Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
REPUBLIK Demokrasi Kongo, Minggu (7/2), mengumumkan munculnya kembali kasus Ebola di wilayah timur negara itu setelah seorang perempuan meninggal dunia karena penyakit itu, tiga bulan setelah pemerintah menyatakan wabah Ebola berakhir.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan telah menerjunkan tim epidemiologi ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.
"Kami mengalami episode baru virus Ebola di Zona Kesehatan Biena di Provinsi Kivu Utara," ujar Menteri Kesehatan Kongo Eteni Longondo.
"Korban tewas adalah seorang petani, istri penyintas Ebola, yang mulai menunjukkan gejala pada 1 Februari lalu," imbuhnya.
Baca juga: Langgar Prokes, Perdana Menteri Yunani Jadi Sorotan
Perempuan itu meninggal dunia pada 3 Februari dan sampel darahnya dinyatakan positif Ebola.
Kantor WHO di Afrika itu mengatakan perempuan itu meninggal dunia di kawasan yang sebelumnya merupakan episenter wabah Ebola di dekat Kota Butembo.
"Tidak jarang kasus-kasus sporadis muncul setelah epidemi," ujar WHO dalam sebuah pernyataan resmi.
WHO menambahkan tim epidemiologis telah berada di Butembo melakikan penyelidikan. Sebanyak 70 orang yang melakukan kontrak dengan perempuan itu telah diidentifikasi.
"Proses disinfeksi lokasi yang dikunjungi perempuan itu juga tengah dilakukan," kata badan PBB itu.
Sejak krisis Ebola di Afrika Barat, antara 2013 dan 2016, yang menyebabkan 11.300 orang meninggal dunia, WHO memandang setiap munculnya penyakit itu dengan kehati-hatian, menetapkan epidemi teranyar di Kongo sebagai darurat kesehatan internasional.
Kongo, 18 November lalu, menetapkan epidemi, yang berlangsung selama hampir 6 bulan, di Provinsi Equateur, telah berakhir. Itu merupakan wabah Ebola ke-11 di Kongo, menewaskan 55 orang dari 130 kasus.
Vaksinasi yang diberikan kepada lebih dari 40 ribu orang berhasil menekan angka kasus Ebola. (AFP/OL-1)
Uganda memulai uji coba vaksin eksperimental untuk melawan strain Sudan dari virus Ebola setelah wabah baru menyebabkan satu kematian dan dua kasus infeksi.
WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia menyataka mengerahkan tim untuk membantu Uganda memerangi bawah Ebola yang membuat satu tenaga kesehatan yakni perawat berusia 32 meninggal dunia.
Marburg merupakan salah satu virus paling mematikan bersama dengan Ebola, yang juga termasuk dalam keluarga penyakit filovirus.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mencatat kasus kematian akibat virus ebola di Uganda Afrika Timur bertambah menjadi 29 orang.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi 7 kasus ebola muncul di Uganda Afrika Timur, ini kemunculan kasus pertama sejak kasus terakhir pada 2012.
Contoh virus RNA adalah novel corona virua, virus ebola, juga influenza.
Presiden DR Kongo dan Rwanda menandatangani kesepakatan damai di Washington dalam pertemuan yang dipimpin Presiden AS Donald Trump.
PRESIDEN Donald Trump menawarkan jutaan dolar dalam bentuk pembayaran dan insentif lain untuk menarik negara-negara agar menerima warga AS yang dideportasi.
Proyek tambang mineral langka di Tanzania yang semula digadang-gadang sebagai kunci bagi Barat akhirnya resmi jatuh ke tangan raksasa Tiongkok.
Indonesia terus memperkuat kebijakan pasar karbon melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.
REPUBLIK Demokratik Kongo mengumumkan wabah penyakit virus Ebola, Kemenkes menyatakan belum ada kasus di Indonesia. Namun, pemantauan di pintu masuk negara tetap dilakukan.
Antonio Guterres pada (28/6) waktu setempat menyambut baik penandatanganan kesepakatan damai yang digelar sehari sebelumnya antara Republik Demokratik Kongo (DRC) dan Rwanda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved