Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA bintang sepak bola Afrika, Victor Osimhen dan Sadio Mane, menunjukkan taji dalam lanjutan Piala Afrika (AFCON) di Maroko, Sabtu (27/12). Nigeria sukses memastikan diri melenggang ke babak 16 besar, sementara juara bertahan Senegal harus puas berbagi poin dan menunda kelolosan otomatis mereka.
The Super Eagles, julukan Nigeria, menyusul langkah Mesir sebagai tim kedua yang mengamankan tempat di fase gugur.
Kemenangan dramatis 3-2 atas Tunisia di Stadion Fes diraih lewat perjuangan keras. Striker andalan Victor Osimhen membuka keunggulan jelang turun minum, disusul gol dari kapten Wilfred Ndidi dan Ademola Lookman.
Meski sempat unggul tiga gol, konsentrasi lini belakang Nigeria sempat goyah di menit-menit akhir. Tunisia bangkit melalui aksi Montassar Talbi dan Ali Abdi yang memperkecil kedudukan. Beruntung, Nigeria mampu meredam tekanan di masa injury time untuk mengamankan poin penuh.
"Kami sempat kehilangan momentum di akhir laga, namun yang terpenting adalah tiket 16 besar sudah di tangan. Ini modal penting untuk menatap fase berikutnya," ujar pernyataan tim Nigeria dikutip dari AFP.
Saat ini, Nigeria kokoh di puncak Grup C dengan enam poin.
Di laga lain yang berlangsung di Tangier, Senegal gagal memetik kemenangan penuh setelah ditahan imbang 1-1 oleh Republik Demokratik (RD) Kongo. The Lions of Teranga bahkan sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Cedric Bakambu pada menit ke-61.
Beruntung, Sadio Mane muncul sebagai penyelamat. Penyerang Al Nassr itu mencetak gol penyeimbang delapan menit berselang, memanfaatkan bola muntah hasil penetrasi pemain muda debutan berusia 17 tahun, Ibrahim Mbaye.
Pelatih Senegal, Pape Thiaw, mengaku sedikit kecewa dengan hasil tersebut. "Hasil ini cukup membuat frustrasi. Kami seharusnya bisa menyelesaikan pertandingan lebih awal di babak pertama, tetapi kami gagal memanfaatkan peluang," cetusnya.
Meski imbang, Senegal masih memimpin Grup D dengan keunggulan selisih gol atas RD Kongo. Di grup yang sama, Benin mencatatkan sejarah dengan meraih kemenangan perdana mereka sepanjang partisipasi di Piala Afrika setelah membungkam Botswana 1-0 melalui gol Yohan Roche.
Persaingan di Grup D masih terbuka lebar, di mana Senegal, RD Kongo, dan Benin akan memperebutkan tiket ke babak 16 besar pada laga pamungkas Selasa mendatang. (H-4)
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Final Piala Afrika (AFCON) diwarnai aksi mogok pemain Senegal akibat penalti kontroversial Maroko di masa injury time.
Senegal resmi menjadi juara Piala Afrika (AFCON) setelah mengalahkan Maroko 1-0. Laga diwarnai aksi mogok pemain dan kegagalan penalti kontroversial.
Timnas Senegal memastikan diri melaju ke babak semifinal Piala Afrika (AFCON) 2025 setelah menaklukkan Mali dengan skor tipis Stadion Ibn Batouta, Tangier, Jumat (9/1) malam WIB.
Preview laga perempat final Piala Afrika 2025 antara Mali vs Senegal. Simak analisis statistik, head-to-head, prediksi line-up, dan kondisi tim terkini.
Meski pulang dengan gelar pencetak gol terbanyak, luka akibat kegagalan penalti di partai final melawan timnas Senegal tampaknya jauh lebih membekas di hati Brahim Diaz.
FRMF menilai aksi mogok bermain timnas Senegal tersebut memberikan dampak signifikan terhadap psikologis dan performa para pemain Maroko yang sedang berada di atas angin.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
PENCETAK gol kemenangan Senegal di final Piala Afrika (Afcon) 2026, Pape Gueye, mengungkapkan rasa ketidakadilan justru menjadi pemicu semangat timnya hingga mampu merebut gelar juara.
Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Maroko usai tim nasional mereka gagal meraih gelar Piala Afrika. Dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved