Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA mengatakan, Kamis (1/10), Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov dan mitranya dari Turki Mevlut Cavusoglu telah mengonfirmasi dalam panggilan telepon mereka siap untuk ‘berkoordinasi erat’ guna menstabilkan situasi di Nagorno-Karabakh.
Kementerian Rusia mengatakan keduanya mengonfi rmasi kesiapan untuk koordinasi yang erat dari tindakan Rusia dan Turki untuk menstabilkan situasi dengan tujuan mengembalikan penyelesaian konflik Nagorno-Karabakh kesaluran pembicaraan damai.
Sebelumnya Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mendesak Azerbaijan dan Armenia untuk segera mengakhiri bentrokan bersenjata di wilayah NagornoKarabakh. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan juga meminta kedua negara untuk segera mengakhiri bentrokan.
“Amerika Serikat khawatir dengan laporan aksi militer skala besar di sepanjang Garis Kontak di zona konfl ik Nagorno-Karabakh yang telah mengakibatkan korban jiwa yang signifikan, termasuk warga sipil. Kami menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga mereka yang tewas dan terluka,” kata pernyataan itu.
Rusia telah meminta Azerbaijan dan Armenia untuk segera mengakhiri bentrokan di wilayah Nagorno-Karabakh yang diduduki. “Kami menyerukan para pihak untuk segera menghentikan tembakan dan memulai negosiasi guna menstabilkan situasi,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Minggu lalu.
Hubungan antara kedua nega ra bekas Soviet itu tegang sejak 1991 ketika militer Armenia menduduki Upper Karabakh atau wilayah Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.
Empat Dewan Keamanan PBB dan dua resolusi Majelis Umum PBB serta banyak organisasi internasional menuntut penarikan pasukan pendudukan Armenia. OSCE Minsk Group diketuai bersama oleh Prancis, Rusia dan AS dibentuk pada 1992 untuk menemu kan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil.
Tidak miliki peran
Turki mengatakan tiga kekuatan OSCE Minsk Group tidak memiliki peran dalam negosiasi perdamaian antara Armenia dan Azerbaijan.
OSCE Minsk Group diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut, tetapi tidak berhasil. Namun, gencatan senjata disepakati pada 1994.
“Hal ini mengingat AS, Rusia, dan Prancis telah mengabaikan masalah ini selama hampir 30 tahun, tidak dapat diterima mereka terlibat dalam pembicaraan solusi gencatan senjata,” kata Presiden Recep Tayyip Erdogan kepada parlemen Turki, Kamis (1/10), tak lama sebelum pernyataan bersama dirilis.
Erdogan mengatakan gencatan senjata yang langgeng hanya dapat dicapai jika Armenia yang men duduki wilayah Azerbaijan menarik diri dari area yang disengketakan. Sementara itu, OIC Youth Indonesia menanti langkah nyata pemerintah Indonesia untuk mengambil peran mendamaikan negara-negara muslim yang berkonflik, seperti Kashmir (India-Pakistan), Rohingya (Myanmar), dan Nagorno-Karabakh (Armenia-Azerbaijan), selain Palestina tentunya.
Sekretaris Jenderal OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita, me yoroti peran Indonesia yang masih sangat minim dalam masalah sejenis. Padahal, keanggotaan Indonesia sebagai DK PBB terbilang singkat yang hanya sampai 2020 dari 2018.
“Indonesia harusnya turun tangan sebagai solusi perdamaian sehingga ketegangan tidak berlarut-larut sebagaimana agresi oleh Armenia terhadap Azerbaijan pada Juli 2020 lalu,” ujarnya, diku tip Jumat (2/10). (Ahramonline/DW/I-1)
Istanbul dan Bursa menyuguhkan perpaduan unik antara refleksi keagamaan, warisan budaya, dan tradisi berabad-abad yang tetap terjaga hingga kini.
Ekrem Imamoglu, rival utama Presiden Erdogan, hadir di pengadilan atas tuduhan korupsi. Oposisi dan aktivis HAM sebut persidangan ini bermotif politik.
Iran ajak Turki investigasi bersama dugaan serangan rudal guna tangkal propaganda. Erdogan sampaikan belasungkawa atas wafatnya Ali Khamenei dan tragedi sekolah Minab.
Seperti yang kami laporkan sebelumnya, pemerintah Azerbaijan mengatakan dua drone dari Iran mendarat di wilayah Nakhchivan, salah satunya mengenai gedung bandara.
SEBUAH rudal balistik yang diluncurkan dari Iran dan menuju ke wilayah udara Turki setelah melintasi Suriah dan Irak. Rudal itu telah dihancurkan oleh sistem pertahanan udara NATO
Kementerian Pertahanan Turki, yang baru-baru ini menyatakan bahwa pertahanan NATO telah mencegat rudal balistik yang diluncurkan dari Iran.
Simak kronologi lengkap serangan drone di Bandara Internasional Nakhchivan Azerbaijan (5 Maret 2026) yang memicu ketegangan tinggi di wilayah Kaukasus.
IRAN menyebut bahwa Israel di balik serangan drone terhadap Azerbaijan. Kantor berita Iran, IRNA melaporkan Israel memiliki riwayat melakukan operasi semacam itu untuk timbulkan perpecahan
Menlu Iran Abbas Araghchi bantah serang Azerbaijan. Ia tuding Israel dalangi serangan drone di Bandara Nakhchivan untuk merusak hubungan Teheran dengan tetangga.
Seperti yang kami laporkan sebelumnya, pemerintah Azerbaijan mengatakan dua drone dari Iran mendarat di wilayah Nakhchivan, salah satunya mengenai gedung bandara.
Azerbaijan kecam serangan drone Iran yang hantam Bandara Internasional Nakhchivan. Dua orang terluka dalam serangan ke fasilitas sipil tersebut. Baku ancam balas dendam.
Putin mengatakan kepada Aliyev bahwa dua rudal antipesawat Rusia meledak beberapa meter dari sebuah pesawat penumpang Azerbaijan Airlines, menewaskan 38 orang di dalamnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved