Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dari Rumble in the Jungle ke Duel Tyson-Mayweather

Haufan Hasyim Salengke
18/2/2026 07:57
Dari Rumble in the Jungle ke Duel Tyson-Mayweather
Kedua raja tinju dunia, Mike Tyson dan Floyd Mayweather, akan bertemu di atas ring pada April mendatang menyusul pengumuman mengejutkan September lalu.(USA Today)

PEMILIHAN Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, sebagai panggung duel Mike Tyson melawan Floyd Mayweather membangkitkan kembali memori kolektif tentang salah satu peristiwa olahraga paling ikonik di abad ke-20 yaitu "The Rumble in the Jungle".

Dua nama paling ikonik dalam sejarah ring, Tyson dan Mayweather, dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk menggelar duel eksibisi yang sangat dinantikan.

Menurut laporan Ring Magazine, laga monumental ini dijadwalkan berlangsung pada 25 April 2026 di Kongo yang dulu bernama Zaire. Pemilihan lokasi ini seolah membangkitkan memori sejarah "Rumble in the Jungle" tahun 1974, saat Muhammad Ali menumbangkan George Foreman di wilayah yang sama. Berikut faktanya:

1. Warisan Muhammad Ali dan George Foreman (1974)

Tepat 52 tahun lalu, lokasi yang sama menjadi saksi bisu keajaiban taktik Rope-a-Dope milik Muhammad Ali. Saat itu, Ali yang tidak diunggulkan berhasil meruntuhkan dominasi George Foreman yang dikenal 'tak terkalahkan'.

  • Simbol Kebangkitan: Laga tersebut bukan hanya soal tinju, melainkan pernyataan politik dan budaya tentang kebangkitan identitas Afrika di mata dunia.

  • Daya Tarik Global: Diperkirakan 1 miliar orang menonton laga tersebut melalui televisi, sebuah angka yang fantastis pada masanya.

2. Mengapa Kongo Lagi?

Keputusan promotor membawa Tyson dan Mayweather ke Kongo tahun ini memiliki beberapa dimensi strategis:

  • Nostalgia Pemasaran: Menggunakan narasi "Kembali ke Akar" untuk menarik minat penonton lintas generasi.

  • Diplomasi Olahraga: Pemerintah Kongo berkepentingan menunjukkan stabilitas dan kemajuan infrastruktur negara mereka kepada dunia internasional melalui event berskala masif.

  • Magis Tyson: Mike Tyson sering kali disebut sebagai pewaris spiritual karisma Muhammad Ali. Bertarung di tempat Ali meraih kemenangan terbesarnya memberikan beban emosional yang kuat bagi Tyson.

3. Perbedaan Era: 1974 vs 2026

Jika tahun 1974 adalah tentang perebutan gelar juara dunia sejati yang kaku, laga 2026 ini lebih bersifat olahrag hiburan (sportainment). Namun, nilai sejarah lokasinya tetap memberikan bobot legitimasi yang tidak bisa didapatkan jika laga ini digelar di Las Vegas atau Arab Saudi.

Aspek Rumble in the Jungle (1974) Duel Tyson-Mayweather (2026)
Nama Negara Zaire Republik Demokratik Kongo
Status Laga Perebutan Gelar Juara Dunia Sejati Eksibisi Super (Super Exhibition)
Tokoh Utama Muhammad Ali vs George Foreman Mike Tyson vs Floyd Mayweather
Narasi Utama Perlawanan & Identitas Afrika Warisan & Hiburan Global
Penyelenggara Don King Ring Magazine & Konsorsium Global

4. Gengsi vs. Reputasi

Meski terpaut perbedaan kelas berat yang signifikan secara alami, kedua petinju tampak serius menanggapi kontrak yang telah ditandatangani. Tyson, yang dikenal dengan kekuatan pukulannya yang melegenda, menyebut bahwa tantangan ini datang dari pihak Mayweather.

"Saya masih tidak percaya Floyd benar-benar ingin melakukan ini. Ini akan merugikan kesehatannya, tapi dia menginginkannya, jadi kontrak sudah ditandatangani dan ini akan terjadi!" ujar Tyson dengan nada peringatan.

Di sisi lain, Mayweather tetap pada gaya bicaranya yang penuh percaya diri. Sang pemilik rekor tak terkalahkan tersebut menegaskan bahwa duel ini adalah cara untuk mempertegas warisannya di dunia tinju.

"Saya sudah melakukan ini selama 30 tahun dan belum ada satu pun petarung yang bisa mencoreng warisan saya. Jika saya melakukan sesuatu, itu harus besar dan legendaris," kata Mayweather.

Profil Mike "Iron" Tyson Floyd "Money" Mayweather
Gaya Bertarung Peek-a-Boo / Slugger Counter-Puncher / Shoulder Roll
Kekuatan Utama Kekuatan pukulan eksplosif & intimidasi. Pertahanan tak tertembus & kecepatan.
Pencapaian Tertinggi Juara Dunia Kelas Berat Termuda. Juara Dunia di 5 kelas berbeda.
Rekor Profesional 50 Menang (44 KO), 6 Kalah. 50 Menang (27 KO), 0 Kalah.
Status di Laga Ini Dianggap sebagai ancaman fisik nyata. Mengandalkan kecerdasan bertanding.

(Dailymail/Thesun/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya