Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
JUNTA militer Myanmar memperingatkan pengunjuk rasa anti-kudeta bahwa mereka bisa mati, tetapi ribuan orang turun ke jalan lagi pada Senin (22/2), dengan ketegangan yang melonjak atas kematian empat demonstran.
Sebagian besar warga Myanmar gempar karena para jenderal menggulingkan dan menahan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi tiga pekan lalu. Demonstrasi besar-besaran telah terjadi di seluruh negeri, sementara gerakan pembangkangan sipil telah menghambat banyak operasi pemerintah dan juga bisnis.
"Para pengunjuk rasa sekarang menghasut orang-orang, terutama remaja dan pemuda yang emosional, ke jalur konfrontasi di mana mereka akan kehilangan nyawa," kata sebuah pernyataan di stasiun televisi pemerintah MRTV pada Minggu.
Pernyataan itu, yang dibacakan dalam bahasa Burma dengan teks versi Inggris di layar, memperingatkan pengunjuk rasa agar tidak memicu kerusuhan dan anarki.
Peringatan itu menyusul akhir pekan paling mematikan sejak kudeta - dua orang tewas ketika pasukan keamanan menembaki pengunjuk rasa di kota Mandalay, dan orang ketiga ditembak mati di Yangon. Dan seorang perempuan muda juga meninggal pada Jumat setelah ditembak di kepala saat melakukan aksi protes.
Pelapor Khusus PBB Tom Andrews mengatakan dia sangat prihatin dengan ancaman baru junta tersebut. "Peringatan bagi junta: Tidak seperti 1988, tindakan oleh pasukan keamanan dicatat & Anda akan dimintai pertanggungjawaban," cuitnya di Twitter.
Baca juga : Tiga Orang Tewas, PBB Kembali Kecam Rezim Militer Myanmar
Tetapi pengunjuk rasa tampaknya tidak terpengaruh pada Senin (22/2), dengan ribuan orang berkumpul di dua tempat sekitar Yangon.
"Kami keluar hari ini untuk bergabung dalam aksi protes, untuk berjuang sampai kami menang," kata Kyaw Kyaw, seorang mahasiswa yang berusia 23 tahun. "Kami khawatir tentang tindakan keras itu, tetapi kami akan terus maju. Kami sangat marah," ucapnya.
Di wilayah Bahan, para demonstran duduk di jalan dan membuat lautan spanduk kuning dan merah untuk mendukung Suu Kyi.
Sementara itu, penduduk Yangon terbangun dengan kehadiran keamanan yang ketat, termasuk truk polisi dan militer di jalan dan sebuah distrik kedutaan yang dibarikade.
Pasar dan toko diperkirakan akan tetap tutup sebagai bentuk solidaritas dengan para pengunjuk rasa. Ada juga demonstrasi di kota Myitkyina dan Dawei. Dan, para pengunjuk rasa juga turun ke jalan di Naypidaw dengan sepeda motor. (AFP/OL-2)
Aung San Suu Kyi kini genap 20 tahun dalam tahanan. Di tengah kondisi kesehatan yang misterius, mampukah "The Lady" mengakhiri perang saudara di Myanmar?
PARTAI yang berafiliasi dengan militer dan selama ini mendominasi politik Myanmar mengeklaim kemenangan besar dalam tahap pertama pemilihan umum yang digelar junta militer.
DIREKTORAT Pelindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok, kembali memulangkan 54 WNI dari perbatasan Myanmar-Thailand.
KBRI di Yangon melaporkan bahwa sebanyak 56 WNI yang terdampak operasi penertiban pusat online scam dan online gambling di kawasan KK Park dan Shwe Kokko, Myawaddy.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa pola tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Indonesia semakin berkembang dan kian sulit dideteksi.
Alat pelacak, yang dipasang otoritas narkotika Thailand, menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut bergerak ke utara menuju perbatasan Myanmar.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meski Iran tengah diguncang.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.
Komisi III DPR RI meluruskan berbagai narasi keliru soal KUHP baru, menegaskan pidana mati, pasal presiden, zina, hingga demo tetap dibatasi prinsip keadilan.
Revisi Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat terkait UMSK 2026 tidak menyelesaikan masalah mendasar.
Polri pastikan dua kerangka di Gedung ACC Kwitang adalah Reno dan Farhan. Hasil forensik: tewas akibat luka bakar tanpa tanda penganiayaan.
Presiden Ekuador Daniel Noboa selamat dari serangan massa yang melempari batu dan menembaki iring-iringan mobilnya di tengah aksi protes kenaikan harga BBM.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved