Kamis 25 Februari 2021, 19:30 WIB

India dan Pakistan Sepakat Gencatan Senjata

Mediaindonesia.com | Internasional
India dan Pakistan Sepakat Gencatan Senjata

Antara
Ilustrasi

 

India dan Pakistan telah menyepakati gencatan senjata di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan di Kashmir, setelah baku tembak yang terjadi ratusan kali antara militer kedua negara dalam beberapa bulan terakhir.

Dua negara bertetangga yang memiliki senjata nuklir itu menandatangani perjanjian gencatan senjata di sepanjang Garis Kendali (LoC) di wilayah Kashmir pada 2003, tetapi gencatan senjata telah pecah dalam beberapa tahun terakhir, dan telah terjadi banyak korban di antara penduduk desa yang tinggal dekat dengan perbatasan de facto itu.

"Kedua belah pihak setuju untuk mematuhi secara ketat semua perjanjian, pemahaman, dan penghentian penembakan di sepanjang Garis Kendali dan semua sektor lainnya yang berlaku mulai tengah malam 24/25 Februari 2021," menurut pernyataan bersama India dan Pakistan, yang dikutip Kamis (25/2).

Kembalinya gencatan senjata diselesaikan oleh dua direktur jenderal operasi militer. "Demi mencapai perdamaian yang saling menguntungkan dan berkelanjutan di sepanjang perbatasan, kedua DGsMO sepakat untuk menangani masalah inti masing-masing dan keprihatinan yang memiliki kecenderungan untuk mengganggu perdamaian dan mengarah pada kekerasan."

Telah terjadi peningkatan signifikan dalam pelanggaran gencatan senjata sejak 2014, yang menyebabkan hampir 300 kematian warga sipil, kata sebuah sumber di militer Pakistan. "Hanya dalam dua bulan tahun ini, telah terjadi 253 pelanggaran gencatan senjata di mana delapan warga sipil terluka," kata sumber itu.

Sejak awal tahun, India telah mencatat 591 pelanggaran oleh Pakistan.

Kashmir telah lama menjadi sumber konflik antara India dan Pakistan, yang mengklaim wilayah itu secara penuh tetapi hanya menguasai sebagian.

Namun, situasi kembali memanas setelah New Delhi mencabut otonomi negara bagian Jammu dan Kashmir pada Agustus 2019, dan membaginya menjadi dua wilayah yang dikelola pemerintah federal. "Kami sangat optimistis bahwa tingkat kekerasan dan ketegangan di sepanjang LoC akan turun," kata seorang pejabat India di New Delhi, yang menolak disebutkan namanya mengingat sensitivitas masalah tersebut.

Militer India akan mempertahankan penempatan pasukan di sepanjang LoC untuk mencegah infiltrasi dan melanjutkan operasi kontra pemberontakan di lembah Kashmir, kata pejabat itu.

Politisi di Kashmir India mengatakan mereka menyambut baik komitmen untuk kembali ke gencatan senjata, salah satu dari sedikit tanda kerja sama dalam beberapa tahun terakhir antara tetangga yang telah berperang dalam tiga perang skala penuh sejak memperoleh kemerdekaan pada 1947. "Dialog adalah satu-satunya jalan maju jika kedua negara ingin menghentikan siklus kekerasan yang tak berkesudahan & pertumpahan darah melintasi perbatasan dan J&K," kata politisi Kashmir Mehbooba Mufti di Twitter, mengacu pada Jammu dan Kashmir. (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP

Kasus Covid-19 Melonjak, Turki Berlakukan Lockdown Sebagian

👤Nur Aivanni 🕔Rabu 14 April 2021, 13:23 WIB
Presiden Turki Tayyip Erdogan mengumumkan pengetatan pembatasan untuk mengekang peningkatan kasus Covid-19 selama dua minggu...
AFP/AL AS.

Pemerintah AS akan Lanjutkan Penjualan Senjata ke UEA

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 14 April 2021, 13:22 WIB
Sebelumnya, Pemerintah AS menghentikan sementara kesepakatan yang disetujui oleh mantan Presiden Donald Trump untuk...
AFP/Ozan KOSE

Selama Ramadan, Turki Perketat Pembatasan Covid-19

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 14 April 2021, 11:43 WIB
Penambahan 59.187 kasus baru dan 273 kematian yang dilaporkan pada Selasa (13/4) merupakan yang tertinggi sejak pandemi mencapai Turki,...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya