Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan kembali menemukan spesies baru mosasaurus di Maroko yang diperkirakan memiliki panjang lebih dari 9 meter. Penemuan ini menambah daftar panjang reptil laut purba yang pernah mendominasi samudra pada akhir periode Kapur, sekitar 66 hingga 67 juta tahun lalu.
Spesies baru tersebut diberi nama Pluridens imelaki, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh tim paleontolog internasional yang dipimpin oleh peneliti dari University of Bath dan sejumlah institusi ilmiah di Eropa dan Afrika.
Fosilnya ditemukan di kawasan Sidi Chennane, Provinsi Khouribga, Maroko, yang merupakan bagian dari cekungan fosfat Oulad Abdoun yang menjadi salah satu lokasi fosil laut prasejarah paling kaya di dunia.
Mosasaurus merupakan reptil laut raksasa yang hidup pada zaman dinosaurus. Meski sering disebut sebagai “dinosaurus laut”, hewan ini sebenarnya termasuk kelompok kadal laut besar yang berevolusi untuk hidup sepenuhnya di lautan.
Mereka memiliki tubuh panjang, rahang kuat, serta sirip yang memungkinkan mereka berenang cepat dan menjadi predator utama di ekosistem laut purba.
Berdasarkan analisis terhadap tengkorak dan rahang fosil yang ditemukan, para peneliti memperkirakan bahwa Pluridens imelaki memiliki panjang tubuh lebih dari 9 meter.
Tengkoraknya sendiri berukuran sekitar 1,25 meter, yang memberikan gambaran tentang ukuran tubuh hewan tersebut secara keseluruhan. Ukuran ini membuatnya sebanding dengan beberapa predator laut terbesar yang hidup pada masa itu.
Spesies ini termasuk dalam subfamili Halisaurinae, kelompok mosasaurus yang umumnya memiliki tubuh lebih kecil dibandingkan kerabatnya. Sebelumnya, sebagian besar anggota kelompok ini hanya memiliki panjang sekitar 4 hingga 7,5 meter.
Karena itu, ukuran Pluridens imelaki yang mencapai lebih dari 9 meter dianggap sebagai penemuan penting yang memperluas pemahaman ilmuwan tentang variasi ukuran dalam kelompok tersebut.
Para peneliti juga menyoroti bahwa fosil dari wilayah Maroko menunjukkan keragaman mosasaurus yang sangat tinggi. Sedimen fosfat dari akhir periode Kapur di wilayah ini menyimpan berbagai spesies reptil laut, menjadikannya salah satu ekosistem purba paling beragam yang pernah ditemukan dalam catatan fosil.
Penemuan Pluridens imelaki membantu para ilmuwan memahami bagaimana predator laut berevolusi menjelang peristiwa kepunahan massal yang mengakhiri era dinosaurus sekitar 66 juta tahun lalu. Studi mengenai fosil ini juga menunjukkan bahwa keanekaragaman reptil laut pada masa itu mungkin jauh lebih besar daripada yang selama ini diketahui. (Z-4)
Sumber: Sci.News, University of Bath, Muséum National d’Histoire Naturelle.
Mengenal CAF, induk organisasi sepak bola Afrika yang menyelenggarakan AFCON. Simak sejarah dan peran pentingnya dan alasan Senegal dicoret CAF, Maroko juara piala afrika
CAF melalui Dewan Banding secara resmi membatalkan kemenangan Senegal di final Piala Afrika atau AFCON 2026 dan menobatkan tuan rumah Maroko juara piala afrika
Kenapa Maroko juara AFCON 2025? Simak analisis mendalam putusan CAF yang membatalkan kemenangan Senegal dan menetapkan Maroko sebagai kampiun Piala Afrika.
PELATIH Maroko Walid Regragui meluapkan kekecewaannya terhadap insiden di final Piala Afrika (Afcon 2025), Senin (19/1) WIB, yang berakhir dengan kekalahan tuan rumah Maroko 0-1 dari Senegal.
Final Piala Afrika (AFCON) diwarnai aksi mogok pemain Senegal akibat penalti kontroversial Maroko di masa injury time.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved