Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM nasional Senegal berhasil keluar sebagai juara Piala Afrika (AFCON) setelah menumbangkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0 melalui babak perpanjangan waktu, Minggu malam waktu setempat. Namun, kesuksesan Senegal ini diwarnai oleh insiden kekacauan luar biasa dan aksi protes pemain yang sempat menghentikan pertandingan.
Pape Gueye menjadi pahlawan kemenangan Senegal lewat gol tunggalnya di babak tambahan. Sepakan kerasnya yang menghujam pojok atas gawang memastikan gelar juara kontinental kedua bagi negara berjuluk The Teranga Lions tersebut.
Pertandingan yang berlangsung di Rabat ini berjalan relatif terkendali hingga memasuki masa injury time babak kedua. Ketegangan memuncak saat wasit memberikan penalti kontroversial kepada Maroko melalui tinjauan VAR. Wasit menilai bek Senegal, El Hadji Malick Diouf, melakukan pelanggaran terhadap bintang Real Madrid, Brahim Diaz.
Keputusan tersebut memicu kemarahan skuat Senegal. Sebagai bentuk protes, sejumlah pemain Senegal bahkan sempat meninggalkan lapangan hijau. Ketegangan juga menjalar ke tribun penonton, di mana kericuhan pecah di antara pendukung kedua tim, bahkan beberapa suporter dilaporkan berhasil menjebol barikade pembatas di tribun.
Kekesalan pemain Senegal semakin memuncak karena sesaat sebelum insiden penalti tersebut, gol Ismaila Sarr dianulir. Keputusan wasit yang prematur membuat VAR tidak dapat mengintervensi potensi gol yang dianggap sah oleh kubu Senegal.
Setelah laga terhenti selama hampir 20 menit, pertandingan akhirnya dilanjutkan kembali. Brahim Diaz maju sebagai eksekutor penalti yang bisa saja mengunci kemenangan bagi tuan rumah Maroko. Namun, tekanan publik tuan rumah tampaknya tidak cukup menggoyahkan kiper Senegal yang berhasil menyelamatkan tendangan tersebut.
Kegagalan penalti itu memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Di sinilah Senegal menunjukkan resiliensi mereka. Empat menit setelah babak tambahan dimulai, Pape Gueye melepaskan tembakan kuat yang membawa Senegal unggul.
Meski diwarnai berbagai insiden buruk dan atmosfer yang sangat panas, Senegal mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi. Kemenangan 1-0 ini mengukuhkan status mereka sebagai penguasa baru sepak bola Afrika, mengulang sejarah kesuksesan mereka di level kontinental. (AFP/The WAshington Post/Z-2)
Meski pulang dengan gelar pencetak gol terbanyak, luka akibat kegagalan penalti di partai final melawan timnas Senegal tampaknya jauh lebih membekas di hati Brahim Diaz.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
Final Piala Afrika (AFCON) diwarnai aksi mogok pemain Senegal akibat penalti kontroversial Maroko di masa injury time.
Brahim Diaz mencatat rekor saat Maroko mengalahkan Kamerun 2-0 di Perempat Final AFCON 2025.
Maroko selangkah lagi akhiri puasa gelar AFCON 50 tahun usai kalahkan Kamerun 2-0. Dukungan publik Rabat jadi kunci kemenangan Singa Atlas.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
Final Piala Afrika (AFCON) diwarnai aksi mogok pemain Senegal akibat penalti kontroversial Maroko di masa injury time.
Di Liga India musim 2024/2025, Alaeddine merupakan pencetak gol terbanyak dengan koleksi 23 gol serta tujuh assist.
Tiga rahang, termasuk satu milik anak-anak, gigi, tulang belakang, dan tulang paha ditemukan di sebuah gua yang dikenal sebagai Grotte à Hominidés di Thomas Quarry di Casablanca, Maroko
Tuan rumah Maroko berhasil melaju ke babak semifinal Piala Afrika (AFCON) 2025 setelah menumbangkan Kamerun dengan skor meyakinkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved