Kamis 28 Januari 2021, 08:58 WIB

Blinken Tegaskan Iran Harus Kembali ke Kesepakatan Nuklir

Basuki Eka Purnama | Internasional
Blinken Tegaskan Iran Harus Kembali ke Kesepakatan Nuklir

AFP/CARLOS BARRIA
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken

 

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Antony Blinken, Rabu (27/1), berpegang pada pendiriannya bahwa Teheran harus kembali mematuhi kesepakatan nuklir Iran sebelum Washington, yang meninggalkan pakta itu di bawah mantan Presiden Donald Trump, akan mematuhinya.

Dalam pernyataan publik pertamanya soal Iran, Blinken menegaskan kembali kebijakan Presiden Joe Biden bahwa jika Iran kembali memenuhi kewajibannya di bawah JCPOA, AS akan melakukan hal yang sama.

Kesepakatan nuklir, yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), disepakati oleh Iran dan enam negara besar pada 2015.

Baca juga: Biden Pertahankan Negosiator AS dengan Taliban

Perjanjian itu mengikat Iran untuk membatasi program nuklirnya dengan imbalan keringanan sanksi dari AS dan negara lainnya.

Trump hengkang dari kesepakatan itu pada 2018 dan menerapkan kembali sanksi AS, yang menyebabkan Iran mulai melanggar ketentuan dalam perjanjian tersebut.

Jika Iran kembali ke kesepakatan itu, Washington akan berusaha membangun apa yang disebut Blinken sebagai 'Perjanjian yang lebih lama dan lebih kuat' yang akan menangani masalah 'Yang sangat problematis' lainnya.

Blinken tidak menyebut masalah yang mana tetapi Biden mengatakan masalah-masalah yang dimaksud antara lain menyangkut pengembangan rudal
balistik Iran serta dukungan Teheran untuk pasukan proksi di negara-negara seperti Irak, Suriah, Libanon, dan Yaman.

"Iran tidak patuh pada sejumlah bidang dan ini akan membutuhkan waktu, seandainya Iran membuat keputusan untuk melakukannya, untuk kembali patuh, saatnya bagi kami kemudian untuk menilai apakah Iran memenuhi kewajibannya," kata Blinken.

"Kami belum ke sana, setidaknya," tambahnya.

Dia menolak mengungkapkan pejabat AS mana yang akan memimpin pembicaraan dengan Iran tapi mengatakan, "Kami akan mengusung perspektif berbeda tentang masalah ini." (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok MI

Ribuan Perempuan Jadi Tapol, Kaum Ibu Turki Demo Rezim Erdogan

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Maret 2021, 18:28 WIB
Protes keras di Turki bahkan menggema hingga Amerika Serikat, Kanada, Brazil, Argentina dan negara-negara Eropa...
AFP

Lagi, Puluhan Ribu Warga Myanmar Gelar Aksi Protes Kudeta Militer

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 07 Maret 2021, 16:40 WIB
Jumlah kehadiran terbesar dalam protes hari Minggu terjadi di kota Mandalay, di mana para aktivis menggelar protes duduk setelah dua menit...
AFP

Trump Ultimatum Republik Setop Pakai Namanya untuk Galang Dana

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 07 Maret 2021, 13:36 WIB
Partai Republik telah terpecah belah setelah kerusuhan Capitol, yang membuat pendukung Trump menduduki kursi legislatif AS dan menewaskan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya