Minggu 17 Januari 2021, 21:00 WIB

Menlu Prancis Inginkan Kebebasan Khusus Bagi yang Telah Divaksin

Mediaindonesia.com | Internasional
Menlu Prancis Inginkan Kebebasan Khusus Bagi yang Telah Divaksin

english.alarabiya.net
Ilustrasi

 

Orang-orang yang telah divaksin Covid-19 harus diizinkan pergi ke restoran dan bioskop lebih awal daripada yang lain, kata seorang menteri Jerman.

Pernyataan itu bertentangan dengan anggota kabinet lain yang sejauh ini menentang kebebasan khusus bagi mereka yang diinokulasi.

Menteri Luar Negeri Heiko Maas mengatakan negara telah secara besar-besaran membatasi hak-hak dasar masyarakat untuk menahan infeksi dan menghindari rumah sakit yang membebani. "Belum ada kejelasan yang meyakinkan sejauh mana orang yang divaksin dapat menulari orang lain," kata Maas kepada surat kabar Bild am Sonntag.

Sekitar 1 juta orang di Jerman telah divaksin pada Jumat (15/1), menurut Institut Robert Koch untuk penyakit menular. Sekitar 83,2 juta orang tinggal di negara itu pada akhir tahun 2020, data dari kantor statistik menunjukkan.

Komentar Maas kontras dengan menteri Jerman lainnya, yang menentang hak-hak khusus tersebut, khawatir hal itu dapat menyebabkan ketidaksetaraan dalam masyarakat pada saat tidak semua orang memiliki kesempatan untuk diinokulasi.

Menteri Dalam Negeri Horst Seehofer mengatakan bahwa membedakan antara orang yang divaksin dan yang tidak divaksin sama saja dengan vaksinasi wajib, yang ditentangnya.

Maas mengatakan, pemerintah juga membatasi hak orang yang mengelola restoran, bioskop, teater, dan museum.

"Mereka memiliki hak untuk membuka kembali bisnis mereka di beberapa titik, jika ada kemungkinan untuk melakukannya," katanya, seraya menambahkan bahwa jika hanya ada orang yang divaksin di tempat-tempat seperti itu, mereka tidak dapat lagi membahayakan satu sama lain.

Sementara Maas mengakui ini mungkin menyebabkan ketidaksetaraan untuk "masa transisi", dia mengatakan langkah seperti itu akan dibenarkan berdasarkan konstitusi, selama ada alasan yang obyektif dan tidak mempengaruhi layanan publik dasar.

Jerman telah memperpanjang langkah-langkah penguncian hingga setidaknya akhir Januari, dan Kanselir Angela Merkel telah mengajukan pertemuan dengan para pemimpin regional hingga Selasa untuk membahas pembatasan yang lebih ketat. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

AFP/Angela Weiss

Varian Baru Virus Korona Meningkat di New York

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:55 WIB
Varian baru virus korona, yang dikenal sebagai B.1.526, pertama kali diidentifikasi dalam sampel yang dikumpulkan di New York pada...
Dok. Kemenlu

UMKM Korsel Donasikan 40 Ribu Masker untuk WNI di Korsel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:30 WIB
Masker tersebut bakal diberikan kepada warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Korea Selatan, untuk menghindari penularan...
Antara

17 Negara Bakal Terbitkan Paspor Vaksin Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 25 Februari 2021, 21:40 WIB
Negara tersebut ialah Siprus, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Yunani, Hongaria, Islandia, Italia, Polandia, Portugal, Slovakia, Spanyol,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya