Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KANDIDAT Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden butuh satu negara bagian lagi untuk meraih 270 suara elektoral, sekaligus mengunci kemenangan pada pemilihan presiden AS 2020. Sebuah pertunjukan yang dramatis tentang betapa cepatnya lanskap kontestasi berubah dalam 24 jam.
Biden, 77, memang tidak mengamankan hasil yang cepat dan menentukan seperti yang diharapkan beberapa pihak di partainya. Tetapi, mantan wakil presiden itu telah mendekati hasil yang telah diprediksi banyak pengamat.
Dia memenangkan Wisconsin dan Michigan pada Rabu (4/11). Itu menjadi hadiah besar yang mewakili dimulainya kekuatan lama sebagai "tembok biru" atau negara bagian yang condong ke Demokrat yang kalah pada 2016.
Baca juga: Bolsonaro Berharap Trump Terpilih Kembali
Kemenangan di sana membuat Biden memperoleh 264 suara elektoral, terpaut enam suara dari 270 suara yang dibutuhkan.
Hasil itu berarti Presiden Donald Trump harus memenangkan semua negara bagian tersisa dan berharap proyeksi kemenangan Biden di Arizona salah atau menemukan strategi hukum.
Kemenangan Biden pada Rabu (4/11) mendorongnya untuk mengalihkan fokus ke Southwest, khususnya Nevada dan Arizona. Biden, pada pukul 19.00 waktu setempat, memimpin sangat tipis di Nevada.
Pejabat pemilihan di sana mengatakan mereka tidak berharap melaporkan hasil tambahan hingga Kamis (5/11) waktu setempat.
Arizona, sementara itu, telah menjadi incaran bagi tim Trump. Pembantu presiden berpendapat masih terlalu dini negara bagian itu diproyeksikan untuk kemenangan Biden - bahwa surat suara yang luar biasa akan menguntungkan Trump.
Pejabat negara di sana ditetapkan untuk merilis penghitungan suara baru Rabu malam hingga Kamis (5/11) pagi waktu setempat.
Pennsylvania tetap harus dimenangkan Trump, tetapi surat tersisa diperkirakan akan terus mendukung Biden dan dapat memberinya keunggulan untuk membawa kemenangan di negara bagian itu. Penghitungan itu akan berlanjut pada Kamis (5/11) waktu setempat.
Hasil dari Alaska luar biasa, meskipun negara bagian sangat condong ke Trump. Biden juga bisa mengamankan kursi kepresidenan jika dia membawa Georgia atau Carolina Utara.
Hingga Rabu (4/11) pukul 20.00 waktu setempat, Biden masih 264 suara elektoral dan Trump 214. Sementara, untuk suara popular secara nasional, kandidat Demokrat itu juga unggul dengan 71.595.304 suara dari Trump yang mengantongi 68.289.856 suara. (USAToday/OL-1)
AS dinilai tidak lagi memiliki kapasitas sebagai mediator yang kredibel dalam forum Board of Peace (BoP) karena dianggap terlalu berpihak pada kepentingan Israel.
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum tegaskan bantuan ke Kuba berlanjut meski ada sanksi AS. Sebanyak 814 ton makanan dikirim via kapal perang sebagai bentuk solidaritas.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Iran menolak pembatasan misil dari AS meski siap lanjut negosiasi. Teheran menegaskan program rudal tak bisa ditawar di tengah tekanan Israel.
Green Day tampil memeriahkan acara pembukaan Super Bowl LX di Levi’s Stadium, California, Minggu (8/2).
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved