Sabtu 10 Oktober 2020, 03:02 WIB

Lawan Kebrutalan Polisi, Warga Nigeria Turun ke Jalan

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Lawan Kebrutalan Polisi, Warga Nigeria Turun ke Jalan

AFP/Pius Utomi
Warga Nigeria turun ke jalan untuk memprotes unit kepolisian yang kontroversial.

 

RATUSAN warga Nigeria turun ke jalan dalam gelombang protes terhadap aksi kekerasan polisi, yang menewaskan dua orang.

Sebelumnya, seorang pengunjuk rasa dan petugas kepolisian tewas akibat kericuhan di Kota Ughelli. Komisaris Polisi Negara Bagian Delta menyatakan sembilan tersangka telah ditangkap.

Demonstran berkumpul dengan damai di pusat ekonomi Lagos. Namun, terjadi situasi berbeda di Kota Abuja. Kerumunan massa malah disambut dengan gas air mata.

Baca juga: Gejala Iritasi Tenggorokan, Menlu Nigeria Positif Covid-19

"Anggota kami berkisar 200 orang dalam aksi protes. Tapi, kami disemprot gas air mata," ujar aktivis hak asasi manusia (HAM) Deji Adeyanju.

"Sangat menyedihkan bahwa petugas sengaja mengintimidasi gerakan protes yang berlangsung damai,” imbuhnya.

Gelombang kemarahan pun mencuat di media sosial. Tepatnya setelah viralnya video yang menunjukkan dugaan pembunuhan seorang pria oleh petugas kepolisian. Namun, video tersebut dibantah aparat keamanan. Parahnya, orang yang merekam video itu juga ditangkap. Tindakan itu kemarahan publik yang lebih besar.

Wakil Presiden Nigeria Yemi Osinbajo mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan polisi. "Saya sangat prihatin, bahkan sangat marah dengan apa yang saya lihat," pungkas Yemi.

Gerakan itu awalnya menargetkan Pasukan Khusus Anti-Pencurian (SARS). Pasukan itu dituding melakukan pelanggaran hukum, seperti penangkapan, penyiksaan dan pembunuhan.

Baca juga: Aksi Protes Terus Memanas setelah Penembakan Warga Kulit Hitam

Di lain sisi, pemerintah sudah menangguhkan unit SARS. Namun, kelompok aktivis, seperti Amnesty International, menilai tindakan pemerintah belum cukup. Beberapa selebriti Nigeria juga menyatakan dukungan terhadap gerakan perlawanan.

Tagar #EndSARS pun menjadi trending topic di lini masa Twitter. "Lebih banyak orang yang terlibat dalam protes. Gerakan ini terus berkembang," tutur Chinoso Esengba, seorang dokter yang ikut berunjuk rasa.

"Masalah ini berdampak pada kita semua, yang berisiko disiksa, ditangkap dan diperas tanpa alasan jelas," tukasnya.(AFP/OL-11)

Baca Juga

AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS

Picu Perselisihan, Inggris Raya Tolak Status Diplomat Penuh UE

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Januari 2021, 22:00 WIB
Uni Eropa mempunyai 143 delegasi di seluruh dunia, dan mereka setara dengan misi diplomatik. Semuanya diberikan status diplomatik penuh...
AFP/Denis Charlet

Google Sepakat Bayar Hak Cipta Berita ke Media Prancis

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Kamis 21 Januari 2021, 21:41 WIB
Kesepakatan yang ditandatangani dengan aliansi APIG dari harian Prancis melibatkan hak bertetangga, yang menyerukan pembayaran untuk...
Mohd RASFAN / AFP

Malaysia Putuskan Perpanjang Perintah Kawalan Pergerakan Fase Dua

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 21 Januari 2021, 21:35 WIB
Pemerintah menerima pengaduan dan keluhan dari banyak orang dan pemilik kedai makan yang meminta waktu operasi kedai makan dilanjutkan dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya