahwa gelombang ketiga sudah dimulai di Jerman. Terlepas dari tanda-tanda yang mengkhawatirkan itu, ribuan orang bergabung dalam aksi protes di kota-kota Jerman pada Sabtu menentang tindakan anti-covid.

Perdana Menteri Prancis Jean Castex mengatakan bahwa pemerintahnya masih memperkirakan akan melampaui target 10 juta vaksinasi pada 15 April. Castex mempertahankan penggunaan vaksin AstraZeneca, meskipun negara lain telah melakukan tindakan pencegahan.

Beberapa negara menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca pekan ini, setelah Norwegia melaporkan kematian tak terduga akibat pendarahan otak setelah menerima suntikan tersebut. Pejabat Norwegia, pada Sabtu, mengatakan bahwa negara itu telah menerima beberapa laporan kejadian buruk tentang orang-orang muda yang divaksinasi dengan pendarahan di bawah kulit setelah disuntik.

Dia juga mengatakan telah menerima tiga laporan lagi tentang kasus pembekuan darah yang parah atau pendarahan otak pada orang muda yang telah menerima vaksin AstraZeneca.

baca juga: Filipina Deteksi Kasus Pertama Varian Virus Korona

WHO menyatakan komite penasehat vaksin telah memeriksa data keamanan yang masuk. Dan disebutkan tidak ada hubungan sebab akibat antara vaksin AstraZeneca dan pembekuan darah. AstraZeneca bersikeras bahwa suntikannya aman dan tidak ada bukti risiko pembekuan darah lebih tinggi. Italia dan Austria telah melarang penggunaan vaksin dari batch terpisah AstraZeneca. Sementara itu, Thailand dan Bulgaria mengatakan akan menunda peluncurannya pekan ini. (AFP/OL-3)

 


 

Baca Juga

dok.mi

Presiden AAYG Dukung Pemerintah RI Wujudkan Perdamaian Dunia

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:45 WIB
Presiden Asian African Youth Government (AAYG), Respiratori Saddam Al Jihad mendukung pemerintah RI untuk terlibat aktif mewujudkan...
dok.AFP

Ukraina Klaim Sukses Buat Rusia Kelabakan di Krimea

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:21 WIB
Ukraina telah menyatakan kesuksesan atas sejumlah serangan di Krimea yang membuat Rusia panik. Kyiv akan melanjutkannya sampai kekuatan...
AFP/MOHAMMED ABED

Israel Akhirnya Akui Membunuh 5 Anak Palestina yang Sedang Bermain

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:52 WIB
Saat terjadinya serangan, militer Israel sempat mengklaim kelima anak itu tewas akibat terkena roket milik Jihad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya