Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
LAGA final Piala Afrika (AFCON) antara Senegal melawan tuan rumah Maroko berakhir dengan drama luar biasa. Skuad Senegal sempat menolak untuk melanjutkan pertandingan dan mencoba meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes atas keputusan penalti kontroversial yang diberikan wasit pada masa injury time.
Ketegangan memuncak pada menit ke-98 saat kedudukan masih imbang 0-0. Wasit Jean Jacques Ndala menunjuk titik putih untuk Maroko setelah meninjau monitor VAR, menilai bek Senegal, El Hadji Malick Diouf, menjatuhkan Brahim Diaz di area terlarang.
Pelatih kepala Senegal, Pape Thiaw, yang tampak geram, sempat menginstruksikan para pemainnya untuk keluar dari lapangan. Kiper Edouard Mendy bahkan dilaporkan sempat menuju ruang ganti sebagai bentuk protes keras.
Kekesalan Thiaw dipicu keputusan wasit beberapa saat sebelumnya yang menganulir gol Senegal. Penyerang Crystal Palace, Ismaila Sarr, sebenarnya sempat menyarangkan bola ke gawang Maroko, namun gol tersebut dibatalkan karena Abdoulaye Seck dianggap melakukan pelanggaran terhadap Achraf Hakimi dalam prosesnya.
Di tengah situasi yang kacau, sosok Sadio Mane muncul sebagai penengah. Mane menjadi satu-satunya pemain yang secara jelas menolak untuk meninggalkan lapangan. Ia terus membujuk rekan-rekan setimnya untuk kembali dan menyelesaikan pertandingan. Berkat pengaruh besar sang kapten, para pemain Senegal akhirnya bersedia melanjutkan laga.
Penyerang Real Madrid, Brahim Diaz, maju sebagai eksekutor penalti setelah pertandingan dilanjutkan. Namun, upaya tendangan panenka yang dilakukannya berhasil dibaca dan diselamatkan Edouard Mendy. Kegagalan ini membuat skor tetap kacamata hingga peluit akhir waktu normal berbunyi.
Memasuki babak tambahan waktu, Senegal yang sempat tertekan justru berhasil memecah kebuntuan. Hanya empat menit setelah babak tambahan dimulai, Pape Gueye mencetak gol yang membawa Senegal unggul.
Jurnalis BBC Sport Africa, Ian Williams, melaporkan atmosfer di stadion sangat mencekam. Mane kembali menunjukkan kepemimpinannya dengan mendatangi tribun suporter Senegal untuk memohon agar mereka tetap tenang.
"Sangat sedikit hal positif yang bisa dikatakan tentang akhir pertandingan ini, tetapi satu orang yang tampil baik adalah Mane," tulis Williams.
Saat ini, barisan polisi anti-huru-hara telah disiagakan di depan tribun penonton menyusul beberapa insiden kekerasan yang sempat terjadi. Meski diwarnai protes keras dan ketegangan tinggi, Senegal membuktikan resiliensi mereka di atas lapangan hijau. (BBC/Z-2)
Pelatih timnas Senegal Pape Thiaw dinyatakan bersalah atas perilaku tidak sportif yang dianggap mencoreng citra sepak bola.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
Kekecewaan mendalam menyelimuti pendukung Maroko usai tim nasional mereka gagal meraih gelar Piala Afrika. Dalam laga final yang berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu.
Senegal resmi menjadi juara Piala Afrika (AFCON) setelah mengalahkan Maroko 1-0. Laga diwarnai aksi mogok pemain dan kegagalan penalti kontroversial.
Meski pulang dengan gelar pencetak gol terbanyak, luka akibat kegagalan penalti di partai final melawan timnas Senegal tampaknya jauh lebih membekas di hati Brahim Diaz.
Senegal kemudian memastikan gelar juara lewat gol Pape Gueye pada babak tambahan waktu yang membungkam suporter Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah.
Senegal resmi menjadi juara Piala Afrika (AFCON) setelah mengalahkan Maroko 1-0. Laga diwarnai aksi mogok pemain dan kegagalan penalti kontroversial.
Brahim Diaz mencatat rekor saat Maroko mengalahkan Kamerun 2-0 di Perempat Final AFCON 2025.
Maroko selangkah lagi akhiri puasa gelar AFCON 50 tahun usai kalahkan Kamerun 2-0. Dukungan publik Rabat jadi kunci kemenangan Singa Atlas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved